... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Konyol, Jaksa Pemerintah AS Sebut Islam Sebagai “Sebuah Negara Besar”

Foto: Jaksa Pemerintah AS Noel Francisco.

KIBLAT.NET – Rabu (25/04) waktu setempat, persidangan mengenai gugatan perintah eksekutif Muslim Ban kembali digelar. Ada satu kejadian yang memalukan, yang mungkin menjadi tamparan bagi pihak pemerintah AS. Noel Francisco, jaksa pembela bagi pemerintahan Donald Trump, membuat kesalahan mencolok saat berargumen di hadapan Mahkamah Agung. Ia mengatakan bahwa Presiden menganggap Islam “salah satu negara besar di dunia.”

“Dia (Trump) telah memperjelas, bahwa umat Islam di negara ini adalah warga negara Amerika yang hebat, dan ada banyak, banyak negara Muslim yang mencintai negara ini,” kata Francisco dalam argumen penutupnya. “Dan dia memuji Islam sebagai salah satu negara besar di dunia.”

Noel Francisco (atau justru Donald Trump?) mengira bahwa agama terbesar kedua di dunia ini adalah sebuah negara, sambil berargumen mendukung larangan Muslim Ban yang dikeluarkan oleh Donald Trump. Sebagai pengingat, Muslim Ban adalah kebijakan yang mengusulkan untuk melarang imigran dari beberapa negara mayoritas Muslim memasuki AS.

Kesalahan Francisco menarik teguran langsung dari para kritikus larangan perjalanan Trump. Abed Ayoub, seorang direktur di Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab, yang berada di ruang sidang ketika Francisco membuat pernyataan tersebut, mengatakan dia tidak terkejut oleh kejadian tersebut.

“Hal itu tidak mengherankan,” kata Ayoub kepada New York Daily News. “Cara pemerintahan ini, cara Presiden berbicara tentang negara-negara Muslim telah sangat bermasalah dan berlangsung sejak kampanye.”

BACA JUGA  Slogan NKRI Harga Mati (Masih) Menjadi Alat Gebuk

Ketika dihubungi oleh situs berita Business Insider untuk mengklarifikasi pernyataan Francisco, kantor Mahkamah Agung mengatakan bahwa Francisco merujuk pidato Trump di Arab Saudi pada bulan Mei 2017, di mana Trump menggambarkan Islam sebagai salah satu “agama besar dunia.” Singkatnya, menurut kantor Mahkamah Agung, Francisco salah bicara.

Sayangnya, Francisco salah bicara saat berada di dalam momentum yang menjadi perhatian publik. Warganet pengguna twitter banyak yang merundung Francisco.

“Pengacara yang membela kebijakan #MuslimBan milik Trump menutup argumennya dengan mengatakan Islam adalah negara besar. Bagaimana bisa orang bodoh ini mendapatkan jabatannya itu?” tulis @EdKrassen.

Sementara itu, akun @namirari menulis:

“Ketika seorang pengacara berargumen di depan SCOTUS (Supreme Court of The US) mengatakan Islam, agama dengan 1,6+ miliar pengikut di seluruh dunia, adalah negara yang hebat’. Anda tahu ada masalah literasi dasar dan orang ini harus menjadi orang terakhir yang memperdebatkan manfaat dari #MuslimBan.

Ya, “negara Islam” yang disebut oleh Noel Francisco memang hari ini tidak nyata, tetapi jikapun hari ini nyata, ia dan Trump tidak akan memujinya.

Penulis: Multazim Jamil

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Alfian Dituntut 3 Tahun Penjara, Pengacara: JPU Gunakan “Pasal Jaring”

JPU meyakini PDI-P mengalami kerugian yakni turunnya elektabilitas dalam Pilkada 2017 silam.

Jum'at, 27/04/2018 10:48 0

Suriah

Stadion Idlib Kembali Dibuka, Pertandingan Perdana Digelar

Pertandingan pada Rabu itu berakhir imbang, sekaligus ini sebagai perayaan atas dibukanya kembali stadion.

Jum'at, 27/04/2018 09:52 0

Irak

Bagaimana Iraq Perlakukan Tawanan Anak-anak ISIS Warga Asing?

Direktur Jenderal Kebutuhan Khusus di Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial sekaligus Sekretaris Komisi Tinggi untuk Anak-anak di Iraq, Dr Abeer Chalabi, mengatakan kepada harian Al-Sarq Al-Ausath bahwa pihaknya memberlakukan anak-anak ISIS, termasuk di antara warga asing, sebagai korban.

Jum'at, 27/04/2018 08:50 0

Palestina

Hamas Sambut Kedatangan Jenazah Dr Fadi dengan Upacara Militer

erakan Perlawanan Islam (Hamas) menyambut jenazah Dr. Fadi Muhammad Al-Batsh yang tiba di Jalur Gaza pada Kamis (26/04) dengan upacara militer. Proses pemakaman jenazah digelar hari itu juga.

Jum'at, 27/04/2018 07:45 0

Suriah

Serangan Rezim Assad ke Kamp Pengungsi Palestina Meningkat

"Banyak warga tidur di jalanan dan membutuhkan banyak obat. Hampir tidak ada air atau listrik ... penderitaan mereka tak tertahankan," ujarnya.

Jum'at, 27/04/2018 07:03 0

Palestina

Jenazah Dr Fadi Al Batsh Tiba di Jalur Gaza

Polisi membawa jenazah Fadi yang berada di dalam peti berbungkus berbendera Palestina di depan penjaga kehormatan sementara anggota keluarganya menangis.

Jum'at, 27/04/2018 06:21 0

Indonesia

ILF: Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada suatu persoalan yang mengusik hati umat Islam Indonesia dalam hal keadilan...

Kamis, 26/04/2018 22:50 0

Malaysia

PCOM: Pernyataan Menhan Israel Upaya Sudutkan DR Fadi Al Bahts

Ketua organisasi budaya Palestina ini menambahkan, jika komunitas internasional cukup serius, Lieberman seharusnya tidak boleh dibiarkan membuat pernyataan seperti itu. Sebab, Lieberman adalah orang yang sering memenjarakan orang seperti para penjahat perang pada umumnya.

Kamis, 26/04/2018 20:33 0

Indonesia

Syam Organizer Komitmen Datangkan Imam Palestina Meski Ada Kasus Kuala Lumpur

Kepergian ilmuwan Palestina DR Fadi Al Batsh dirasakan banyak pihak. Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus pada masalah Palestina dan Syam turut berduka atas tragedi pembunuhan yang menimpa ilmuwan penghafal Al-Quran itu.

Kamis, 26/04/2018 19:46 0

Malaysia

Selama Penerbangan, Putera Bungsu DR Fadi Al Batsh Tak Mau Digendong Ibunya

Faris melanjutkan, Muhammad sepanjang perjalanan apabila bersama ibu dia akan merajuk, namun bila ada lelaki dewasa memegangnya dia akan diamkan diri dan menyandar kepala tanda nyaman dan mengantuk.

Kamis, 26/04/2018 19:38 0

Close