... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Gencarkan Kampanye “Stop Perang, Ciptakan Perdamaian”

Foto: Jazuli Juwaini menyampaikan materinya di Ruang Pleno Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, DPR RI (KIBLAT.NET/MUHAMMAD JUNDII)

KIBLAT.NET, Jakarta – Fraksi PKS DPR RI kembali menggelar acara “Ambassador Talks” ke-2. Tema yang diangkat kali ini “Penanganan Pengungsi dan Pengaruhnya Secara Global”. Hadir dalam acara ini Duta Besar Palestina Dr. Zuhair Al Shun dan Petinggi UNHCR di Indonesia Mr. Thomas Vargas yang diwakili Dina Hapsari, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin.

Acara yang digagas oleh Fraksi PKS ini layak disebut terobosan jitu, karena Fraksi PKS menjadi pionir di DPR dalam upaya mengokohkan peran diplomasi internasional parlemen Indonesia. Sebelumnya, pada Ambassador Talks ke-1 Fraksi PKS juga telah menghadirkan Menteri Luar Negeri RI, Duta Besar Rusia dan Uni Eropa.

Terkait dengan tema Ambassador Talks kali ini, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam sambutannya mengatakan bahwa Fraksi PKS berkomitmen semakin terdepan dalam upaya peningkatan peran parlemen dalam berbagai fungsinya, termasuk fungsi diplomasi internasional.

“Indonesia punya mandat konstitusional yang tegas yaitu turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi; dan Fraksi PKS aktif ambil bagian di dalamnya,” tegas Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan bahwa Fraksi PKS sangat konsen terhadap isu kemanusiaan dunia.

“Tiap kali konflik dunia pecah dan banyak korban sipil berjatuhan, Fraksi PKS selalu hadir baik melalui statemen politik maupun aksi solidaritas kemanusiaan. Kami galang aksi solidaritas untuk Palestina, Crisis Center Untuk Rohingya, aksi kemanusiaan atas konflik Timur Tengah, dan lain-lain,” ungkapnya.

BACA JUGA  Studi: Tiap Tahun Manusia Konsumsi Ribuan Partikel Plastik

Menurut Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini, apa yang dilakukan Fraksi PKS tersebut lebih dari sekadar solidaritas kemanusiaan tapi juga penegasan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia cinta damai dan ingin berkontribusi pada upaya perdamaian dunia dan penyelesaian konflik.

“Tidak ada sisi positif dari perang dan konflik atas nama apapun karena dipastikan rakyat sipil yg menjadi korbannya. Stop perang, ciptakan perdamaian!” seru Jazuli.

Tidak hanya melalui aksi solidaritas, Fraksi PKS telah melaksanakan diplomasi parlemen dalam rangka memperjuangkan nasib pengungsi ke kantor UNHCR-PBB di Jenewa Swiss pada 14 Maret 2018 yang lalu.

“Saya pribadi tak kuasa menitikkan air mata saat di sana demi melihat korban konflik berjatuhan dari balita, anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua. Coba bayangkan jika itu adalah anak kita, ibu kita, orang tua kita,” katanya.

Untuk itulah, Fraksi PKS tak akan berhenti mengkampanyekan “Stop Perang, Ciptakan Perdamaian!” atau “Stop War, Make Peace!”. Tapi, jika perang atau konflik telah terjadi maka fokus kita bersama adalah bagaimana menyelamatkan korban sipil yang menjadi pengungsi.

Dalam kerangka itulah Fraksi PKS menolak segala bentuk agresi yang melanggengkan perang dan konflik di berbagai belahan dunia seperti di Palestina. Fraksi PKS tegas bersama rakyat Palestina dan menolak deklarasi sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yurussalem (Al-Quds) sebagai ibukota Israel.

BACA JUGA  Ranjau Hancurkan Kendaraan Lapis Baja Militer AS di Nigeria

“Tindakan tersebut melanggar berbagai resolusi PBB dan melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina yang sudah tak terhitung lagi banyaknya korban dari rakyat Palestina,” tegas Jazuli.

Lebih lanjut, Jazuli Juwaini mengatakan dalam menangani pengungsi dibutuhkan peran serta dan kontribusi seluruh negara, lembaga-lembaga internasional, dan lembaga kemanusiaan agar penangannya komprehensif sehingga para pengungsi dapat kembali hidup damai.

Anggota DPR Dapil Banten ini berharap melalui Seri Diskusi Ambassador Talks ini akan terhimpun pemikiran dan gagasan berdasarkan best practice dari berbagai negara dan lembaga sehingga diperoleh solusi komprehensif penanganan pengungsi secara global. “Semoga langkah ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mempromosikan perdamaian dan menghentikan peperangan,” pungkas Jazuli.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Perpres Tenaga Asing, Begini Komentar Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan munculnya Perpres 20/2018 tentang TKA juga dipicu dari kebijakan pemerintah yang memuluskan iklim kapitalisme ekonomi dan politik Cina di Indonesia atas nama pembangunan infrastruktur.

Selasa, 17/04/2018 21:37 0

Indonesia

MUI Akan Lakukan Standarisasi Dai

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis mengungkapkan bahwa MUI akan melakukan standarisasi dai. Untuk merealisasikan hal itu, MUI akan melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.

Selasa, 17/04/2018 21:17 0

Indonesia

Kunjungi Beberapa Negara, MUI Akan Sebarkan Islam Wasathiah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan kunjungan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Cholil Nafis, kunjungan ini membawa beberapa misi menyebarkan Islam washatiah.

Selasa, 17/04/2018 20:54 0

Indonesia

Siswa Protes Soal Matematika UNBK Sulit, KPAI Acungi Jempol

KPAI menilai, apa yang mereka ungkapkan adalah bentuk hak partisipasi anak dalam mengkritisi kebijakan pendidikan yang mereka nilai tak adil.

Selasa, 17/04/2018 20:14 2

Indonesia

Muhammadiyah Himbau Masyarakat Indonesia Doakan Suriah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersuara terkait penggunaan senjata kimia di Suriah dan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan sekutunya.

Selasa, 17/04/2018 20:06 0

Indonesia

Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan

Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan

Selasa, 17/04/2018 19:30 1

Indonesia

Fahri Sebut Perpres Tenaga Asing Khianati Rakyat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan lahirnya Perpres Tenaga Kerja Asing menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak memahami kapitalisme global dan apa resiko dari itu.

Selasa, 17/04/2018 19:06 0

Indonesia

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Sulitnya Soal UNBK

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Kesulitan Kerjakan Soal UNBK

Selasa, 17/04/2018 17:44 0

Indonesia

Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

"Satu tahun itu menurut saya tidak memiliki logika penegakan hukum," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam

Selasa, 17/04/2018 16:41 0

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Close