... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesehatan Pulih, Khalifa Haftar Dikabarkan Pulang ke Libya

Foto: Komandan timur berbasis Libya, Khalifa Haftar di Benghazi, Libya, 14 Oktober 2017 [Foto / Esam Omran Al-Fetori / Reuters]

KIBLAT.NET, Tripoli- Setelah menjalani pengobatan, Khalifa Haftar akhirnya kembali ke Benghazi Timur, Libya. Mantan jenderal Libya itu sebelumnya dikabarkan mengalami stroke dan mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Paris.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, dari foto-foto dan video yang tersebar di media sosial pada Kamis (26/04/2018) memperlihatkan Haftar memberi hormat ketika turun dari jet pribadinya, ditemani sejumlah pejabat Tentara Nasional Libya (LNA).

Kedatangan Haftar disambut segerombolan pria berseragam dan memberikan pelukan dan mencium dahinya. Di antara yang ikut menyambut adalah kepada staffnya, Jenderal Abdel Razeq Nathouri yang selama dari upaya pembunuhan di luar Banghazi pada 18 April lalu.

“Saya dalam keadaan sehat,” ungkap Haftar dalam upacara penyambutan di Bandara Internasional Benina Benghazi.

Haftar digadang-gadang sebagai pemimpin Libya di masa depan. Sebelum dirawat di Paris, Haftar terlebih dulu dirawat di rumah sakit di Yordania. Mantan asisten Muammar Gaddafi itu pernah menetap di Amerika Serikat.

Ia kembali setelah 7 tahun di AS dan bergabung dengan pasukan revolusi yang didukung NATO untuk mengakhiri kekuasaan Gaddafi yang berlansung selama hampir empat dekade.

Setelah berhasil merebut Benghazi, kota terbesar kedua di Libya ia berjanji akan menguasai ibukota Tripoli yang terpisah sejak tahun 2014. Haftar mengklaim bahwa dirinya dapat membawa stabilitas ke Libya setelah bertahun-tahun konflik, membersihkan anggota OPEC dari kelompok bersenjata dan mengekang penyelundupan migran ke Eropa.

BACA JUGA  Serangan AS Terhadap Al-Qaidah di Libya Tuai Protes Warga

Sejumlah pihak yang pernah berhubungan dengannya mengatakan bahwa Haftar sebagai pria militer yang memecah belah Libya. Sedangkan beberapa pihak lainnya mengklaim bahwa dirinya dapat mengembalikan Libya ke dalam kekuasaan yang otoriter.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Wajah Kampung Akuarium Kini

Kondisi Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara

Jum'at, 27/04/2018 19:14 0

Indonesia

Pertemuan Tim 11 Tak Akan Berpengaruh Jika Tak Ada Kemauan dari Jokowi

Pertemuan Tim 11 tak akan berpengaruh jika tak ada kemauan dari Jokowi

Jum'at, 27/04/2018 18:00 0

Indonesia

MKKS SMA Surakarta Akui Kesalahan dalam Surat Edaran Solo Menari

MKKS SMA Surakarta Akui Kesalahan dalam Surat Edaran Acara Solo Menari

Jum'at, 27/04/2018 17:16 0

Indonesia

Anis Matta Bicara Pergantian “Sopir” di Indonesia Leaders Forum

"Kalau sopir itu tidak mampu, maka perlu adanya pergantian sopir. Sopir yang menggantikan itu adalah pemimpin yang menggunakan GPS dan mencari alternatif jalan hingga mencapai tujuan yang jelas," ungkapnya.

Jum'at, 27/04/2018 13:37 0

Opini

Konyol, Jaksa Pemerintah AS Sebut Islam Sebagai “Sebuah Negara Besar”

Rabu (25/04) waktu setempat, persidangan mengenai gugatan perintah eksekutif Muslim Ban kembali digelar. Ada satu kejadian yang memalukan, yang mungkin menjadi tamparan bagi pihak pemerintah AS.

Jum'at, 27/04/2018 11:20 0

Indonesia

Alfian Dituntut 3 Tahun Penjara, Pengacara: JPU Gunakan “Pasal Jaring”

JPU meyakini PDI-P mengalami kerugian yakni turunnya elektabilitas dalam Pilkada 2017 silam.

Jum'at, 27/04/2018 10:48 0

Indonesia

ILF: Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada suatu persoalan yang mengusik hati umat Islam Indonesia dalam hal keadilan...

Kamis, 26/04/2018 22:50 0

Indonesia

Syam Organizer Komitmen Datangkan Imam Palestina Meski Ada Kasus Kuala Lumpur

Kepergian ilmuwan Palestina DR Fadi Al Batsh dirasakan banyak pihak. Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus pada masalah Palestina dan Syam turut berduka atas tragedi pembunuhan yang menimpa ilmuwan penghafal Al-Quran itu.

Kamis, 26/04/2018 19:46 0

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Close