... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penembakan Imam Palestina: Pelaku Pakai Helm Full Face, Tunggu Korban 20 Menit

Foto: Lokasi penembakan imam asal Palestina di Malaysia, Fadi M R Albatsh (foto: New Straits Times)

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Dua orang pelaku penembakan imam masjid yang juga dosen asal Palestina di Malaysia, Dr. Fadi M R Albatsh ternyata telah menunggu sekitar 20 menit sebelum mengeksekusi korbannya.

Dr. Fadi ditembak mati dua orang tak dikenal saat berjalan dari kediamannya di Apartemen Idaman Puteri, Setapak, Kuala Lumpur, Malaysia menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat Subuh, Sabtu (21/04/2018). Para pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan sepeda motor.

Kepala kepolisian Setapak, Datuk Seri Mansor Lazim mengungkapkan pihaknya telah melihat rekaman kamera pengintai (CCTV), yang berhasil merekam peristiwa itu. Dia menyimpulkan bahwa Dr. Fadi telah menjadi target para pelaku.

Lazim menjelaskan dari rekaman CCTV terlihat para pelaku pembunuhan melakukan aksinya dengan menggunakan motor sport jenis BMW GS. Kedua pelaku memakai helmĀ full face.

“Rekaman CCTV menunjukkan dua orang warga lainnya berjalan melewati para pelaku sebelum korban mucul sekitar 20 menit kemudian,” ungkap Lazim.

“Salah satu pelaku melepaskan tembakan dari jarak dekat dan menyebabkan dia (Dr. Fadi) tewas di tempat. Dia ditembak di bagian badan dan kepala,” terangnya.

Dalam keterangannya, polisi Malaysia menyatakan Dr. Fadi ditembak sebanyak 10 kali. Sampai saat ini polisi masih menelusuri nomor registrasi sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Dr. Fadi semestinya menjadi imam dalam shalat Subuh yang dilakukan di Masjid Idaman Medan yang berada tak jauh dari kediamannya. Diperkirakan penembakan terhadap dosen di salah satu kampus swasta di Malaysia itu terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Dr. Fadi M R Albatsh (foto: Utusan online)

Pihak berwenang Malaysia belum bisa memastikan motif di balik penembakan imam masjid asal Palestina. Saat ini penanganan kasus tersebut dipimpin oleh Kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Setapak, Rusdi Mohd Isa.

BACA JUGA  Pasal Sangkar Besi Bagi Aktivis: Suatu Analisis Yuridis

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban tidak memiliki masalah keuangan atau musuh,” ujar Rusdi.

Sumber: New Straits Times
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tuntut Kebebasan, Imigran Syiah di Rudenim Balikpapan Mengamuk

Imigran Syiah di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan mengamuk dan merusak fasilitas

Sabtu, 21/04/2018 15:49 0

Indonesia

Mengenal JISDA, Perguruan Tinggi Masyarakat Muslim Patani di Thailand Selatan

Jamiah Islam Syeikh Daud al-Fathoni (JISDA) perguruan tinggi milik masyarakat Muslim Patani di Thailand Selatan

Sabtu, 21/04/2018 11:56 0

Indonesia

Rumah Sakit Wakaf Khusus Mata Pertama di Indonesia Diresmikan

Rumah sakit wakaf khusus mata pertama di Indonesia didirikan di Serang, Banten

Sabtu, 21/04/2018 11:22 0

Indonesia

Ingin Hafal Alquran? Ini Tips Ustadz Adi Hidayat

Da'i Nasional, Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa Al-Qur'an sangat penting untuk diterapkan dalam segala lini kehidupan manusia.

Jum'at, 20/04/2018 19:33 0

Indonesia

Condong ke Syiah, MUI Larang Peredaran Buku 57 Khutbah Jumat

Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur telah melarang buku berjudul 57 Khutbah Jumat. Keputusan setelah ditemukan sejumlah indikasi bahwa buku tersebut mengandung ajaran Syiah.

Jum'at, 20/04/2018 19:08 0

Indonesia

Usai Silatnas, Pejuang Subuh Targetkan Buka Cabang Luar Negeri

Pejuang Subuh akan membuka chapter luar negeri

Jum'at, 20/04/2018 17:35 2

Video Kajian

Menghina Syariat Islam Bukan Perkara Ringan

Menghina Syariat Islam Bukan Perkara Ringan. Beliau mendaftar nama-nama itu dan kemudian memerintahkan kepada para sahabat untuk memburu dan membunuh mereka. Simak bagaimana sejarah hukum terhadap para penghina agama Allah itu dalam khutbah Jumat berikut ini.

Jum'at, 20/04/2018 16:47 0

Indonesia

UAS: Memisahkan Agama dari Politik Sama dengan Memisahkannya dari Pernikahan

Memisahkan Agama dari Politik Sama dengan Memisahkannya dari Pernikahan kata Ustadz Abdul Somad

Jum'at, 20/04/2018 15:28 0

Indonesia

Soal Hizbullah dan Hizbusysyaithan, Begini Kata Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad buka suara soal hizbullah dan hizbusysyaithan

Jum'at, 20/04/2018 14:14 0

Suara Pembaca

Sahdan: MADINA Ajak Semarakkan Dakwah Ramadhan 1439 H/2018 M

MADINA (Majelis Dakwah Islam Indonesia) pada Ramadhan 1439 H/2018 M akan menugaskan lebih dari 75 dai ke 56 daerah di berbagai pelosok Nusantara.

Jum'at, 20/04/2018 09:41 0

Close