... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ditembak Israel, Jurnalis Palestina Meninggal di Rumah Sakit

Foto: Orang-orang tampak sedih ketika tubuh Hussein tiba di rumah sakit di Jalur Gaza utara (foto: Mohammed Salem/Reuters)

KIBLAT.NET, Yerusalem- Lagi-lagi, peluru Israel memakan korban jiwa dari kalangan wartawan Palestina. Korban bernama Ahmad Abu Hussein, ia mengalami luka parah setelah ditembak oleh pasukan Israel saat meliput aksi protes di perbatasan Gaza awal bulan ini.

Tembakan telah menyebabkan luka parah di bagian perut korban. Insiden terjadi saat protes massa tengah berlangsung di Jabaliya pada 13 April 2018. Hussein adalah wartawan kedua yang tewas di tangan tentara Israel sejak dimulainya aksi protes “Great March of Return” yang menyerukan hak pulang bagi pengungsi Palestina pada 30 Maret 2018.

Menurut keterangan juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qudra, Hussein meninggal pada Rabu (25/04/2018) di rumah sakit Tel Hashomer, dekat Tel Aviv, Israel. Sehari kemudian, jasadnya tiba di rumah sakit Al Andalusi di Jalur Gaza.

Pasca insiden, Hussein mendapat perawatan di Gaza sebelum dipindahkan ke rumah sakit di Ramallah pada 15 April dan empat hari kemudian ia dipindahkan ke Tel Hashomer.

Hussein (25 tahun) merupakan seorang fotografer untuk stasiun radio Voice of the People yang berbasis di Gaza. Saat ditembak, Hussein mengenakan rompi pelindung bertanda “PRESS”.

“Alat pelindung yang jelas menunjukkan individu sebagai anggota pers seharusnya mereka diberi perlindungan ekstra bukan menjadikan mereka sasaran,” kata Sherif Mansour, koordinator program Timur Tengah dan Afrika Utara untuk Komite Perlindungan Wartawan.

BACA JUGA  Israel Tangkap Khatib Jumat Masjid Al-Aqsha

“Kematian Ahmed Abu Hussein menggarisbawahi perlunya otoritas Israel untuk segera meneliti kebijakan terhadap wartawan yang meliput protes dan mengambil tindakan langsung yang efektif,” tegasnya.

Sebelumnya, Yaser Murtaja, seorang fotografer dengan agensi Ain Media yang bermarkas di Gaza, meninggal pada 7 April akibat luka yang dideritanya saat ditembak oleh pasukan Israel pada hari sebelumnya.

Murtaja (30 tahun) mengalami luka di perut meskipun ia juga mengenakan jaket antipeluru biru yang ditandai dengan kata “PRESS” saat meliput protes di Khuza’a di selatan Jalur Gaza.

Sebagaimana diketahui, setiap Jumat, warga di Jalur Gaza berkumpul, membakar ban dan melempari batu ke wilayah perbatasan. Protes massal itu untuk menyerukan hak pulang bagi pengungsi Palestina. Aksi ini diselenggarakan selama enam pekan setelah diawali dengan Land Day.

Land Day diperingati sebagai sejarah kelam bagi Palestina. Di mana enam warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel setelah memprotes penyitaan pemerintah atas tanah Palestina pada 30 Maret 1976 dan aksi ini berakhir pada 15 Mei.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Palestina, PKS Minta Pemerintah Indonesia Tiru Malaysia

PKS mendesak pemerintah untuk memberikan beasiswa bagi pelajar Palestina

Kamis, 26/04/2018 16:43 0

Indonesia

Pembunuhan Dr. Fadi Dinilai Bentuk Ketakutan Israel

"Israel takut nanti yang bersangkutan bagian dari tim pengembangan persenjataan Izuddin Al-Qasam"

Kamis, 26/04/2018 16:28 0

Indonesia

Panja RUU Jabatan Hakim: Perlu Ada Perangkat untuk Cegah Perdagangan Hukum

Panja RUU Jabatan Hakim menyebut perlunya perangkat untuk mencegah parktik memperdagangkan hukum oleh hakim

Kamis, 26/04/2018 15:26 0

Indonesia

Pengamat: Kecil Kemungkinan Malaysia Bisa Tangkap Pembunuh Dr. Fadi

Kecil kemungkinan Malaysia bisa menangkap pembunuh Dr. Fadi

Kamis, 26/04/2018 14:49 0

Indonesia

Pria Indonesia Ini Mengaku Pernah 5 Kali Jadi Target Pembunuhan Israel

"Jadi kita perlu tahu bahwa para ilmuwan di tanah Palestina telah menjadi target pembantaian Zionis Israel, menambah kesedihan saudara-saudara kita di Palestina," lanjut pria yang saat ini tinggal di Gaza tersebut.

Kamis, 26/04/2018 14:20 0

Indonesia

Akan Ada Aksi Besar Tolak Pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds

Titik kumpul akan berada di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dan waktunya adalah pukul 10.00 WIB hingga shalat Jumat.

Kamis, 26/04/2018 12:56 0

Indonesia

Ratusan Ormas Bergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis

"Dan target kami adalah pembebasan Baitul Maqdis sampai titik darah penghabisan," kata pria yang akrab dengan sapaan UBN ini.

Kamis, 26/04/2018 12:40 0

Indonesia

Pengamat Intelijen Sebut Pembunuhan Ilmuwan Palestina Merupakan Pola Mossad

Pengamat Intelijen menyebut Mossad mengincar ilmuwan-ilmuwan yang dianggap sebagai ancaman Israel

Kamis, 26/04/2018 12:10 0

Opini

Jalan Panjang Menuju Rekonsiliasi di Pattani, Thailand Selatan

Meski telah diadakan berbagai usaha mencari jalan penyelesaian menuju rekonsiliasi di Pattani, sulit bagi penduduk Pattani saat ini untuk mengharapkan terjadinya rekonsiliasi dan perdamaian di sana

Kamis, 26/04/2018 12:07 0

Indonesia

Dinas Kebudayaan Gelar Acara ‘Solo Menari’, Begini Respon DSKS

Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta berencana mengadakan acara 'Solo Menari' pada Ahad (29/04/2018).

Kamis, 26/04/2018 11:35 0

Close