Penyerang Berpisau Tewaskan Tujuh Anak Sekolah di Cina

KIBLAT.NET, Jakarta – Seorang pria berpisau menewaskan tujuh siswa dan melukai 12 lainnya ketika mereka hendak pulang dari sekolah di Cina utara.

“Tersangka (28 th) telah ditahan dan anak-anak yang terluka menerima perawatan pada hari Jumat (27/04/2018),” kata pemerintah daerah MizTujuhi di provinsi Shaanxi di akun resmi media sosialnya.

“Serangan pisau itu menjadi salah satu serangan paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pada pukul 18.10 waktu setempat (10:10 GMT),” tambahnya.

Tersangka adalah seorang pelajar di sekolah yang sama. Menurut laporan Washington Post, dia sebelumnya mengalami tindakan bullying.

Terlepas dari undang-undang kontrol senjata ketat Cina, ada sejumlah serangan yang ditujukan kepada para siswa sekolah di masa lalu.

Pada Januari 2017, seorang pria bersenjata dengan pisau dapur menikam dan melukai 11 anak di taman kanak-kanak di daerah otonomi Guangxi Zhuang selatan Cina.

Pada Februari 2016, seorang penyidik ​​yang membawa pisau melukai 10 anak di Haikou, di provinsi selatan pulau Hainan, sebelum melakukan bunuh diri.

Pada Juni tahun lalu, ledakan bom yang menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya di luar taman kanak-kanak di Fengxian, Cina timur. Seorang pria introvert berusia 22 tahun disidentifikasi sebagai pelaku. Dia dinilai mengalami masalah kesehatan jiwa dan telah menulis kata-kata “kematian” dan “menghancurkan” di dinding apartemennya sebelum aksi.

Sosiolog menilai meningkatnya serangan karena gangguan kesehatan mental yang dihasilkan dari peningkatan stres di kalangan penduduk di tengah laju kehidupan yang menjadi lebih cepat. Kurangnya mekanisme dukungan psikologis yang akut di negara ini juga memperumit masalah.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat