... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

Foto: Revisi UU Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Salah satu poin dalam revisi Undang-undang Terorisme adalah aturan penyadapan terhadap terduga terorisme. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut aturan tersebut keterlaluan.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam menyoroti pasal yang mengatur jangka waktu penyadapan terhadap terduga teroris dalam revisi Undang-undang Terorisme. Dia menyebut lamanya waktu penyadapan hingga satu tahun tak wajar.

“Satu tahun itu lama. Satu tahun itu menurut saya tidak memiliki logika penegakan hukum,” ungkap Choirul Anam dalam diskusi bertajuk Revisi RUU Terorisme dalam Perspektif HAM di gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Senin (16/04/2018).

Durasi waktu penyadapan terhadap terduga teroris dinilainya sangat keterlaluan. Choirul Anam menjelaskan dalam RUU Terorisme aturan tentang hal itu dicantumkan dalam Pasal 31 Ayat (3). Aturan baru itu bahkan mengatur jangka waktu penyadapan bisa diperpanjang maksimal satu tahun lagi.

Dalam RUU Terorisme yang saat ini terus dibahas, seseorang bisa ditangkap dan ditahan 14 hari pertama, kemudian ditambah tujuh hari berikutnya. Tragisnya, hal itu diperparah dengan penyadapan terhadap terduga teroris sampai setahun lamanya.

“Itu keterlaluan dalam konteks pendekatan hukum,” ujar Choirul Anam.

Menurutnya, urgensi dan rujukan lamanya jangka waktu penyadapan tersebut belum bisa dijelaskan oleh Pansus RUU Anti-terorisme. Tak hanya itu, dikatakan Choirul, penyadapan tersebut juga sangat tidak masuk akal dan sangat menganggu kebebasan warga negara. Untuk itu, Komnas HAM mendesak dilakukan rasionaliasi jangka waktunya.

BACA JUGA  Pemerintah Klaim Pemindahan Ibu Kota Sebagai Upaya Pemerataan Ekonomi

“Lamanya waktu penyadapan berpotensi melanggar hak dan kebebasan individual,” ujar Choirul.

Reporter: Afriza DS
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Prancis

Perancis Bikin Aplikasi ‘WhatsApp’ Tandingan untuk Cegah Spionase

Aplikasi-aplikasi pesan terenkripsi utama di dunia -termasuk WhatsApp Facebook dan Telegram- dinilai memiliki kemungkinan pelanggaran data konsumen.

Selasa, 17/04/2018 16:05 0

News

Benarkah Oposisi Gunakan Senjata Kimia di Suriah?

PBB disebut merilis hasil penyelidikan bahwa pemberontak anti-Assad menembakkan senjata kimia berupa gas saraf sarin sehingga menewaskan sedikitnya 75 warga sipil termasuk anak-anak pada 7 April lalu. Bagaimana sebenarnya?

Selasa, 17/04/2018 12:59 0

Afrika

Berseragam PBB, Jihadis Serbu Markas Militer Perancis dan PBB di Mali

Sekelompok pejuang yang menyamar sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB meledakkan 2 bom mobil dan menembakkan puluhan roket ke markas pasukan Perancis dan PBB di Mali bagian utara.

Selasa, 17/04/2018 11:51 0

Iran

Perkuat Basis Ideologi, Iran Buka Cabang Universitas di Suriah

Seorang penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran dalam urusan internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan Presiden Suriah, Bashar Assad telah mengeluarkan keputusan untuk membuka cabang Universitas Azad Iran di Suriah.

Selasa, 17/04/2018 10:55 0

Turki

AS-Turki Capai Kesepahaman terkait Kota Manbij, Suriah

Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, di Ankara, Senin (16/04), Cavusoglu mengatakan bahwa bahwa peta itu akan derealiasikan ketika Menlu AS baru Mike Pompeo resmi menjalankan tugasnya.

Selasa, 17/04/2018 09:56 0

Suriah

Tim Penyelidik Kimia OPCW Gagal Masuki Douma, Ghouta Timur

"Tim belum dikirim ke Douma," kata Ahmed Uzumcu, Direktur Jenderal OPCW, dalam pertemuan darurat.

Selasa, 17/04/2018 08:47 0

News

AS: Rusia Mungkin Rusak Bukti Serangan Kimia di Douma

Yang kami pahami bahwa Rusia mungkin telah mengunjungi lokasi. Kami khawatir mereka mungkin telah merusak bukti-bukti dengan tujuan mengacaukan upaya misi pencari fakta untuk melakukan penyelidikan yang efektif.

Selasa, 17/04/2018 08:02 0

China

China Luncurkan Situs Aduan yang Diklaim Cegah Ancaman Nasional

hina meluncurkan sebuah situs dalam bahasa Mandarin dan Inggris untuk meningkatkan kampanye melawan aktivitas spionase asing yang dapat mengancam negara berbasis sosialis tersebut.

Senin, 16/04/2018 17:44 0

Turki

Seorang Pastor AS Diadili di Turki Atas Kasus Terorisme

Seorang pastor Amerika akan diadili di Turki karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teror dan mata-mata.

Senin, 16/04/2018 16:52 0

Close