... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tentara Afghanistan yang Kabur saat Dilatih AS Masih Tinggi

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Pertahanan AS baru-baru ini merilis laporan bahwa per-Februari 2018, sembilan dari 150 lebih tentara Afghan yang mengikuti program latihan militer di AS yang telah dinyatakan hilang atau meninggalkan tugas tanpa ijin belum diketahui nasibnya. Dalam dunia pendidikan militer, meninggalkan tugas tanpa ijin dikenal dengan istilah AWOL (absent without leave).

Rasio AWOL di kalangan tentara Afghan di AS mencapai 6 persen. Angka tersebut merupakan tertinggi dibandingkan dengan rasio AWOL negara-negara lain di AS yang hanya mencapai 0,07 persen atau hampir tidak ada. Demikian menurut data versi Inspektorat Jenderal yang khusus menangani program rekonstruksi Afghanistan (SIGAR).

Data AWOL tentara asing di AS itu diserahkan kepada senator Partai Demokrat, Claire McCaskill, yang saat ini menjadi anggota Komite DPR AS yang mengurusi masalah Keamanan Dalam Negeri & Urusan Pemerintahan.

Dalam satu rilis media, McCaskill mengatakan 11 peserta training militer tentara Afghan yang AWOL berasal dari kamp pelatihan di Fort Leonard Wood, di negara bagian Missouri. Missouri merupakan daerah asal sekaligus dapil pemilu legislatif McCaskill.

Dalam laporan SIGAR edisi Oktober 2017, tren banyaknya personil militer Afghan yang kabur meninggalkan tugas sudah menjadi fenomena yang biasa. “Kami menemukan bahwa hampir setengah dari jumlah keseluruhan peserta latihan militer negara asing yang AWOL di AS sejak 2005 berasal dari Afghanistan (yaitu 152 dari 320 orang),” tulis laporan tersebut.

BACA JUGA  Kabul Bebaskan Anggota Taliban, Termasuk Komandan

Sebagian besar kasus AWOL justru terjadi pada perwira-perwira setingkat kompi berpangkat letnan maupun kapten. Mengingat peran kunci para perwira itu dalam memimpin anak buahnya di tingkat bintara atau NCO (Non Commissioned Officer), maka SIGAR menganggap tren disersi ini sangat memprihatinkan.

Di samping itu, SIGAR juga menemukan jumlah kasus AWOL di kalangan personil militer Afghan terus meningkat sejak 2015. Banyaknya kasus AWOL ini tentu akan mendegradasi kesiap-siagaan operasional tentara nasional Afghan (ANDSF), sekaligus akan menurunkan moral peserta lainnya. Implikasinya akan sangat berisiko bagi keamanan Amerika Serikat.

Ketika McCaskill menyinggung soal keamanan warga negara AS, laporan SIGAR menemukan fakta bahwa para peserta pelatihan asal Afghan yang berpotensi AWOL sudah kembali pulang bersamaan dengan periode tahun-tahun di mana resiko pertempuran berada di level tinggi.

Sebagai contoh, kasus AWOL secara khusus sangat tinggi di tahun 2009 yang pada saat itu “kebetulan” jumlah tentara & polisi Afghan yang tewas akibat pertempuran meningkat 50 persen.

Di antara kendala yang dihadapi dalam upaya melacak peserta latihan yang AWOL asal Afghanistan adalah terbatasnya prosedur pemeriksaan visa mereka. Hal itu membuat upaya melokalisir posisi mereka semakin sulit.

Dalam suratnya yang dikirim kepada bagian Imigrasi & Bea Cukai Departemen Keamanan Dalam Negeri, McCaskill kembali meminta jawaban atas pertanyaan “apa yang sudah dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antar bagian dalam rangka mengurangi resiko kasus AWOL dan (juga) untuk mendeteksi lokasi mereka”.

BACA JUGA  Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

Sumber: Army Times
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Di Balik Pertemuan Alumni 212 dan Presiden Jokowi di Bogor

Pertemuan Tim 11 ulama Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Ahad (22/04/2018) berlangsung tertutup. Banyak hal yang dipertanyakan, mulai dari proses hingga dialog yang terjadi antara kedua belah pihak.

Rabu, 25/04/2018 22:05 0

Indonesia

Apakah Pertemuan dengan Jokowi Terkait Dukungan Politik? Ini Jawaban Tim 11

Tim 11 Ulama Alumni 212 menjawab pertanyaan publik seputar dugaan adanya kesepakatan dukungan politik

Rabu, 25/04/2018 17:27 1

Editorial

Editorial: Ilmuwan yang Bikin Musuh Ketakutan

Temuannya itulah barangkali yang membuat Menteri Israel Avigdor Lieberman harus bikin pernyataan di media bahwa “Dr Fadi ialah pakar roket, bukan orang suci.” Pernyataan itu menyadarkan bahwa semakin tinggi kapasitas keilmuan kita, semakin membuat gentar musuh kita.

Rabu, 25/04/2018 17:17 0

Indonesia

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Rabu, 25/04/2018 16:55 0

Indonesia

Ilmuwan Palestina Dibunuh, UBN Minta Pemerintah Waspadai Agen Asing

Ketua Umum Spirit Of Al-Aqsha (SOA) Ustadz Bachtiar Nasir meminta pemerintah mewaspadai agen asing yang datang ke Indonesia pasca pembunuhan ilmuwan Palestina Dr. Fadi Al Batsh di Malaysia.

Rabu, 25/04/2018 13:52 0

Indonesia

Pakar Sejarah: Islamofobia Fenomena yang Diciptakan Agar Manusia Takut Islam

Islamofobia diciptakan agar manusia takut kepada Islam

Rabu, 25/04/2018 11:16 0

Indonesia

Bahas Politik di Masjid Dipersoalkan, Sekjen MUI: Itu Diskriminatif

“Kenapa gereja tidak dipermasalahkan, kenapa kalau orang Islam ditegur?" sambung pria yang menjadi salah satu petinggi Muhammadiyah ini.

Rabu, 25/04/2018 11:04 0

Indonesia

Koalisi Pembebasan Al-Quds Berduka Atas Tewasnya Dr Fadi Al Batsh

Koalisi Pembebasan Al-Quds (KPA) mengaku turut berduka atas pembunuhan sadir yang menimpa ilmuan asal Palestina, Dr Fadi Al Batsh. Ia tewas mengenaskan, setelah 14 peluru menghujam tubuhnya saat menuju masjid untuk menunaikan shalat Subuh di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selasa, 24/04/2018 22:19 0

Indonesia

MUI Kutuk Pembunuhan Sadis Ilmuwan Palestina di Malaysia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras pembunuhan ilmuan asal Palestina, Dr Fadi Al-Batsh. Hal itu ditegaskan oleh Sekertaris Jenderal MUI, Anwar Abbas.

Selasa, 24/04/2018 22:03 0

Indonesia

Sekjen MUI: Tak Ada Larangan Bicara Politik di Masjid

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan bahwa umat Islam tidak dilarang untuk membahas politik di Masjid. Ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang menjadi petunjuk bagi manusia terhadap seluruh sisi kehidupan.

Selasa, 24/04/2018 21:37 0

Close