... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisah di Balik Gelar Doktoral Fadi Al Batsh dan Kesetiaan Sang Istri

Foto: Enas Al Batsh (31 tahun) berbicara di hadapan media untuk pertama kalinya sejak suaminya meninggal pada Selasa malam (24/04/2018).

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur- Jasad Dr Fadi Al Batsh ilmuawan Palestina yang tewas dalam insiden penembakan di Kuala Lumpur, Malaysia akhirnya dipulangkan malam ini Rabu (25/04/2018) ke Gaza melewati Mesir. Pemulangan akan didampingi langsung oleh sang Istri dan anak-anaknya, Enas Al Batsh (31 tahun).

Mengenakan jilbab biru, Selasa malam (24/04/2018) Enas berbicara di hadapan media untuk pertama kalinya sejak suaminya meninggal. Dari wajahnya tampak masih diselimuti kesedihan. Namun ia tetap tegar dan menerima kepergian suami tercinta.

Enas mengaku telah tujuh tahun mendampingi almarhum Dr Fadi Al Batsh di Malaysia. Setelah ini, ia dan ketiga anaknya akan kembali ke Palestina dan tinggal di sana untuk seterusnya.

Mengenang sang suami, Enas mengatakan bahwa Dr Fadi adalah sosok yang sangat semangat dalam menimba ilmu. Bahkan dirinya selalu dimotivasi dan diminta agar dapat melanjutkan studi hingga mendapatkan gelar akademik tertinggi layaknya sang suami.

Enas mengatakan bahwa dirinya akan menghormati keinginan suaminya itu. Melalui seorang penerjemah, Enas mengungkapkan bahwa dia telah mendaftar untuk program PhD di Fakultas Pendidikan Universitas Malaya dan akan melanjutkan studinya secara online dari Palestina.

“Saya masih ingat pesan suami saya,’Kamu telah sabar menantiku hingga program PhD-ku selesai, dan aku akan menunggumu hingga engkau melanjutkan program PhD’. Dia sangat gigih memotivasi saya agar melanjutkan program studi,” ungkapnya kepada awak media Selasa malam.

BACA JUGA  Marak Kecelakaan Akibat Pemabuk, Malaysia Didesak Bekukan Izin Miras

Tak cuma itu, demi menghormati sang suami ia berjanji untuk menghidupi dan mendidik anak-anaknya. Dari pernikahannya dengan Dr Fadi, Enas telah melahirkan seorang putra bernama Mohammed (1 tahun) dan dua orang putri, Doaa (6 tahun) dan Aseel (4 tahun).

Cukup banyak yang Enas ceritakan malam itu. Suaranya pun masih diwarnai kesedihan. Menjelang insiden mengenaskan itu, Dr Fadi sempat mengajak Enas untuk pergi berlibur di suatu tempat di Malaysia. Namun semua itu batal terwujud. Lantaran sosok yang mendampingi dirinya kini telah tiada.

Bagi Enas, Dr Fadi adalah seorang pria yang sangat baik dan selalu berpikir positif dalam menjalani segalanya. Adik iparnya, Ramy Al Batsh pun juga mengungkapkan, sosok mendiang kakaknya adalah orang yang luar biasa dan baik hati.

Diceritakan, Dr Fadi sangat senang berdakwah dan mengajarkan ilmunya ke siapa saja. “Dia adalah orang yang optimis yang senang mengajarkan ilmunya ke pada orang-orang sekitarnya,” timbal Enas.

Ramy sangat marah kepada pelaku pembunuh saudara laki-lakinya itu. “Pelakunya harus dibawa ke pengadilan dan menghadapi hukuman terburuk,” katanya. Ia menambahkan, selain hafiz Alquran, Dr Fadi adalah pria yang sangat disayangi oleh orang banyak.

“Saya tak percaya bahwa dia telah menyakiti orang lain sehingga menyebabkan pembunuhan,” katanya.

PhD merupakan singkatan dari Doctor of Philosophy, merupakan gelar akademik tertinggi pada banyak bidang keilmuan. Kendati demikian, gelar akademik ini tidak bermakna doktor di bidang keilmuan filsafat, melainkan sebagai gelar penghormatan dalam tingkat kebijaksanaan (philosophia:love of wisdom) pada suatu bidang keilmuan selain bidang teologi, hukum dan medis. Gelar PhD yang diterapkan di berbagai negara setara dengan gelar doktor di Indonesia.

BACA JUGA  Pembatalan Haji oleh Menag: Niat Baik, Cara Salah

Sumber: The Star Online
Redaktur: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Apakah Pertemuan dengan Jokowi Terkait Dukungan Politik? Ini Jawaban Tim 11

Tim 11 Ulama Alumni 212 menjawab pertanyaan publik seputar dugaan adanya kesepakatan dukungan politik

Rabu, 25/04/2018 17:27 1

Editorial

Editorial: Ilmuwan yang Bikin Musuh Ketakutan

Temuannya itulah barangkali yang membuat Menteri Israel Avigdor Lieberman harus bikin pernyataan di media bahwa “Dr Fadi ialah pakar roket, bukan orang suci.” Pernyataan itu menyadarkan bahwa semakin tinggi kapasitas keilmuan kita, semakin membuat gentar musuh kita.

Rabu, 25/04/2018 17:17 0

Indonesia

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Foto Pertemuan dengan Jokowi Tersebar, Ini Pernyataan Tim 11 Alumni 212

Rabu, 25/04/2018 16:55 0

Indonesia

Ilmuwan Palestina Dibunuh, UBN Minta Pemerintah Waspadai Agen Asing

Ketua Umum Spirit Of Al-Aqsha (SOA) Ustadz Bachtiar Nasir meminta pemerintah mewaspadai agen asing yang datang ke Indonesia pasca pembunuhan ilmuwan Palestina Dr. Fadi Al Batsh di Malaysia.

Rabu, 25/04/2018 13:52 0

Indonesia

Pakar Sejarah: Islamofobia Fenomena yang Diciptakan Agar Manusia Takut Islam

Islamofobia diciptakan agar manusia takut kepada Islam

Rabu, 25/04/2018 11:16 0

Indonesia

Bahas Politik di Masjid Dipersoalkan, Sekjen MUI: Itu Diskriminatif

“Kenapa gereja tidak dipermasalahkan, kenapa kalau orang Islam ditegur?" sambung pria yang menjadi salah satu petinggi Muhammadiyah ini.

Rabu, 25/04/2018 11:04 0

Indonesia

Koalisi Pembebasan Al-Quds Berduka Atas Tewasnya Dr Fadi Al Batsh

Koalisi Pembebasan Al-Quds (KPA) mengaku turut berduka atas pembunuhan sadir yang menimpa ilmuan asal Palestina, Dr Fadi Al Batsh. Ia tewas mengenaskan, setelah 14 peluru menghujam tubuhnya saat menuju masjid untuk menunaikan shalat Subuh di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selasa, 24/04/2018 22:19 0

Indonesia

MUI Kutuk Pembunuhan Sadis Ilmuwan Palestina di Malaysia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras pembunuhan ilmuan asal Palestina, Dr Fadi Al-Batsh. Hal itu ditegaskan oleh Sekertaris Jenderal MUI, Anwar Abbas.

Selasa, 24/04/2018 22:03 0

Indonesia

Sekjen MUI: Tak Ada Larangan Bicara Politik di Masjid

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan bahwa umat Islam tidak dilarang untuk membahas politik di Masjid. Ia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang menjadi petunjuk bagi manusia terhadap seluruh sisi kehidupan.

Selasa, 24/04/2018 21:37 0

Indonesia

SNH: Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Butuh Bantuan

Puluhan warga Rohingya kembali mendarat di Aceh pada Jumat, (20 April 2018) lalu. Perahu yang ditumpangi para pengungsi diselamatkan nelayan setempat saat terombang-ambing di lautan Aceh.

Selasa, 24/04/2018 21:04 0

Close