Perancis Bikin Aplikasi ‘WhatsApp’ Tandingan untuk Cegah Spionase

KIBLAT.NET, Paris – Pemerintah Perancis sedang membangun layanan pesan instan sendiri untuk mengurangi aktivitas spionase asing yang menargetkan para pejabat. Demikian menurut Kementerian Teknologi yang dikutip Daily Sabah, Senin (16/04/2018).

“Sekitar 20 pejabat dan pegawai negeri tinggi sedang menguji aplikasi baru yang dirancang oleh pengembang negara,” kata juru bicara kementerian, sembari menekankan bahwa penggunaan aplikasi itu diwajibkan kepada seluruh pejabat pemerintah menjelang musim panas.

“Kami perlu menemukan cara untuk memiliki layanan pesan terenkripsi yang tidak dienkripsi oleh Amerika Serikat atau Rusia,” kata juru bicara itu. “Anda mulai berpikir tentang potensi pelanggaran yang bisa terjadi, seperti yang kita lihat di Facebook, jadi kita harus berdiri sendiri,” sambungnya.

Aplikasi-aplikasi pesan terenkripsi utama di dunia -termasuk WhatsApp Facebook dan Telegram- dinilai memiliki kemungkinan pelanggaran data konsumen.

Jaringan sosial AS, yang membeli WhatsApp pada tahun 2014, telah mengundang banyak kritik setelah mengakui bahwa informasi jutaan pengguna salah masuk ke tangan konsultan politik Cambridge Analytica.

“Aplikasi terenkripsi pemerintah Perancis telah dikembangkan berdasarkan kode bebas-pakai yang ditemukan di internet, dan pada akhirnya bisa tersedia bagi semua warga negara,” kata juru bicara itu. Dia menolak memberikan nama-nama kode atau layanan pesan.

Lingkaran dalam Macron, termasuk penasihat atau menteri pemerintah, menyukai Telegram. Aplikasi itu mereka gunakan untuk merencanakan kebangkitannya ke kekuasaan dan kampanye pemilihan presiden tahun lalu.

Kekhawatiran privasi mulai berkembang awal tahun ini, ketika perangkat keamanan dari perusahaan keamanan Prancis Thales yang dipasang pada smartphone para pejabat mencegah penggunaan WhatsApp atau Telegram.

Telegram didirikan oleh seorang pengusaha Rusia yang terlibat konflik dengan pihak berwenang. Regulator telekomunikasi negara Rusia mengatakan, pihaknya telah mulai memblokir akses ke Telegram setelah perusahaan itu menolak mematuhi perintah untuk memberikan akses keamanan negara ke pesan rahasia penggunanya.

Baik WhatsApp dan Telegram mempromosikan diri sangat aman, karena semua data dienkripsi dari awal hingga akhir. WhatsApp bergantung pada standar industri terbuka yang dibuat oleh pengembang Signal, aplikasi perpesanan saingan. Sementara Telegram bergantung pada teknik enkripsi yang dibuatnya sendiri.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat