... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nasib Wanita Terduga ISIS: Tak Dapat KTP dan Terancam Dieksploitasi

KIBLAT.NET, Baghdad – Berbagai pelanggaran dialami anak-anak dan wanita yang dituding anggota Daulah Islamiyah (ISIS). Mulai dari penahanan di sebuah kamp pengungsian hingga pelecehan seksual.

Organisasi Amnesty International dalam laporannya yang dilansir kantor berita AFP pada Selasa (17/04), mengungkapkan bahwa pemerintah Iraq telah menghukum wanita dan anak-anak yang diduga terkait ISIS secara massal. Mereka ditampung di kamp pengungsi khusus diperlakukan seperti di penjara.

Dalam laporan berjudul “Dipidana: perempuan dan anak-anak Iraq yang terisolasi, terperangkap dan dieksploitasi di Iraq”, Amnesty menyebutkan bahwa pihaknya memantau diskriminasi luas oleh pasukan keamanan, petugas pengelola kamp pengungsi dan pemerintah lokal Iraq terhadap wanita-wanita di kamp pengungsi yang dihuni perempuan-perempuan dari wilayah kontrol ISIS. Berdasarkan investigasi di lapangan, terjadi banyak kasus pemerkosaan terhadap para wanita itu di delapan kamp pengungsi khusus bagi sipil yang diduga anggota ISIS.

Direktur Pengkajian Timur Tengah Amnesty Internasional, Lyn Ma’luf, mengungkapkan bahwa diskriminasi dan pelecehan seksual itu merupakan wajah baru bagi penderitaan warga sipil di Iraq.

“Mungkin perang terhadap ISIS di Iraq telah berakhir. Akan tetapi, penderitaan rakyat Iraq masih jauh untuk berakhir. Wanita dan anak-anak yang terkait ISIS dihukum atas kejahatan yang tidak pernah mereka lakukan,” ujar Ma’luf.

Wanita dan anak-anak ini, lanjutnya, terusir dari lingkungannya. Mereka tidak dapat tempat tinggal atau berlindung. Mereka terjebak di kamp-kamp pengungsian dengan kondisi kekurangan makanan dan air serta kebutuhan pokok lainnya.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

“Ini merupakan hukuman massal yang berisiko membentuk kekerasan di masa depan dan tidak menciptakan perdamian yang adil dan langgeng, yang diinginkan rakyat Iraq,” imbuhnya.

Februari lalu, PBB mengumumkan bahwa sekitar 2,5 juta orang berada di kamp-kamp pengungsi setelah pasukan Iraq, yang didukung oleh koalisi AS, mengalahkan ISIS di daerah-daerah luas yang mereka rebut pada tahun 2014. Banyak dari warga melarikan diri dari wilayah kontrol ISIS berakhir di kamp-kamp pengungsi.

Amnesty mengungkapkan bahwa keluarga-keluarga ISIS itu harus mengalami cobaan berat. Wanita-wanita harus mengurus anak-anak dan keluarga sendirian setelah suami atau kerabat laki-laki mereka ditangkap atau hilang saat melarikan diri wilayah ISIS di Mosul. Dalam banyak kasus, warga laki-laki yang ditangkap itu hanya karena namanya mirip dengan daftar anggota ISIS yang masuk dalam daftar buruan.

Kondisi pengungsi wanita dan anak-anak ISIS di seluruh kamp pengungsi saat ini memprihatinkan, kata Amnesty. Mereka tidak mendapatkan bantuan makanan cukup dan pelayanan medis hanya karena dikaitkan dengan ISIS.

“Warga-warga ini juga dihalangi untuk mendapatkan kartu tanda penduduk dan sejenisnya yang bisa membuat mereka bekerja dan berpindah ke tempat lain dengan bebas,” ungkap laporan Amnesty. Bahkan, sedikitnya terdapat satu kamp yang penghuninya tidak dibolehkan untuk keluar, persis seperti di penjara.

Baca halaman selanjutnya: Berisiko Mengalami Eksploitasi...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Tabayyun Perihal Partai Allah Kepada Syaikh Utsaimin

Menjelang “hari raya tahun politik” dalam kalender penganut demokrasi. Ada-ada saja ulah para pemuka demokrasi di negeri ini.

Rabu, 18/04/2018 14:16 3

Indonesia

Ini Alasan Jaksa Tunda Bacakan Tuntutan Alfian Tanjung

Jaksa tak siap bacakan tuntutan dalam kasus Alfian Tanjung

Rabu, 18/04/2018 14:14 0

Indonesia

Jelang Sidang Tuntutan, Ini Harapan Keluarga Alfian Tanjung

Sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Alfian Tanjung telah memasuki fase tuntutan

Rabu, 18/04/2018 12:07 0

Video Kajian

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur’an

Tingkatan Kikir dalam Ayat Qur'an. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mengenal ungkapan bakhil, kikir, cekil, pelit, medit dan masih banyak lagi, untuk menyebut sifat itu. Apakah istilah yang berbeda pada Quran memiliki perbedaan maksud atau tingkatan dalam hal ini? Simak penjelasannya di sini!

Rabu, 18/04/2018 11:59 0

Indonesia

Pengacara: Dakwaan Terhadap Alfian Tidak Akan Terbukti

Pengacara Alfian Tanjung mengatakan empat dakwaan yang ditujukan kepada kliennya tidak akan terbukti. Abdullah Al Katiri menilai, pasal-pasal yang didakwakan atas nama partai, bukan golongan. 

Rabu, 18/04/2018 11:19 0

Video Kajian

Orang Saleh yang Celaka

Orang Saleh yang Celaka. Dalam sebuah hadis qudsi dikisahkan Allah swt. memerintahkan malaikat untuk mengazab suatu kaum. Maka malaikat kembali dan berkata "Ya Allah, di negeri itu ada seorang yang selalu beribadah dan saleh." Allah berfirman. "Azablah! Mulailah azabnya dari dia." Mengapa?

Rabu, 18/04/2018 09:48 0

Indonesia

Ini Kata PKS terkait Polemik “Partai Setan”

"Tentu kita hormati Pak Amien Rais sebagai tokoh senior tentang sikap dn pendiriannya, tapi kita ingin statemen-statemen tetap saja dengan menggunakan kalimat yang sesuai dengan etika berbangsa dan bernegara," tukas Jazuli

Rabu, 18/04/2018 08:59 0

Indonesia

Alfian Tanjung Hari Ini Hadapi Sidang Tuntutan

Pakar hukum Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan, terdapat cukup alasan bagi pengadilan untuk membebaskan Alfian Tanjung dari segala dakwaan atau melepaskannya dari segala tuntutan hukum. Ia menyatakan bahwa perbuatan Alfian bukanlah tindak pidana.

Rabu, 18/04/2018 07:59 0

Indonesia

Soal Perpres Tenaga Asing, Begini Komentar Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan munculnya Perpres 20/2018 tentang TKA juga dipicu dari kebijakan pemerintah yang memuluskan iklim kapitalisme ekonomi dan politik Cina di Indonesia atas nama pembangunan infrastruktur.

Selasa, 17/04/2018 21:37 0

Indonesia

MUI Akan Lakukan Standarisasi Dai

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis mengungkapkan bahwa MUI akan melakukan standarisasi dai. Untuk merealisasikan hal itu, MUI akan melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.

Selasa, 17/04/2018 21:17 0

Close