Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

KIBLAT.NET, Jakarta – Pembunuhan Dr. Fadi Al Batsh yang diduga kuat dilakukan oleh agen Mossad dinilai sebagai bentuk ketakutan Israel.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Politik Hukum dan HAM, Al Muzzammil Yusuf. Latar belakang Dr. Fadi Al-Batsh yang merupakan pakar elektro menjadi alasan pembunuhannya.

“Yang bersangkutan ini doktor elektro lulusan dari Malaysia, dan Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam,” katanya kepada Kiblat.net di Hotel Bidakara, Jakarta pada Rabu (25/04/2018).

Izzudin Al-Qassam merupakan kesatuan khusus dalam barisan militer kelompok pejuang Hamas. Selama ini mereka berbasis di wilayah Gaza.

Al Muzzammil menyebutkan kasus pembunuhan Dr. Fadi menunjukkan bahwa Israel melakukan pemantauan khusus ke kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia sebagai negara muslim terbesar harus meningkatkan kewaspadaan.

“Ini tentu harus menjadi kewaspadaan bagi kita,” tuturnya.

Anggota Komisi II DPR itu juga mengingatkan pentingnya jaminan keamanan bagi para imam asal Palestina yang kerap didatangkan ke Indonesia. Momentum itu biasanya datang ketika memasuki bulan Ramadhan.

“Karena kasus di Malaysia sampai kepada eksekusi, kita waspadai keamanan (imam) tamu-tamu kita, apalagi Ramadhan biasanya datang ke kita,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat