... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

4 Alasan Taliban Umumkan Operasi Al Khandaq Lawan AS

Foto: Taliban pada Rabu (25/04/2018) medeklarasikan Operasi Jihad Al Khandaq

KIBLAT.NET, Kabul- Imarah Islam Afghanistan resmi mendeklarasikan operasi musim semi 2018. Operasi ini dinamakan Al Khandaq. Banyak alasan yang menyebabkan operasi ini akhirnya diluncurkan.

Taliban pada Rabu (25/04/2018) mengatakan bahwa alasan utama di balik dideklarasikannya operasi ini adalah sasaran serangan Amerika Serikat yang semakin liat. Korban sipil semakin meningkat, terlebih pasca serangan udara menyasar acara kelulusan di komplek madrasah tahfidz di Kunduz pada 2 April 2018 silam.

Selain itu masih ada pertimbangan lainnya. Berikut alasan Taliban mendeklarasikan Operasi Al Khandaq seperti dikutip dari laman Alemarah:

1. AS Serang Acara Kelulusan Madrasah Tahfidz

Tewasnya banyak para siswa hafidz Alquran akibat serangan AS saat acara kelulusan membuat Taliban terpukul. Pasalnya, korban tak hanya berasal dari para siswa saja melainkan juga keluarga yang menghadiri acara kelulusan, masyarakat setempat serta merusak masjid dan rumah-rumah di sekitar madrasah.

Taliban mengatakan,”Baik daratan dan kawasan udara kami dikuasai oleh pasukan penjajah asing. Kesucian agama kami dan orang-orang yang tak berdaya menjadi sasaran serangan. Tokoh agama, siswa penghafal Alquran, kepala suku dan penduduk Afghanistan mereka semua tewas. Perkotaan, pusat-pusat kesehatan, tempat-tempat suci, tanaman hijau dan perkebunan mekar rusak. Ribuan warga negara kami yang tak berdosa dipenjara dan pejabat boneka asing benar-benar tidak berdaya menghambat kebrutalan serangan dari Amerika ini. Alih-alih mereka bekerja sama dengan mereka dengan menyembunyikan kejahatan para tentara asing dalam banyak kasus.”

BACA JUGA  Kedudukan Hari Asyura dalam Islam

2. Penambahan Pasukan AS di Afghanistan

Taliban mengatakan, Amerika Serikat di bawah Pemerintahan Donald Trump menambahkan pasukan untuk ditempatkan di Afghanistan. Pasukan AS dikabarkan dilengkapi dengan senjata muktahir di Afghanistan.

“Selain mempertahankan okupasi yang tidak sah ini, strategi perang Trump diterapkan dengan kejam di desa-desa dan daerah pedesaan melawan warga Afghanistan yang tertindas selama sembilan bulan terakhir. Ribuan pasukan asing tambahan sedang dikerahkan di Afghanistan dan mereka dipasok dengan senjata baru dan otoritas militer yang lebih luas,”ungkap Taliban.

3. AS Menolak Nogoisasi Damai

Taliban mengatakan bahwa AS telah menutup pintu perdamaian dengan Taliban. Menurut mereka, AS lebih memilih memperpanjang perang ketimbang membuka jalan damai antara semua pihak.

Taliban mengungkapkan,”Keberadaan beberapa pangkalan Amerika yang dibentuk di bawah ‘Perjanjian Strategis’ antara penjajah Amerika dan rezim boneka di Kabul adalah alasan di mana Amerika menyabot semua peluang perdamaian dan memainkan peran penting dan menentukan dalam mengintensifkan dan memperpanjang perang yang sedang berlangsung di Afghanistan sementara menolak kebijakan Imarah Islam untuk negosiasi damai.”

4. Munculnya Tempat-tempat Tak Bermoral

Taliban juga menegaskan bahwa operasi ini disulut karena keberadaan AS di Afghanistan telah merusak moral masyarakat Afghanistan. Hal itu terjadi lantaran dibukanya tempat-tempat khusus untuk melakukan praktek dan perbuatan tak senonoh.

Taliban menambahkan,”Selain kejahatan yang berlangsung di daerah-daerah yang dikuasai oleh penjajah Amerika dan pemerintah boneka di Kabul, banyak sekali tempat-tempat rahasia yang diperuntukan untuk kegiatan tak bermoral, minuman alkohol, menayangkan film tak senonoh, ajakan untuk meninggalkan agama dan berbagai kegiatan lainnya yang masih berlangsung hingga saat ini.”

BACA JUGA  Dituduh Anggota ISIS, Empat Bersaudara Afghan Dibunuh Agen CIA

Sumber: Alemarah
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anis Matta Bicara Pergantian “Sopir” di Indonesia Leaders Forum

"Kalau sopir itu tidak mampu, maka perlu adanya pergantian sopir. Sopir yang menggantikan itu adalah pemimpin yang menggunakan GPS dan mencari alternatif jalan hingga mencapai tujuan yang jelas," ungkapnya.

Jum'at, 27/04/2018 13:37 0

Opini

Konyol, Jaksa Pemerintah AS Sebut Islam Sebagai “Sebuah Negara Besar”

Rabu (25/04) waktu setempat, persidangan mengenai gugatan perintah eksekutif Muslim Ban kembali digelar. Ada satu kejadian yang memalukan, yang mungkin menjadi tamparan bagi pihak pemerintah AS.

Jum'at, 27/04/2018 11:20 0

Indonesia

Alfian Dituntut 3 Tahun Penjara, Pengacara: JPU Gunakan “Pasal Jaring”

JPU meyakini PDI-P mengalami kerugian yakni turunnya elektabilitas dalam Pilkada 2017 silam.

Jum'at, 27/04/2018 10:48 0

Indonesia

ILF: Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ada suatu persoalan yang mengusik hati umat Islam Indonesia dalam hal keadilan...

Kamis, 26/04/2018 22:50 0

Indonesia

Syam Organizer Komitmen Datangkan Imam Palestina Meski Ada Kasus Kuala Lumpur

Kepergian ilmuwan Palestina DR Fadi Al Batsh dirasakan banyak pihak. Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yang fokus pada masalah Palestina dan Syam turut berduka atas tragedi pembunuhan yang menimpa ilmuwan penghafal Al-Quran itu.

Kamis, 26/04/2018 19:46 0

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Indonesia

Panja RUU Jabatan Hakim: Perlu Ada Perangkat untuk Cegah Perdagangan Hukum

Panja RUU Jabatan Hakim menyebut perlunya perangkat untuk mencegah parktik memperdagangkan hukum oleh hakim

Kamis, 26/04/2018 15:26 0

Indonesia

Pengamat: Kecil Kemungkinan Malaysia Bisa Tangkap Pembunuh Dr. Fadi

Kecil kemungkinan Malaysia bisa menangkap pembunuh Dr. Fadi

Kamis, 26/04/2018 14:49 0

Indonesia

Pria Indonesia Ini Mengaku Pernah 5 Kali Jadi Target Pembunuhan Israel

"Jadi kita perlu tahu bahwa para ilmuwan di tanah Palestina telah menjadi target pembantaian Zionis Israel, menambah kesedihan saudara-saudara kita di Palestina," lanjut pria yang saat ini tinggal di Gaza tersebut.

Kamis, 26/04/2018 14:20 0

Close