... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pesan di Balik Perjanjian Minyak Arab Saudi dan Rusia

Foto: Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Dmitriy Medvedev (L) selama pertemuan mereka di Moskow, Rusia pada 6 Oktober 2017. (Anadolu Agency)

KIBLAT.NET, Riyadh – Pekan lalu, Pangeran Mahkota Saudi Muhammad bin Salman mengatakan kepada wartawan di New York bahwa Arab Saudi sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang perjanjian dengan Rusia untuk mengurangi produksi minyak selama 10 hingga 20 tahun.

Dmitry Peskov, sekretaris pers untuk Presiden Vladimir Putin, tidak membahas perjanjian ini secara khusus ketika ditanya tentang hubungan antara Rusia dan Arab Saudi. Padahal dia mengatakan bahwa kedua negara akan terus bekerja sama dalam masalah energi. Arab Saudi dan Rusia telah bekerja sama sejak akhir 2016 untuk mengekang produksi global dan menaikkan harga minyak.

Penyebutan hubungan minyak Saudi-Rusia oleh Bin Salman selama dua minggu kunjungannya ke Amerika Serikat adalah indikasi dari kebijakan luar negeri baru, dengan pertaruhan hubungan dengan negara-negara global ataupun regional.

Peningkatan Hubungan Arab Saudi-Rusia

Sejauh ini, hubungan Arab Saudi dengan Rusia telah diperkuat oleh kebutuhan Arab Saudi untuk mempertahankan harga minyak yang tinggi di seluruh dunia. Namun, pernyataan-pernyataan baru-baru ini menunjukkan bahwa hubungan mereka dapat berkembang. Ini kemungkinan besar akan meningkatkan kekhawatiran Amerika Serikat.

“Rusia dan Arab Saudi menandatangani kontrak energi senilai $ 3 miliar setelah kunjungan Raja Salman ke Rusia tahun lalu,” kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Ini adalah kunjungan resmi pertama oleh raja Saudi ke Rusia. Perjanjian tersebut termasuk sebuah nota kesepahaman mengenai pembangunan pabrik petrokimia senilai $ 1,1 miliar di Arab Saudi oleh perusahaan Rusia SIBUR, dana investasi usaha patungan senilai $ 1 miliar untuk pengembangan energi dan teknologi, serta kesepakatan antara Perusahaan Minyak Nasional Saudi dan perusahaan Rusia Gazprom dalam hal teknologi pengeboran kooperatif.

BACA JUGA  Saudi: Jumatan Akan Kembali Digelar, Umrah dan Haji Tunggu Kabar

Rusia juga mencari kesepakatan jangka panjang untuk memasok gas alam cair ke Arab Saudi. Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih, adalah salah satu pejabat yang menghadiri proses muat gas alam cair pertama dari proyek LNG Yamal di Rusia di Kutub Utara pada 8 Desember 2017 lalu.

Pesan Putin kepada Saudi jelas, “Beli gas kami dan Anda akan menghemat minyak Anda.”

Dalam hal ini, kepentingan kedua negara akan saling melengkapi. Arab Saudi sedang mencari cara untuk mengurangi ketergantungan sektor energi domestik pada minyak mentah. Sementara Rusia mencari pasar untuk gas alam cair.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lagu Michael Heart “We Will Not Go Down (Song for Gaza)” Dicekal Youtube?

Aneh, pengunjung lagu yang menceritakan kisah tragis penduduk Palestina itu mendapat peringatan dari Youtube

Rabu, 18/04/2018 21:28 5

Indonesia

Pembacaan Tuntutan Ditunda, Alfian Tanjung Sebut Jaksa Kebingungan

Alfian Tanjung menyebut jaksa kebingungan

Rabu, 18/04/2018 21:06 0

Indonesia

Penyebutan Partai Setan Dimungkinkan Jika ….

Hizbullah dan hizbusysyaiton adalah istilah yang digunakan Al Quran untuk membedakan antara Partai Allah dan Partai Setan

Rabu, 18/04/2018 20:46 0

Editorial

Editorial: Tahun Kemunafikan, Syariat Jadi Dagangan

Komoditisasi syariat merupakan  bagian yang tak terpisahkan dari jalan politik. Pasalnya, orang akan mudah bergerak melakukan sesuatu tanpa mengeluarkan energi yang besar jika memiliki dorongan motif ideologis. Oleh karena itu para politisi selalu mencari slogan-slogan agama untuk melegitimasi pengaruh dan melanggengkan kekuasaannya.

Rabu, 18/04/2018 14:53 1

Artikel

Tabayyun Perihal Partai Allah Kepada Syaikh Utsaimin

Menjelang “hari raya tahun politik” dalam kalender penganut demokrasi. Ada-ada saja ulah para pemuka demokrasi di negeri ini.

Rabu, 18/04/2018 14:16 3

Indonesia

Ini Alasan Jaksa Tunda Bacakan Tuntutan Alfian Tanjung

Jaksa tak siap bacakan tuntutan dalam kasus Alfian Tanjung

Rabu, 18/04/2018 14:14 0

Indonesia

Jelang Sidang Tuntutan, Ini Harapan Keluarga Alfian Tanjung

Sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Alfian Tanjung telah memasuki fase tuntutan

Rabu, 18/04/2018 12:07 0

Video Kajian

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur’an

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur'an. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mengenal ungkapan bakhil, kikir, cekil, pelit, medit dan masih banyak lagi, untuk menyebut sifat itu. Apakah istilah yang berbeda pada Quran memiliki perbedaan maksud atau tingkatan dalam hal ini? Simak penjelasannya di sini!

Rabu, 18/04/2018 11:59 0

Indonesia

Pengacara: Dakwaan Terhadap Alfian Tidak Akan Terbukti

Pengacara Alfian Tanjung mengatakan empat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya tidak akan terbukti. Abdullah Al Katiri menilai, pasal-pasal yang didakwakan atas nama partai, bukan golongan. 

Rabu, 18/04/2018 11:19 0

Video Kajian

Orang Saleh yang Celaka

Orang Saleh yang Celaka. Dalam sebuah hadis qudsi dikisahkan Allah swt. memerintahkan malaikat untuk mengazab suatu kaum. Maka malaikat kembali dan berkata "Ya Allah, di negeri itu ada seorang yang selalu beribadah dan saleh." Allah berfirman. "Azablah! Mulailah azabnya dari dia." Mengapa?

Rabu, 18/04/2018 09:48 0

Close