... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Sayangkan Data Lembaga HAM Tutupi Kejahatan AS

Foto: Taliban

KIBLAT.NET, Kabul- Imarah Islam Afghanistan terus mempertanyakan informasi yang menyalahkan Taliban atas korban sipil selama intervensi AS di Afghanistan. Sebaliknya, Taliban membantah informasi itu dan menyebutkan bahwa pasukan AS di bawah Presiden Donald Trump yang membunuh penduduk sipil Afghanistan.

“Perilaku ini merupakan pelanggaran yang jelas dan serius terhadap semua perang dan konvensi, perjanjian, norma dan hak asasi manusia lainnya,” ungkap Taliban pada Senin (16/04/2018) mengutip laman Alemarah.

Taliban mengaku telah berulang kali menyuarakan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan AS di Afghanistan. Namun, PBB dan lembaga HAM justru tetap menyalahkan Taliban atas sebagian besar korban selama 17 tahun intervensi AS di Afghanistan. Taliban sangat menyayangkan informasi itu dan meragukan kebenarannya.

“Pasukan Amerika dan tentara internal terlatih mereka dengan sengaja menyerang, membunuh dan melukai orang-orang sipil selama 17 tahun terakhir, dan kejahatan ini tak henti-hentinya. Tetapi yang sangat disesalkan organisasi internasional justru menyalahkan kami atas sebagian besar korban jiwa,”

Taliban pun mengajukan tuntutan, pemerintah AS ditantang untuk mengungkap kasus kejahatan terhadap sipil Afghanistan yang dilakukan oleh pasukannya. Selain itu, lembaga HAM dan PBB juga diminta agar tidak berpihak dalam bersikap.

“Menurut kami, fenomena dan persepsi ini telah diprovokasi oleh semua laporan yang diterbitkan oleh lembaga hak asasi manusia dan organisasi internasional lainnya. Di mana ada upaya untuk membebaskan kejahatan berat pasukan Amerika, dan proses ini terus berlanjut,” tukasnya.

BACA JUGA  Pengamat: AS Memberikan Janji-janji Palsu di Afghanistan

Sumber: Alemarah
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

"Satu tahun itu menurut saya tidak memiliki logika penegakan hukum," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam

Selasa, 17/04/2018 16:41 0

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Indonesia

Ombudsman: Penipuan Travel Umroh Akibat Maladministrasi Kementerian Agama

Ombudsman menemukan ada empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama dan satu maladministrasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata.

Selasa, 17/04/2018 14:13 0

Indonesia

Komnas HAM: Masih Ada Pelanggaran dalam Penanganan Terorisme

"Data kekerasan yang dimiliki Komnas HAM dalam kasus terorisme disebabkan tidak diketahuinya tempat penahanan," kata Choirul Anam.

Selasa, 17/04/2018 06:58 0

Indonesia

Dari Serambi Mekah, 1.000 Ton Beras Diberangkatkan ke Suriah

Bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia itu dibawa dengan truk besar dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menuju ke pelabuhan Belawan, Medan.

Senin, 16/04/2018 12:22 0

Info Event

Amanatul Ummah Poso Gelar Lomba Olahraga Antar Majelis Taklim

Apresiasi disampaikan kepada bidang dakwah Yayasan Wakaf Amanatul Ummah karena telah mengadakan kegiatan lomba.

Senin, 16/04/2018 09:41 0

Indonesia

Kapitra: Pasal Penodaan Agama Harus Ada, untuk Jaga Keutuhan Republik

"Kalau dihapus, semua orang bebas menghina agama lain. Pecah negara ini," tuturnya

Senin, 16/04/2018 08:01 0

Indonesia

Kapitra Yakin Ada Intervensi di Proses Hukum Sukmawati

"Pasti, saya yakin interfensinya. Interfensi pihak polisian sangat luar biasa, saya percaya itu. Kalau polisi dibiarkan bebas menegakkan hukum saya pikir sudah selesai," katanya kepada Kiblat.net di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan pada Ahad (15/04/2018).

Senin, 16/04/2018 06:20 0

Indonesia

Kisah Pengayuh Becak dan Masyarakat Aceh Bantu Rakyat Suriah

Sore ini (15/4/2018), ribuan masyarakat Aceh berbondong-bondong menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Ahad, 15/04/2018 21:17 0

Indonesia

Dewan Pers: Isi Khutbah Tidak Bisa Langsung Jadi Berita

"Kami dari Dewan Pers tidak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khutbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers," ujar Jimmy.

Ahad, 15/04/2018 10:22 0

Close