Putra Syaikh Al-Audah Akhirnya Ungkap Alasan Sang Ayah Ditangkap

KIBLAT.NET, Riyadh – Putra Syaikh Salman Al-Audah, Abdullah Al-Audah, Sabtu (28/04), mengungkap sebab ayahnya ditangkap oleh pemerintah Arab Saudi sejak sembilan lalu. Alasannya, karena Tweet yang mendoakan negara-negara Arab kembali akur dengan Qatar.

Dalam sebuah Tweet di Twitter, Abdullah mengatakan bahwa keluarga sampai hari ini dilarang bepergian dan harus menjadi sasaran penggeledahan militer, termasuk anak-anak. Semua itu terjadi hanya karena Tweet ini dan tak ada sebab lainnya.

Abdullah menunjukkan bahwa Tweet itu tulisan ayahnya di akun pribadi saat terjadi krisis Teluk yang melibatkan sekutu Saudi dan Qatar. Isi cuitan yang dimaksud itu, “Segala puji bagi Rabb. Kami tidak memuji-Mu sebagaimana Engakau memuji diri-Mu sendiri. Ya Allah, satukanlah hati mereka untuk kebaikan rakyat mereka.”

Dapat dipahami dari Tweet Syaikh Salman saat itu menyeru para pemimpin negera Teluk melunak setelah Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain mengumumkan memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dan memblokade negara tersebut.

Seperti diketahui, Saudi memerintahkan para ulama di negaranya mendukung blokade terhadap Qatar. Tweet Syaikh Salam melihatkan membangkan perintah “Ulil Amri”.

Arab Saudi tak hanya menangkap ulama dan tokoh yang menentang mendukung blokade Qatar. Bahkan, mereka yang tidak mau menentukan sikap pun tak luput dari penangkapan.

“Setelah Sembilan bulan, tidak ada tanda-tanda penyelesaian kasus dan pembebasan ayah Syaikh Salman dan tahanan lainnya. Semoga Allah segera membebaskan mereka,” tutup Abdullah dalam cuitannya yang dinukil Al-Jazeera itu.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat