... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Senjata Bantuan UEA untuk Tentara Somalia Berakhir di Lapak

KIBLAT.NET, Mogadishu – Sedikitnya 600 pucuk senjata dicuri pekan lalu dari kamp pelatihan militer yang dikelola oleh Uni Emirat Arab (UEA) di ibukota Somalia, Mogadishu. Saat ini, ratusan senjata ringan itu berada di etalase-etalase pedagang senjata di ibukota Somalia.

Tiga pedagang senjata di Mogadishu mengungkapkan kepada Reuters pada Rabu (25/04), anggota Tentara Nasional Somalia yang ikut dalam program latihan militer di kamp UEA yang mencuri senjata tersebut. Di antara senjata itu, senapan serbu Kalashnikov dan tiruannya buatan Cina. Ketiga pedagang itu selaras mengatakan bahwa mereka membelinya dari tentara Somlia.

Para pedagang menunjukkan bahwa senjata-senjata itu milik tentara Somalia dengan melihatkan tanda bertuliskan huruf “S atau XDS” di setiap senjata. Tanda itu telah disepakati oleh Somalia dan UEA sebelum program dijalankan.

“Senjata-senjata itu khusus untuk Tentara Nasional Somalia, yang dibagikan di kamp pelatihan militer UEA. Oleh karenanya memiliki tanda khusus,” kata pedangan yang tidak ingin disebutkan namanya itu kepada Reuters.

Seorang pedagang lain, Jami Ali, mengungkapkan bahwa senjata yang dijarah antara 600-700 senjata. Mayoritas senjata AK-47 dan jenis lainnya.

Dia menjelaskan, hanya mengeluarkan uang sebesar 600 dolar untuk satu senjata Kalashnikov. Harga ini jauh lebih murah dari harga pasaran di Mogadishu yang mencapai 1.350 dolar. Dia berniat menjualnya kembali 1.000 dolar.

“Hari terbaik untuk berdagang adalah ketika ada pertempuran di dalam pemerintahan. Harga senjata dan amunisi pasti naik tajam, ” ujar salah satu pedangan rekan Ali.

Para pedagang mengatakan bahwa tentara yang dilatih oleh UAE telah mulai mencuri senjata dari kamp UEA setelah program itu resmi dibatalkan. Tentara menjual senjata-sejata itu langsung ke pedagang atau melalui perantara.

Tampaknya, penjarahan terjadi pada saat UEA tengah mengevakuasi barang-barangnya dari kamp pelatihan militer itu.

Seorang petugas di Pelabuhan Mogadishu mengatakan bahwa kapal UEA pada Ahad malam lalu berlabuh di pelabuhan. Kapal tersebut mengangkut barang-barang dari kamp pelatihan UEA. Di antara senjata yang terlihat, puluhan kendaraan lapis baja, ratusan mobil dan senjata anti udara.

Pada Senin lalu, terjadi baku tembak di kamp militer UEA di mana saat itu masih dihuni sebagian tentara. Tentara-tentara yang ikut program UEA kabur dengan membawa sebanyak mungkin senjata sebelum kelompok lain menguasainya.

Warga di dekat kamp mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat tentara yang dilatih oleh UAE mencabut seragam militer dan melarikan kamp dengan tiga kendaraan serta membawa senjata.

Wartawan Reuters di Mogadishu melaporkan, setelah 90 terjadi baku tembak di kamp, pasukan penjaga presiden berhasil ke lokasi dan mengamankannya.

Kepala militer Somalia, Jenderal Abdul Wali Jammer Gourd, mengatakan bahwa beberapa tentara yang melakukan pencurian itu berhasil diamankan.

“Unsur-unsur yang ditangkap berada di tangan angkatan bersenjata dan mereka akan menerima hukuman yang telah mereka lakukan,” katanya seperti dikutip oleh Kantor Berita Nasional Somalia.

Baca halaman selanjutnya: Ketegangan Somalia-UEA Dampak...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Indonesia

Panja RUU Jabatan Hakim: Perlu Ada Perangkat untuk Cegah Perdagangan Hukum

Panja RUU Jabatan Hakim menyebut perlunya perangkat untuk mencegah parktik memperdagangkan hukum oleh hakim

Kamis, 26/04/2018 15:26 0

Indonesia

Pengamat: Kecil Kemungkinan Malaysia Bisa Tangkap Pembunuh Dr. Fadi

Kecil kemungkinan Malaysia bisa menangkap pembunuh Dr. Fadi

Kamis, 26/04/2018 14:49 0

Indonesia

Pria Indonesia Ini Mengaku Pernah 5 Kali Jadi Target Pembunuhan Israel

"Jadi kita perlu tahu bahwa para ilmuwan di tanah Palestina telah menjadi target pembantaian Zionis Israel, menambah kesedihan saudara-saudara kita di Palestina," lanjut pria yang saat ini tinggal di Gaza tersebut.

Kamis, 26/04/2018 14:20 0

Indonesia

Akan Ada Aksi Besar Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds

Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dan waktunya adalah pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat.

Kamis, 26/04/2018 12:56 0

Indonesia

Ratusan Ormas Bergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis

"Dan target kami adalah pembebasan Baitul Maqdis sampai titik darah penghabisan," kata pria yang akrab dengan sapaan UBN ini.

Kamis, 26/04/2018 12:40 0

Indonesia

Pengamat Intelijen Sebut Pembunuhan Ilmuwan Palestina Merupakan Pola Mossad

Pengamat Intelijen menyebut Mossad mengincar ilmuwan-ilmuwan yang dianggap sebagai ancaman Israel

Kamis, 26/04/2018 12:10 0

Opini

Jalan Panjang Menuju Rekonsiliasi di Pattani, Thailand Selatan

Meski telah diadakan berbagai usaha mencari jalan penyelesaian menuju rekonsiliasi di Pattani, sulit bagi penduduk Pattani saat ini untuk mengharapkan terjadinya rekonsiliasi dan perdamaian di sana

Kamis, 26/04/2018 12:07 0

Indonesia

Dinas Kebudayaan Gelar Acara ‘Solo Menari’, Begini Respon DSKS

Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta berencana mengadakan acara 'Solo Menari' pada Ahad (29/04/2018).

Kamis, 26/04/2018 11:35 0

Close