WhatsApp Naikkan Batas Usia Pengguna Eropa Menjadi 16 Tahun

KIBLAT.NET, Brussels – Layanan pesan populer WhatsApp yang dimiliki Facebook Inc, menaikkan usia minimum penggun dari 13 menjadi 16 tahun di Eropa. Hal ini dalam rangka mematuhi aturan privasi data baru yang mulai berlaku bulan depan.

Pengguna akan diminta untuk mengonfirmasi bahwa mereka setidaknya berusia 16 tahun dan menyetujui persyaratan layanan dan aturan privasi baru dalam beberapa minggu ke depan. Tetapi tidak jelas bagaimana WhatApp akan benar-benar memeriksa, mengingat bahwa aplikasi itu mengumpulkan data yang sangat terbatas pada penggunanya.

Facebook, yang memiliki kebijakan data terpisah, mengambil pendekatan yang berbeda untuk remaja berusia antara 13 dan 15 agar mematuhi Undang-undang Perlindungan Data Umum Eropa (GDPR).

GDPR adalah perombakan terbesar privasi online sejak kelahiran internet, memberi orang Eropa hak untuk mengetahui data apa yang disimpan pada mereka dan hak untuk menghapusnya.

Para pengguna di bawah usia tersebut diminta untuk mencalonkan orang tua atau wali yang memberikan izin bagi mereka untuk berbagi informasi di platform. Jika tidak, mereka tidak akan melihat versi platform media sosial yang sepenuhnya dipersonalisasi.

Menurut Facebook, WhatsApp yang memiliki lebih dari 1,5 miliar pengguna pada bulan Januari, mengatakan dalam posting blog tidak meminta hak baru untuk mengumpulkan informasi pribadi dalam perjanjian yang telah dibuat untuk Uni Eropa.

“Tujuan kami hanyalah menjelaskan bagaimana kami menggunakan dan melindungi informasi terbatas yang kami miliki tentang Anda,” katanya.

WhatsApp yang didirikan pada tahun 2009, telah mendapat tekanan dari beberapa pemerintah Eropa dalam beberapa tahun terakhir karena sistem pesan terenkripsi end-to-end dan rencananya untuk berbagi lebih banyak data dengan induknya, Facebook.

Facebook sendiri berada di bawah pengawasan dari regulator dan pembuat undang-undang di seluruh dunia sejak terungkap bulan lalu bahwa informasi pribadi jutaan pengguna berakhir di tangan konsultan politik Cambridge Analytica, yang memicu kekhawatiran yang lebih luas tentang bagaimana menangani data pengguna.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat