... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Akan Bekali Rezim Assad Sistem Pertahanan Udara S-300

Foto: Sistem pertahanan udara S-300 Rusia

KIBLAT.NET, Moskow – Pemerintah Rusia, Rabu (25/04), menyatakan berniat menyerahkan sistem pertahanan udara S-300 kepada rezim Bashar Assad. Departemen Pertahanan Rusia mengatakan bahwa keinginan itu akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Menurut sumber resmi Rusia, tentara Suriah telah memiliki banyak sistem pertahanan udara, termasuk buatan Soviet dan jenis Bantseir Rusia yang lebih modern.

Kantor berita Al-Jazeera, melansir laporan wartawannya di Moskow, mengatakan bahwa para pejabat militer Rusia menafikan kabar yang menyebut pihaknya telah mengirim senjata anti udara S-300 ke Suriah bulan lalu.

Bantahan ini muncul setelah pernyataan duta besar Suriah di Rusia, Riad Haddad, yang mengatakan bahwa negaranya, bulan lalu, menerima sistem pertahanan udara “S-300”.

Banyak sumber yang dilansir Al-Jazeera mengungkapkan bahwa bahwa keputusan Rusia membekali Suriah dengan sistem “S-300” itu merupakan keputusan politik yang belum disepakati. Sementara sumber militer menunjukkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin secara eksklusif berwenang untuk menentukan keputusan ini.

Rusia terakhir menjual S-300 kepada Iran melalui kesepakatan yang ditandangani pada 2016. Moskow kemudian menghentikan produksi senjata itu karena ingin mengembangkannya lebih canggih, seperti S-400 atau S-500. Senjaga-senjata yang dikembangkan itu hanya untuk dipakai sendiri dan belum dikomersilkan.

Terkait biaya yang akan dikeluarkan Suriah untuk S-300, wartawan Al-Jazeera di Moskow mengatakan bahwa senjata itu diberikan cuma-cuma.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa negaranya tidak lagi terikat oleh “kewajiban moral” untuk membekali tentara rezim Suriah dengan sistem pertahanan rudal S-300. Pernyataan itu dikeluarkan setelah aliansi tiga negara (Amerika-Inggris-Perancis) menyerang rezim Assad awal bulan ini.

Dalam konteks serangan tiga negara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan bahwa AS mengunakan rudal “Tomahawk” dan rudal permukaan lainnya yang ditembakkan dan tidak meledak. Rudal itu telah diangkut ke Rusia untuk diselidiki dan menjadi bahan kajian mempercanggih senjata Rusia.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Bola Pingpong 212

Belum sempat isu pengadaan plastik sembako Presiden senilai Rp 3 miliar mengembang, muncul berita baru. Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh yang menamakan diri sebagai Tim 11 Alumni 212.

Kamis, 26/04/2018 10:20 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Dosa Inggris kepada Umat Islam

KIBLAT.NET – Ust. Abu Rusydan: Dosa Inggris kepada Umat Islam. Sejarah telah mencatat, bahwa Inggris...

Kamis, 26/04/2018 09:44 0

Indonesia

Di Balik Pertemuan Alumni 212 dan Presiden Jokowi di Bogor

Pertemuan Tim 11 ulama Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Ahad (22/04/2018) berlangsung tertutup. Banyak hal yang dipertanyakan, mulai dari proses hingga dialog yang terjadi antara kedua belah pihak.

Rabu, 25/04/2018 22:05 0

Indonesia

Apakah Pertemuan dengan Jokowi Terkait Dukungan Politik? Ini Jawaban Tim 11

Tim 11 Ulama Alumni 212 menjawab pertanyaan publik seputar dugaan adanya kesepakatan dukungan politik

Rabu, 25/04/2018 17:27 1

Editorial

Editorial: Ilmuwan yang Bikin Musuh Ketakutan

Temuannya itulah barangkali yang membuat Menteri Israel Avigdor Lieberman harus bikin pernyataan di media bahwa “Dr Fadi ialah pakar roket, bukan orang suci.” Pernyataan itu menyadarkan bahwa semakin tinggi kapasitas keilmuan kita, semakin membuat gentar musuh kita.

Rabu, 25/04/2018 17:17 0

Indonesia

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Rabu, 25/04/2018 16:55 0

Indonesia

Ilmuwan Palestina Dibunuh, UBN Minta Pemerintah Waspadai Agen Asing

Ketua Umum Spirit Of Al-Aqsha (SOA) Ustadz Bachtiar Nasir meminta pemerintah mewaspadai agen asing yang datang ke Indonesia pasca pembunuhan ilmuwan Palestina Dr. Fadi Al Batsh di Malaysia.

Rabu, 25/04/2018 13:52 0

Indonesia

Pakar Sejarah: Islamofobia Fenomena yang Diciptakan Agar Manusia Takut Islam

Islamofobia diciptakan agar manusia takut kepada Islam

Rabu, 25/04/2018 11:16 0

Indonesia

Bahas Politik di Masjid Dipersoalkan, Sekjen MUI: Itu Diskriminatif

“Kenapa gereja tidak dipermasalahkan, kenapa kalau orang Islam ditegur?" sambung pria yang menjadi salah satu petinggi Muhammadiyah ini.

Rabu, 25/04/2018 11:04 0

Indonesia

Koalisi Pembebasan Al-Quds Berduka Atas Tewasnya Dr Fadi Al Batsh

Koalisi Pembebasan Al-Quds (KPA) mengaku turut berduka atas pembunuhan sadir yang menimpa ilmuan asal Palestina, Dr Fadi Al Batsh. Ia tewas mengenaskan, setelah 14 peluru menghujam tubuhnya saat menuju masjid untuk menunaikan shalat Subuh di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selasa, 24/04/2018 22:19 0

Close