... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Begini Dominasi Taliban di Provinsi Helmand

Foto: Provinsi Helmand, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Helmand – Sejak 2014 ketika AS menarik sebagian besar pasukannya dari Afghanistan dan menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada militer dan polisi Afghan, situasi keamanan di provinsi Helmand mengalami dinamika yang cukup drastis. Menurut kompilasi data LWJ, posisi Taliban semakin menguat dan dominan. Data tersebut juga terkonfirmasi oleh laporan misi NATO Resolute Support yang telah membuat penilaian/evaluasi di tingkat distrik untuk Inspektorat Jenderal yang khusus menangani program rekonstruksi Afghanistan (SIGAR).

Saat ini Taliban menguasai 7 distrik dari seluruhnya 13 distrik di Helmand, yaitu distrik Baghran, Dishu, Kajaki, Musa Qala, Naw Zad, Reg atau Khanshin, dan Sangin. Sementara 6 distrik lainnya: Nad Ali, Lashkar Gah, Nahri Sarraj, Nawa-I- Barak Zayi, Washer, dan Garmser dalam status kontestasi pertempuran dan hampir dikuasai Taliban.

Baik Long War Journal, Resolute Support, maupun SIGAR merilis data yang sama mengenai 7 distrik yang dikuasai Taliban. Distrik Baghran yang jauh di bagian utara dari pusat provinsi Helmand terus di bawah kekuasaan Taliban bahkan sejak awal invasi AS tahun 2001 pasca serangan 11 September. Enam provinsi lainnya menjadi sasaran operasi-operasi militer Taliban sejak 2014.

Terkait 6 distrik lainnya, LWJ agak berbeda dengan Resolute Support dalam membuat kategori penilaian. Resolute Support punya 5 kategori, yaitu: Dikuasai Pemerintah, Di Bawah Pengaruh Pemerintah, Diperebutkan, Direbut Kelompok Insurjensi, Dikuasai Insurjensi. Sementara LWJ hanya membuat 3 kategori, yaitu: Dikuasai Pemerintah, Diperebutkan, dan Dikuasai Insurjensi (Taliban).

BACA JUGA  Belajar Mencintai Anak Yatim dari Punk Tebet

Sistem klasifikasi LWJ di atas memiliki dua alasan. Pertama, sangat sulit membedakan antara “dikuasai” dan “di bawah pengaruh” hanya berdasarkan laporan-laporan media maupun sumber lainnya. Kedua, istilah “di bawah pengaruh” memiliki arti yang sangat tipis & tidak relevan. Misalnya, apakah pemerintah mengontrol 70 persen atau 30 persen suatu wilayah distrik, tetap saja pemerintah tidak mampu sepenuhnya menyelenggarakan pemerintahan dan mengamankan masyarakat. Belum lagi pemerintah setiap saat harus menghadapi ancaman Taliban.

Enam distrik lainnya, Resolute Support membuat kategori sebagai berikut: Garmser di bawah pengaruh Taliban; Nad Ali diperebutkan; Lashkar Gah, Nahr-i-Sarraj, Nawa, dan Washer di bawah pengaruh pemerintah.

Sementara LWJ menilai keenam distrik seluruhnya itu diperebutkan. Berbagai laporan media menguatkan hal tersebut. Contoh kasus, ibukota Lashkar Gah secara signifikan berada di bawah tekanan Taliban selama lebih dari 2 tahun terakhir. Akhir 2016, pejuang-pejuang Taliban mengepung ibukota provinsi, meng-ambush pasukan keamanan pemerintah, dan menewaskan lebih dari 200 aparat keamanan musuh. Taliban secara konstan & berkala melancarkan serangan berani mati, ambush, dan asasinasi di Lashkar Gah, dan masih menguasai banyak area di distrik tersebut.

Di Nawa, Taliban sangat aktif. Antara 2016-2017, telah terjadi empat kali pergantian kekuasaan. Pasukan Afghan sempat merebut pusat distrik Nawa pada bulan Juli 2017. Meski demikian, kehadiran Taliban diketahui secara luas sangat dominan dan terus aktif melancarkan operasi militer.

BACA JUGA  Heboh Soal "Good Looking", Kemenag: Itu Hanya Ilustrasi

Di Nahr-i-Sarraj, Taliban secara konstan terus melancarkan serangan-serangan ke basis-basis militer dan pos perbatasan musuh. Sebelumnya, kota Gereshk dan sekitarnya berada dalam kontestasi pertempuran yang sengit. Marinir AS dan militer Afghan meyakini Gereshk dibawah kontrol mereka, namun The Washington Post justru melaporkan sebagian besar distrik masih dikuasai Taliban.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

RS Mata Achmad Wardi, Bukti Wakaf Tak Sebatas Masjid dan Kuburan

Yuli Yasin menyampaikan bahwa berdirinya rumah sakit wakaf ini memberikan pesan edukatif tentang fikih wakaf kepada masyarakat. "Bahwasanya wakaf tidak melulu terkait masjid dan kuburan."

Ahad, 22/04/2018 10:12 0

Indonesia

Terdampar, Puluhan Muslim Rohingya Diselamatkan Warga Aceh

Sebanyak 76 jiwa warga Muslim Rohingya terdampar di kawasan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (20/04/2018).

Ahad, 22/04/2018 05:52 0

Indonesia

Tuntut Kebebasan, Imigran Syiah di Rudenim Balikpapan Mengamuk

Imigran Syiah di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan mengamuk dan merusak fasilitas

Sabtu, 21/04/2018 15:49 0

Indonesia

Mengenal JISDA, Perguruan Tinggi Masyarakat Muslim Patani di Thailand Selatan

Jamiah Islam Syeikh Daud al-Fathoni (JISDA) perguruan tinggi milik masyarakat Muslim Patani di Thailand Selatan

Sabtu, 21/04/2018 11:56 0

Indonesia

Rumah Sakit Wakaf Khusus Mata Pertama di Indonesia Diresmikan

Rumah sakit wakaf khusus mata pertama di Indonesia didirikan di Serang, Banten

Sabtu, 21/04/2018 11:22 0

Indonesia

Ingin Hafal Alquran? Ini Tips Ustadz Adi Hidayat

Da'i Nasional, Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa Al-Qur'an sangat penting untuk diterapkan dalam segala lini kehidupan manusia.

Jum'at, 20/04/2018 19:33 0

Indonesia

Condong ke Syiah, MUI Larang Peredaran Buku 57 Khutbah Jumat

Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur telah melarang buku berjudul 57 Khutbah Jumat. Keputusan setelah ditemukan sejumlah indikasi bahwa buku tersebut mengandung ajaran Syiah.

Jum'at, 20/04/2018 19:08 0

Indonesia

Usai Silatnas, Pejuang Subuh Targetkan Buka Cabang Luar Negeri

Pejuang Subuh akan membuka chapter luar negeri

Jum'at, 20/04/2018 17:35 2

Video Kajian

Menghina Syariat Islam Bukan Perkara Ringan

Menghina Syariat Islam Bukan Perkara Ringan. Beliau mendaftar nama-nama itu dan kemudian memerintahkan kepada para sahabat untuk memburu dan membunuh mereka. Simak bagaimana sejarah hukum terhadap para penghina agama Allah itu dalam khutbah Jumat berikut ini.

Jum'at, 20/04/2018 16:47 0

Indonesia

UAS: Memisahkan Agama dari Politik Sama dengan Memisahkannya dari Pernikahan

Memisahkan Agama dari Politik Sama dengan Memisahkannya dari Pernikahan kata Ustadz Abdul Somad

Jum'at, 20/04/2018 15:28 0

Close