... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Jazeera: Rusia dan Suriah Hilangkan Bukti-bukti Serangan Kimia di Douma

Foto: Korban serangan kimia di Douma

KIBLAT.NET, Damaskus – Militer Rusia dan Suriah dilaporkan menghilangkan bukti-bukti serangan gas beracun di lokasi kejadian di Kota Douma, Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus. Upaya itu dilakukan sebelum Tim internasional penyelidik senjata kimia dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) tiba di lokasi.

Koresponden Al-Jazeera di Suriah, Muhammad Al-Jazaairi, Selasa (17/04), melansir dari sumber-sumber dari dalam Douma melaporkan bahwa tentara Assad dan polisi militer Rusia menggali kembali kuburan korban serangan kimia yang terjadi pada 7 April lalu. Jasad-jasad itu dipindahkan ke tempat yang tidak diketahui.

Pasukan gabungan itu memberlakukan pengamanan ketat dalam bebeapa hari terakhir di sekeliling lokasi yang diduga terkena kimia. Truk-truk keluar masuk dari dalam lokasi tanpa diketahui apa yang diangkutnya.

Aktivis dan warga yang terkena serangan kimia di Douma dan akhirnya keluar dari kota itu menanyakan, apa yang akan dicari tim penyelidik internasional setelah tentara rezim dan polisi militer Rusia memasuki kota itu?. Bukti-bukti serangan, termasuk pecahan rudal yang mengandung kimia, telah dibersihkan.

Sebagaimana diketahui, setelah serangan kimia, oposisi di Douma menyepakati untuk keluar. Proses pemindahan pejuang dan warga itu dilakukan melalui beberapa kloter. Mereka dievakuasi ke wilayah-wilayah oposisi di Suriah selatan, yang berbatasan dengan Turki.

Douma pun di bawah kontrol penuh militer Suriah dan Rusia. Sehingga tidak diketahui apa yang mereka lakukan terhadap lokasi yang diserang kimia.

BACA JUGA  Kehadiran Iran di Pesisir Suriah Membuat Marah Rusia

Tim penyelidik internasional sendiri tiba di Damaskus pada Sabtu lalu. Namun Rusia mencegah mereka masuk ke Douma dengan alasan keamanan masih belum stabil. Mereka baru diizinkan masuk pada Rabu ini.Tujuan awal tim ini menyelidiki kebenaran adanya penggunaan kimia.

Serangan kimia di Douma telah membuat AS, Prancis, Inggris meluncurkan serangan udara terbatas ke Suriah. Sedikitnya tiga lokasi penyimpanan kimia rezim Suriah menjadi target. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa rezim telah mengosongkan lokasi-lokasi yang sasar rudal Barat beberapa hari sebelumnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Perpres Tenaga Asing, Begini Komentar Gerindra

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan munculnya Perpres 20/2018 tentang TKA juga dipicu dari kebijakan pemerintah yang memuluskan iklim kapitalisme ekonomi dan politik Cina di Indonesia atas nama pembangunan infrastruktur.

Selasa, 17/04/2018 21:37 0

Indonesia

MUI Akan Lakukan Standarisasi Dai

Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis mengungkapkan bahwa MUI akan melakukan standarisasi dai. Untuk merealisasikan hal itu, MUI akan melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.

Selasa, 17/04/2018 21:17 0

Indonesia

Kunjungi Beberapa Negara, MUI Akan Sebarkan Islam Wasathiah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan kunjungan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Menurut Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Cholil Nafis, kunjungan ini membawa beberapa misi menyebarkan Islam washatiah.

Selasa, 17/04/2018 20:54 0

Indonesia

Siswa Protes Soal Matematika UNBK Sulit, KPAI Acungi Jempol

KPAI menilai, apa yang mereka ungkapkan adalah bentuk hak partisipasi anak dalam mengkritisi kebijakan pendidikan yang mereka nilai tak adil.

Selasa, 17/04/2018 20:14 2

Indonesia

Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan

Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan

Selasa, 17/04/2018 19:30 1

Indonesia

Fahri Sebut Perpres Tenaga Asing Khianati Rakyat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan lahirnya Perpres Tenaga Kerja Asing menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia tidak memahami kapitalisme global dan apa resiko dari itu.

Selasa, 17/04/2018 19:06 0

Indonesia

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Sulitnya Soal UNBK

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Kesulitan Kerjakan Soal UNBK

Selasa, 17/04/2018 17:44 0

Indonesia

Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

"Satu tahun itu menurut saya tidak memiliki logika penegakan hukum," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam

Selasa, 17/04/2018 16:41 0

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Indonesia

Ombudsman: Penipuan Travel Umroh Akibat Maladministrasi Kementerian Agama

Ombudsman menemukan ada empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama dan satu maladministrasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata.

Selasa, 17/04/2018 14:13 0

Close