... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Galeri

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

KIBLAT.NET – Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Syariah Islam kembali dihinakan. Aturan Sang Khaliq itu dilecehkan oleh makhluk-Nya, dengan puisi. Pada 2 April 2018, Sukmawati Soekarno Putri membacakan puisi yang membandingkan sari konde dengan cadar; kidung dengan azan.

Terang saja, bait-bait puisi itu menuai kontroversi dan dinilai mengandung unsur penistaan terhadap syariat Islam.

Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur’an. Tetapi mengapa hari ini terulang? Ada siapa di belakang Sukmawati?

Allah menurunkan syariat dan aturan untuk kebahagiaan dan kelangsungan hidup manusia. Ada tujuan syariat yang konkret, tertuang dalam 5 maqashid asy-syariah, yakni memelihara agama, jiwa, akal, keturunan dan harta dari kebinasaan dan penganiayaan oleh sesama manusia. Maka Islam melarang minum khamr, membunuh, berzina, dan mencuri; semua untuk kemaslahatan manusia.

Tetapi entah mengapa, sebagian manusia justru membencinya dan terang-terangan mengungkapkan kebenciannya. Apakah mereka sengaja? atau disebabkan oleh kebodohannya terhadap syariat? Simak ulasan Kiblat, di sini!

Redaktur: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

Perancis Bikin Aplikasi ‘WhatsApp’ Tandingan untuk Cegah Spionase

Aplikasi-aplikasi pesan terenkripsi utama di dunia -termasuk WhatsApp Facebook dan Telegram- dinilai memiliki kemungkinan pelanggaran data konsumen.

Selasa, 17/04/2018 16:05 0

Indonesia

Ombudsman: Penipuan Travel Umroh Akibat Maladministrasi Kementerian Agama

Ombudsman menemukan ada empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama dan satu maladministrasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata.

Selasa, 17/04/2018 14:13 0

News

Benarkah Oposisi Gunakan Senjata Kimia di Suriah?

PBB disebut merilis hasil penyelidikan bahwa pemberontak anti-Assad menembakkan senjata kimia berupa gas saraf sarin sehingga menewaskan sedikitnya 75 warga sipil termasuk anak-anak pada 7 April lalu. Bagaimana sebenarnya?

Selasa, 17/04/2018 12:59 0

Afrika

Berseragam PBB, Jihadis Serbu Markas Militer Perancis dan PBB di Mali

Sekelompok pejuang yang menyamar sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB meledakkan 2 bom mobil dan menembakkan puluhan roket ke markas pasukan Perancis dan PBB di Mali bagian utara.

Selasa, 17/04/2018 11:51 0

Iran

Perkuat Basis Ideologi, Iran Buka Cabang Universitas di Suriah

Seorang penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran dalam urusan internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan Presiden Suriah, Bashar Assad telah mengeluarkan keputusan untuk membuka cabang Universitas Azad Iran di Suriah.

Selasa, 17/04/2018 10:55 0

Turki

AS-Turki Capai Kesepahaman terkait Kota Manbij, Suriah

Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, di Ankara, Senin (16/04), Cavusoglu mengatakan bahwa bahwa peta itu akan derealiasikan ketika Menlu AS baru Mike Pompeo resmi menjalankan tugasnya.

Selasa, 17/04/2018 09:56 0

Suriah

Tim Penyelidik Kimia OPCW Gagal Masuki Douma, Ghouta Timur

"Tim belum dikirim ke Douma," kata Ahmed Uzumcu, Direktur Jenderal OPCW, dalam pertemuan darurat.

Selasa, 17/04/2018 08:47 0

News

AS: Rusia Mungkin Rusak Bukti Serangan Kimia di Douma

Yang kami pahami bahwa Rusia mungkin telah mengunjungi lokasi. Kami khawatir mereka mungkin telah merusak bukti-bukti dengan tujuan mengacaukan upaya misi pencari fakta untuk melakukan penyelidikan yang efektif.

Selasa, 17/04/2018 08:02 0

Indonesia

Komnas HAM: Masih Ada Pelanggaran dalam Penanganan Terorisme

"Data kekerasan yang dimiliki Komnas HAM dalam kasus terorisme disebabkan tidak diketahuinya tempat penahanan," kata Choirul Anam.

Selasa, 17/04/2018 06:58 0

China

China Luncurkan Situs Aduan yang Diklaim Cegah Ancaman Nasional

hina meluncurkan sebuah situs dalam bahasa Mandarin dan Inggris untuk meningkatkan kampanye melawan aktivitas spionase asing yang dapat mengancam negara berbasis sosialis tersebut.

Senin, 16/04/2018 17:44 0

Close