... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Tahun Kemunafikan, Syariat Jadi Dagangan

Foto: Figur wayang Sengkuni

KIBLAT.NET – Tahun politik adalah tahun kemunafikan. Kita dengan mudah mengatakan hal itu karena begitulah tingkah polah para politisi. Gejala itu terjadi kepada mereka yang dikader atau yang karbitan. Yang aktivis maupun yang dadakan. Kita terus menerus diberi tontonan yang penuh dengan kepalsuan dan kepura-puraan.

Di tahun yang mereka sebut pesta demokrasi itu, kita bisa dengan mudah melihat atraksi perubahan sikap para politisi. Ada pejabat polisi penangkap ulama, yang ketika akan mencalonkan diri jadi kepala daerah tiba-tiba tampil santun berhias kopiah di kepala. Slogan kampanyenya bahkan merebut sifat Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang amanah.

Tak hanya pejabat, aktivis liberal yang punya rekam jejak sebagai pendukung penista agama pun tiba-tiba tampil di layar kaca sebagai sebuah petinggi partai karbitan dengan memakai kopiah. Agaknya, para politisi ini belum merasa dirinya relijius jika tak memakai atribut agama. Dan, terlihat relijius masih menjadi salah satu modal yang diyakini akan merebut suara rakyat.

Kemunafikan itu tak hanya terjadi kepada mereka yang baru (akan) berpolitik. Para pendahulu mereka juga banyak yang melakukan komoditisasi syariat. Nilai-nilai syariat yang sejatinya sakral, dengan mudah dijadikan komoditi dan diperdagangkan oleh para politisi ini demi mendulang simpati dan dukungan. Pada akhirnya, ketika menjadi barang dagangan, sakralitas nilai-nilai syariat menjadi hilang dan berubah menjadi hal yang profan.

BACA JUGA  Antara Kematian Mursi dan Kematian Demokrasi di Mesir

Ironisnya, penyakit ini juga menjangkit kepada mereka yang mengaku Islam atau memperjuangkan Islam. Seorang tokoh publik, yang dulu pernah mengaku bahwa “baju Islami” kekecilan buat partainya yang besar, tiba-tiba mengkategorikan partai-partai di negeri ini dengan istilah Hizbussyaithon dan Hizbullah. Ia menyebut, partainya, PAN, PKS dan Gerindra sebagai kelompok yang membela agama Allah. Di saat yang sama, ia mengkategorikan musuh-musuhnya sebagai Hizbussyaithon.

Tanpa mengurangi rasa kebencian kita kepada partai-partai yang jelas memusuhi Islam dan syariat, kita harus bisa berpikir jernih. Bagaimana mungkin seseorang yang pernah menolak untuk membawa Islam sebagai platform perjuangannya bisa mengaku dirinya adalah bagian dari Hizbullah?

Komoditisasi syariat merupakan  bagian yang tak terpisahkan dari jalan politik. Pasalnya, orang akan mudah bergerak melakukan sesuatu tanpa mengeluarkan energi yang besar jika memiliki dorongan motif ideologis. Oleh karena itu para politisi selalu mencari slogan-slogan agama untuk melegitimasi pengaruh dan melanggengkan kekuasaannya. Oleh pakar sosiolog, itulah yang disebut sebagai politik identitas. Dalam Islam, gejala komoditisasi syariat disorot dengan keras dalam Al-Quran dan pelakunya mendapat ancaman yang keras. Mereka yang memperjualbelikan ayat Allah dengan harga yang murah merupakan perilaku yang amat buruk.

Islam dan istilah-istilah yang terkandung dalam syariat memiliki konsekuensi yang tinggi dalam pengucapan dan pengamalannya. Oleh karena itu, sebagai Muslim yang baik, kita sebaiknya tidak mudah teragitasi oleh jargon-jargon yang dilemparkan oleh politisi. Sebab, jika kita tidak konsisten, bukan saja kita akan mudah ditertawakan lawan tapi juga ditinggalkan kawan.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Editorial: Tahun Kemunafikan, Syariat Jadi Dagangan”

  1. adibudi

    Bagus…beberapa Ikhwah turut asyik menikmati hiruk pikuk taun kemunafikan, hujjahnya macam2…mengatakan demokrasi kafir, tp bingung menganjurkan mencoblos, hadeh

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

UEA Tutup Rumah Sakit Mogadishu di Tengah Ketegangan dengan Somalia

Uni Emirat Arab (UEA) telah menutup sebuah rumah sakit di ibu kota Somalia, Mogadishu, di tengah ketegangan bilateral yang berkembang.

Rabu, 18/04/2018 14:48 0

Irak

Nasib Wanita Terduga ISIS: Tak Dapat KTP dan Terancam Dieksploitasi

Bahkan, sedikitnya terdapat satu kamp yang penghuninya tidak dibolehkan untuk keluar, persis seperti di penjara.

Rabu, 18/04/2018 14:45 0

Artikel

Tabayyun Perihal Partai Allah Kepada Syaikh Utsaimin

Menjelang “hari raya tahun politik” dalam kalender penganut demokrasi. Ada-ada saja ulah para pemuka demokrasi di negeri ini.

Rabu, 18/04/2018 14:16 3

Indonesia

Ini Alasan Jaksa Tunda Bacakan Tuntutan Alfian Tanjung

Jaksa tak siap bacakan tuntutan dalam kasus Alfian Tanjung

Rabu, 18/04/2018 14:14 0

Amerika

Serangan AS Ke Suriah, Upaya Trump Alihkan Perhatian Publik dari Kasus Koleganya?

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump bersama dua koleganya di Inggris dan Perancis pada...

Rabu, 18/04/2018 12:43 0

Indonesia

Jelang Sidang Tuntutan, Ini Harapan Keluarga Alfian Tanjung

Sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Alfian Tanjung telah memasuki fase tuntutan

Rabu, 18/04/2018 12:07 0

Video Kajian

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur’an

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur'an. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mengenal ungkapan bakhil, kikir, cekil, pelit, medit dan masih banyak lagi, untuk menyebut sifat itu. Apakah istilah yang berbeda pada Quran memiliki perbedaan maksud atau tingkatan dalam hal ini? Simak penjelasannya di sini!

Rabu, 18/04/2018 11:59 0

Indonesia

Pengacara: Dakwaan Terhadap Alfian Tidak Akan Terbukti

Pengacara Alfian Tanjung mengatakan empat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya tidak akan terbukti. Abdullah Al Katiri menilai, pasal-pasal yang didakwakan atas nama partai, bukan golongan. 

Rabu, 18/04/2018 11:19 0

Video Kajian

Orang Saleh yang Celaka

Orang Saleh yang Celaka. Dalam sebuah hadis qudsi dikisahkan Allah swt. memerintahkan malaikat untuk mengazab suatu kaum. Maka malaikat kembali dan berkata "Ya Allah, di negeri itu ada seorang yang selalu beribadah dan saleh." Allah berfirman. "Azablah! Mulailah azabnya dari dia." Mengapa?

Rabu, 18/04/2018 09:48 0

Indonesia

Ini Kata PKS terkait Polemik “Partai Setan”

"Tentu kita hormati Pak Amien Rais sebagai tokoh senior tentang sikap dn pendiriannya, tapi kita ingin statemen-statemen tetap saja dengan menggunakan kalimat yang sesuai dengan etika berbangsa dan bernegara," tukas Jazuli

Rabu, 18/04/2018 08:59 0

Close