Soal Perpres Tenaga Asing, Begini Komentar Gerindra

KIBLAT.NET, Jakarta- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan munculnya Perpres 20/2018 tentang TKA juga dipicu dari kebijakan pemerintah yang memuluskan iklim kapitalisme ekonomi dan politik Cina di Indonesia atas nama pembangunan infrastruktur.

“Infrastruktur yang dibangun bukan semata membangun infrastruktur, tetapi bentuk penguasaan tanah-tanah oleh pihak asing. Ini ada motif politik penguasaan,” katanya dalam diskusi “Menolak Perpres 20/2018 Tentang TKA” di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa, (17/04/2018).

Dia menjelaskan kerjasama bilateral antara Indonesia dan Cina sebagai bentuk kapitalisme negara. Pasalnya ada pemaksaan dalam kerjasama itu, di mana pembangunan yang dilakukan Cina di Indonesia dengan syarat mendatangkan bahan bangunan dan tenaga kerja dari Cina.

“Kerjasama bilateral ini justru menjadi bentuk kapitalisme negara Cina atas Indonesia. Bentuknya melalui reklamasi, penguasaan lahan-lahan melalui pembangunan properti dan infrastruktur. Juga proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan proyek Meikarta. Semua itu penguasaan lahan mengatas namakan pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Ferry mengungkapkan faktor lainnya adalah kemudahan visa dan tidak diwajibkannya TKA bisa berbahasa Indonesia. Dua kemudahan ini menjadi stimulus masuknya TKA asing asal Cina di Indonesia, yang saat ini sudah terdaftar mencapai 260.000 orang menurut data keimigrasian.

“Baiknya pemerintah lebih memberdayakan tenaga kerja Indonesia supaya minim biaya daripada menarik pekerja dari luar yang dapat menyerap biaya negara lebih mahal,” tuturnya.

BACA JUGA  Sempat Masuk IGD, Kondisi Habib Rizieq Baik

Labih lanjut, Ferry juga menyinggung soal infrastruktur yang terus digenjot pemerintah namun memberdayakan tenaga kerja asing. Dia juga mengacu dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Konstruksi, infrastruktur pemerintah mengaku bahwa gembar-gembor infrastruktur. Ternyata data BPS penyerapan lapangan kerja di bidang konstruksi justru menurun, jadi itu artinya infrastruktur ada tetapi tidak menggunakan tenaga kerja Indonesia, pakai tenaga kerja asing,” ulasnya.

Waketum Gerindra menantang Pemerintah Jokowi terbuka akan segalanya. Ferry juga mengaku siap berdebat data dan fakta terkait kebijakan Jokowi yang tidak berpihak kepada rakyat.

Reporter: Hafizh Syarifuddin
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat