Tiga Anggota Koalisi Nasional Oposisi Suriah Mundur, Ada Apa?

KIBLAT.NET, Damaskus – Tiga anggota terkemuka Koalisi Nasional Oposisi Suriah, Rabu (25/04), mengumumkan mengundurkan diri dari aliansi oposisi yang ingin mengubah Suriah menjadi negara demokrasi itu. Mereka beralasan, koalisi oposisi itu sudah tidak komitmen pada prinsip-prinsip revolusi Suriah dan saat ini menyelaraskan jalan politik dengan jalan yang diinginkan Rusia, yang berupaya membangun kembali rezim Assad.

Tiga tokoh oposisi politik itu, George Sabra, Khalid Khoja (anggota Otoritas Umum Koalisi) dan Suheir al-Atassi (anggota koalisi oposisi nasional). Pengumuman itu mereka rilis di akun pribadi di media sosial secara terpisah.

Al-Atassi mengungkapkan alasan dirinya mundur karena jalan politik yang ditembuh Koalisi Nasional Oposisi untuk solusi Suriah sejalan dengan upaya politik Rusia yang bertujuan mengembalikan kembali rezim Assad dan penjahat perang. Solusi itu mengedepankan berbagai kekuasaan dan keuntungan pribadi, kekuatan tertentu dan negara. Selain itu, lembaga-lembaga yang dibentuk oposisi saat ini telah runtuh dan sudah tidak memiliki peran.

Pada bagiannya, George Sabra mengatakan bahwa alasan dirinya keluar karena Koalisi Nasional Oposisi sudah tidak seperti awal dibentuk. Lembaga itu sudah tidak menghormati kesepakatan dan keputusan bersama. Lebih dari itu, lanjutnya, Koalisi Nasional Oposisi saat ini tidak komitmen dengan keinginan anggota dan pandangan independen nasional dan terjadi perbedaan pandangan tajam antara devisi-devisi yang ada.

Sementara Khoja mengatakan bahwa alasan dirinya mundur seperti alasan Sabra dan Al-Attasi. “Namun kami telah berjanji terus bekerja di luar lembaga Koalisi sampai tercapainya tujuan revolusi Suriah,” kata Khoja.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Koalisi Nasional Oposisi Suriah dibentuk pada tahun 2012. Lembaga oposisi ini dipimpin Abdurrahman Mustafa, yang baru menjabat setelah pemimpin sebelumnya, Riad Seif, mengundurkan diri.

Lembaga ini aktif bekerja di Turki untuk menggelar lobi-lobi dan diplomasi. Yang bergabung di dalamnya dari bergagai latar belakang pemikiran dan agama. Keputusan dan apa yang mereka lakukan kerap bertolak belakang dengan keinginan kelompok-kelompok oposisi yang mengangkat senjata.

Sumber: aawsat.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat