... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bagaimana Iraq Perlakukan Tawanan Anak-anak ISIS Warga Asing?

Foto: Anak Istri ISIS/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Baghdad – Pengadilan Pidana Iraq kembali menjatuhkan vonis mati dan penjara seumur hidup terhadap wanita warga asing anggota Daulah Islamiyah (ISIS) pada Kamis (26/04). Mereka dikenai undang-undang anti terorisme yang kerap dijadikan alat untuk menjerat warga Sunni.

Juru bicara Dewan Pengadilan Tinggi Iraqk, Abdul Sattar Bayraktar, menjelaskan bahwa pengadilan telah menjatuhkan vonis hukuman gantung terhadap lima warga negara asing. Dua dari mereka warga negara Azaerbaijan dan tiga sisanya warga Kyrgyzstan.

Sementara terdakwa lima lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup. Dua di antaranya warga negara Rusia , dua lainnya warga Azerbaijan dan satu sisanya warga negara Perancis.

Abdul Sattar menunjukkan, para terdakwa wanita itu telah terbukti bergabung ISIS dan sebagian ikut dalam operasi penyerangan terhadap pasukan keamanan Iraq. Mereka dijatuhi hukuman berdasarkan undang-undang anti terorisme pasal IV ayat 1.

Pemerintah Iraq sebelumnya juga memvonis sejumlah wanita asing yang ditangkap di wilayah ISIS saat militer melakukan penyerbuan. Beberapa di antara mereka sudah ada yang eksekusi dan sebagian masih menunggu pelaksanaan.

Menurut informasi, Baghdad menahan ratusan wanita ISIS. Mayoritas mereka ditangkap saat pembebasan kota Mosul. Pengadilan Iraq terus menggelar persidangan atas kasus mereka.

Bagaimana nasib anak-anak ISIS?

Direktur Jenderal Kebutuhan Khusus di Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial sekaligus Sekretaris Komisi Tinggi untuk Anak-anak di Iraq, Dr Abeer Chalabi, mengatakan kepada harian Al-Sarq Al-Ausath bahwa pihaknya memberlakukan anak-anak ISIS, termasuk di antara warga asing, sebagai korban.

BACA JUGA  Penjinak Bom Asal AS Tewas di Mosul, Irak

Dijelaskannya, di antara anak-anak yang ditangani lembaganya kedua orang tuanya warga negara Chechnya. Setelah semua informasi yang dikumpulkan melalui keluarga mengonfirmasi bawa mereka warga Chechnya, mereka dipulangkan ke asal negaranya. Presiden Chechnya telah mengirim delegasi untuk menjemput anak-anak itu.

Sementara anak-anak yang kedua orang tuanya anggota ISIS warga negara Perancis, dipulangkan melalui koordinasi dengan Kedutaan Perancis di Baghdad.

Adapun anak-anak ISIS warga lokal, imbuh Abdul Sattar, mayoritas mereka lahir dari ibu-ibu suku Yazidi. Mereka diperkosa sehingga hamil dan melahirkan anak. Pemerkosaan itu dilakukan karena ISIS menganggap wanita-wanita Yazidi sebagai budak.

Para pemuka Yazidi tidak membolehkan membunuh anak-anak itu dan harus dirawat. Namun sang ibu menolak anak-anak itu. Anak-anak malang itu pun nantinya ditempatkan di pantai asuhan yatim piatu, sebagaimana yang dijelaskan Abdul Sattar.

Sementara itu, sumber-sumber keamanan mengatakan bahwa saat ini sekitar 100 anak Jerman di Iraq sedang diperiksa DNA mereka untuk membuktikan hubungan kekeluargaan mereka dengan pemegang paspor Jerman.

Sebelumnya, pemerintah Iraq menampung sejumlah anak warga negara asing yang orang tuanya bergabung ISIS. Di antara mereka berasal dari Tajikistan dan Chechnya. Mereka kehilangan orang tua, baik karena tewas dalam pertempuran atau dieksekusi pemerintah Iraq.

Sumber: aawsat.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ILF: Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada suatu persoalan yang mengusik hati umat Islam Indonesia dalam hal keadilan...

Kamis, 26/04/2018 22:50 0

Indonesia

Syam Organizer Komitmen Datangkan Imam Palestina Meski Ada Kasus Kuala Lumpur

Kepergian ilmuwan Palestina DR Fadi Al Batsh dirasakan banyak pihak. Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus pada masalah Palestina dan Syam turut berduka atas tragedi pembunuhan yang menimpa ilmuwan penghafal Al-Quran itu.

Kamis, 26/04/2018 19:46 0

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Indonesia

Panja RUU Jabatan Hakim: Perlu Ada Perangkat untuk Cegah Perdagangan Hukum

Panja RUU Jabatan Hakim menyebut perlunya perangkat untuk mencegah parktik memperdagangkan hukum oleh hakim

Kamis, 26/04/2018 15:26 0

Indonesia

Pengamat: Kecil Kemungkinan Malaysia Bisa Tangkap Pembunuh Dr. Fadi

Kecil kemungkinan Malaysia bisa menangkap pembunuh Dr. Fadi

Kamis, 26/04/2018 14:49 0

Indonesia

Pria Indonesia Ini Mengaku Pernah 5 Kali Jadi Target Pembunuhan Israel

"Jadi kita perlu tahu bahwa para ilmuwan di tanah Palestina telah menjadi target pembantaian Zionis Israel, menambah kesedihan saudara-saudara kita di Palestina," lanjut pria yang saat ini tinggal di Gaza tersebut.

Kamis, 26/04/2018 14:20 0

Indonesia

Akan Ada Aksi Besar Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds

Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dan waktunya adalah pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat.

Kamis, 26/04/2018 12:56 0

Indonesia

Ratusan Ormas Bergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis

"Dan target kami adalah pembebasan Baitul Maqdis sampai titik darah penghabisan," kata pria yang akrab dengan sapaan UBN ini.

Kamis, 26/04/2018 12:40 0

Indonesia

Pengamat Intelijen Sebut Pembunuhan Ilmuwan Palestina Merupakan Pola Mossad

Pengamat Intelijen menyebut Mossad mengincar ilmuwan-ilmuwan yang dianggap sebagai ancaman Israel

Kamis, 26/04/2018 12:10 0

Close