... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lawan Penjajah Amerika, Taliban Gelar Operasi Jihad “Al-Khandaq” 2018

Foto: Unit Pasukan Khusus Taliban Afghanistan/ilustrasi

KIBLAT.NET, Kunduz – Taliban Afghanistan mengumumkan pembukaan operasi musim semi 2018 bernama “Al-Khandaq Jihadi operation”, Rabu (25/04/2018). Pasukan AS di Afghanistan adalah target utama operasi, sementara pemerintah Afghanistan dan pasukan keamanan akan menjadi target sekunder.

Dua operasi musim semi sebelumnya juga diberi nama setelah dua amir pertama Taliban: Mullah Umar, pendiri kelompok dan pemimpin pertama, dan penggantinya, Mullah Mansour. Mullah Umar meninggal di rumah sakit Pakistan pada 2013, sementara Mullah Mansour gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada 2016.

“Perencanaan dan strategi operasi jihad Al-Khandaq diatur oleh kader ahli dan ahli dari Komisi Militer Imarah Islam yang didasarkan pada gerilya, ofensif, infiltrasi dan berbagai taktik baru dan rumit lainnya melawan strategi perang baru musuh,” kata Taliban.

Sirajuddin Haqqani memimpin Komisi Militer Taliban, sementara Mullah Mohammad Yaqoub – putra Mullah Omar – menjabat sebagai pemimpin senior sebelum diangkat bersama dengan Sirajuddin sebagai salah satu dari dua deputi Mullah Haibatullah Akhundzada.

Sirajuddin dianggap sebagai ahli taktik dan ahli strategi yang terampil. Ia telah memimpin Taliban dalam mengendalikan setidaknya 58 persen dari 407 distrik di Afghanistan. Menurut LOng War Journal, ini menjadi wilayah kontrol paling besar sejak perang dimulai pada tahun 2001.

Taliban mengatakan bahwa Operasi Al-Khandaq Jihadi berfokus pada menghancurkan, membunuh, dan menangkap para penjajah Amerika dan pendukung mereka.

BACA JUGA  Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Panjang Dasar Negara (Bag. 1)

“Target utamanya adalah penjajah Amerika dan agen intelijen mereka,” ungkap Taliban dalam pernyataannya. “Pendukung internal mereka akan ditangani sebagai target sekunder sementara plot yang ada saat ini dan masa depan para penjahat akan ditarget sejak awal.”

Taliban mengatakan akan berhati-hati untuk menghindari jatuhnya korban sipil dan memperingatkan warga Afghanistan untuk tetap pada jarak yang cukup dari semua pangkalan dan konvoi musuh selama operasi ini.

Pengumuman operasi tahunan Taliban kerap dipandang sebagai propaganda, namun kenyataannya kelompok jihadis itu serius meraih tujuannya. Pada 2017, Taliban mengatakan bahwa Operasi Mansouri akan fokus pada pasukan asing serta pasukan keamanan Afghanistan. Selain itu, akan fokus pada pemerintahan di daerah yang telah dibersihkan dari musuh. Kenyataannya, selama serangan 2017 Taliban terus meningkatkan wilayah kontrolnya dan menekankan syariat Islam di wilayah tersebut.

Pada tahun 2016, Taliban berjanji bahwa Operasi Omari akan menggunakan serangan skala besar pada posisi musuh di seluruh negeri dan meluncurkan serangan syahid secara taktis terhadap benteng musuh. Taliban akhirnya berhasil menekan enam ibu kota provinsi, menyerbu beberapa kabupaten, dan meluncurkan serangan yang sukses di pangkalan militer utama selama serangan tahun 2016.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Konyol, Jaksa Pemerintah AS Sebut Islam Sebagai “Sebuah Negara Besar”

Rabu (25/04) waktu setempat, persidangan mengenai gugatan perintah eksekutif Muslim Ban kembali digelar. Ada satu kejadian yang memalukan, yang mungkin menjadi tamparan bagi pihak pemerintah AS.

Jum'at, 27/04/2018 11:20 0

Indonesia

Alfian Dituntut 3 Tahun Penjara, Pengacara: JPU Gunakan “Pasal Jaring”

JPU meyakini PDI-P mengalami kerugian yakni turunnya elektabilitas dalam Pilkada 2017 silam.

Jum'at, 27/04/2018 10:48 0

Indonesia

ILF: Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada suatu persoalan yang mengusik hati umat Islam Indonesia dalam hal keadilan...

Kamis, 26/04/2018 22:50 0

Indonesia

Syam Organizer Komitmen Datangkan Imam Palestina Meski Ada Kasus Kuala Lumpur

Kepergian ilmuwan Palestina DR Fadi Al Batsh dirasakan banyak pihak. Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus pada masalah Palestina dan Syam turut berduka atas tragedi pembunuhan yang menimpa ilmuwan penghafal Al-Quran itu.

Kamis, 26/04/2018 19:46 0

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Indonesia

Panja RUU Jabatan Hakim: Perlu Ada Perangkat untuk Cegah Perdagangan Hukum

Panja RUU Jabatan Hakim menyebut perlunya perangkat untuk mencegah parktik memperdagangkan hukum oleh hakim

Kamis, 26/04/2018 15:26 0

Indonesia

Pengamat: Kecil Kemungkinan Malaysia Bisa Tangkap Pembunuh Dr. Fadi

Kecil kemungkinan Malaysia bisa menangkap pembunuh Dr. Fadi

Kamis, 26/04/2018 14:49 0

Indonesia

Pria Indonesia Ini Mengaku Pernah 5 Kali Jadi Target Pembunuhan Israel

"Jadi kita perlu tahu bahwa para ilmuwan di tanah Palestina telah menjadi target pembantaian Zionis Israel, menambah kesedihan saudara-saudara kita di Palestina," lanjut pria yang saat ini tinggal di Gaza tersebut.

Kamis, 26/04/2018 14:20 0

Indonesia

Akan Ada Aksi Besar Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds

Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dan waktunya adalah pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat.

Kamis, 26/04/2018 12:56 0

Close