Dukung Pengakuan Al-Quds Ibukota Israel, PM Rumania Didesak Mundur

KIBLAT.NET, Bukares – Presiden Rumania Klaus Iohannis pada hari Jumat (27/04) meminta Perdana Menteri Viorica Dancila mengundurkan diri di tengah kegaduhan yang terjadi di negara itu terkait rencana pemindahan kantor kedutaan Rumania dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Dalam sebuah konpers di kompleks kepresidenan di ibukota Bukares, Iohannis mengatakan bahwa ia telah menarik dukungannya kepada Dancila. Iohannis menuding Dancila tidak mampu menunaikan tugas-tugasnya. Di samping itu, Iohannis juga menganggap perdana menteri wanita pertama dalam sejarah Rumania itu telah mendorong pemerintah berada dalam situasi yang rentan bagi negaranya.

“Itulah mengapa saya secara terbuka menyerukan pengunduran dirinya,” kata Presiden.

Sebelumnya pada hari Kamis, Perdana Menteri Dancila bersama koleganya Ketua Umum Partai Sosial Demokrat Liviu Dragnea berkunjung ke Israel setelah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memindahkan kantor kedutaan Rumania dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Namun ternyata, Presiden Iohannis menentang rencana tersebut dengan mengatakan bahwa langkah semacam itu bisa melanggar hukum internasional.

Yerussalem masih menjadi inti masalah dalam konflik Timur Tengah yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Semua itu bermula dari pendirian negara ilegal Israel yang mencaplok wilayah Arab Palestina pada tahun 1948 dengan dukungan negara-negara Barat dan PBB.

Isu Yerussalem kembali menyedot perhatian dunia pada bulan Desember 2017 ketika Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel. Langkah Trump tersebut memicu kemarahan luas di seluruh dunia termasuk protes warga di wilayah Palestina.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat