... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan

Foto: Bendera partai politik di Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Istilah hizbullah dan hizbusysyaithan ramai muncul di media menyusul pernyataan yang dilontarkan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Istilah syariat tersebut dinilai tak bisa diagunakan dalam mengklasifikasikan partai politik di Indonesia.

Saat menyampaikan sebuah tausiyah, Amien menyebut istilah Alquran, yaitu hizbullah dan hizbusysyaithan. “Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa, untuk melawan hizbusysyaithan,” ungkapnya di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/04/2018).

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya,” imbuh Amien.

“Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” ujarnya.

Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Cholil Nafis memberikan tanggapan terkait istilah hizbullah dan hizbusysyaithan yang disematkan pada partai politik di panggung demokrasi Indonesia. Menurutnya, hizbullah dan hizbusysyaithan tak pantas disematkan pada partai tertentu.

“Ketika itu disampaikan kepada klasifikasi partai tertentu, itu membutuhkan pengkajian yang lebih mendalam dan melukai perasaan diantara kita,” katanya saat ditemui Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (17/02/2018).

BACA JUGA  Pakar: Crosshijaber Bisa Berubah Orientasi Seksualnya

Cholil mengatakan di Indonesia istilah hizbullah dan hizbusyaithan kurang relevan. Dia menjelaskan memang ada dalam pikiran keislaman internasional pemilahan kelompok tersebut. Hizbullah, kata dia, adalah orang yang mendukung gerakan-gerakan perjuangan Islam. Sedangkan hizbusysyaithan adalah orang-orang yang melawan Islam.

“Dan di Indonesia ini partai-partai kan kadang-kadang mendukung, kadang-kadang nggak. Dan di dalamnya pun ada yang muslim ada yang non muslim, jadi tidak ada yang pure (murni) satu kelompok,” tegasnya.

“Dan sepanjang saya tahu, kalau partai politik sangat sulit dan mungkin tidak bisa diklasifikasi sebagai Partai Setan dan Partai Allah,” sambungnya.

Dia pun meminta kepada umat Islam agar lebih cerdas melihat partai-partai di Indonesia. Cholil Nafis mengingatkan agar tidak terjebak dengan simbol-simbol Islam yang dipakai pelaku politik.

“Kita jangan sampai terbawa dengan simbol Islam tapi keberpihakannya nggak ada bagi Islam. Saya pikir umat Islam sekarang cerdas dan akses informasi tidak sulit,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Partai Politik Indonesia Tak Bisa Diklasifikasikan Sebagai Hizbullah dan Hizbusysyaithan”

  1. rano parno

    partai politik indonesia bs dikategorikan kelompok pembela agama Alloh dan kelompok pembela anti islam, mudah sekali membedakan, dipantau dari kejauhan saja sdh tampak, mana pembela islam dan mana anti islam… hanya org org yg berpaham bhw semua agama benar … yg tdk bs membedakan haq dan batil

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Daftar Hitam PBB Cantumkan Militer Myanmar

PBB memasukan militer Myanmar ke daftar hitam terkait kejahatan seksual yang marak terjadi di Rakhine.

Selasa, 17/04/2018 19:00 0

Afghanistan

Taliban Sayangkan Data Lembaga HAM Tutupi Kejahatan AS

Imarah Islam Afghanistan terus mempertanyakan informasi yang menyalahkan Taliban atas korban sipil selama intervensi AS di Afghanistan.

Selasa, 17/04/2018 17:00 0

Yaman

Lumpuhkan Penjaga, 18 Tawanan Al-Qaidah Kabur dari Penjara Hutsi

Sebanyak 18 anggota Al-Qaidah cabang Yaman (AQAP) yang ditawan di penjara yang dikuasai oleh pemberontak Syiah Hutsi dilaporkan berhasil melarikan diri.

Selasa, 17/04/2018 16:43 0

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Prancis

Perancis Bikin Aplikasi ‘WhatsApp’ Tandingan untuk Cegah Spionase

Aplikasi-aplikasi pesan terenkripsi utama di dunia -termasuk WhatsApp Facebook dan Telegram- dinilai memiliki kemungkinan pelanggaran data konsumen.

Selasa, 17/04/2018 16:05 0

News

Benarkah Oposisi Gunakan Senjata Kimia di Suriah?

PBB disebut merilis hasil penyelidikan bahwa pemberontak anti-Assad menembakkan senjata kimia berupa gas saraf sarin sehingga menewaskan sedikitnya 75 warga sipil termasuk anak-anak pada 7 April lalu. Bagaimana sebenarnya?

Selasa, 17/04/2018 12:59 0

Afrika

Berseragam PBB, Jihadis Serbu Markas Militer Perancis dan PBB di Mali

Sekelompok pejuang yang menyamar sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB meledakkan 2 bom mobil dan menembakkan puluhan roket ke markas pasukan Perancis dan PBB di Mali bagian utara.

Selasa, 17/04/2018 11:51 0

Iran

Perkuat Basis Ideologi, Iran Buka Cabang Universitas di Suriah

Seorang penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran dalam urusan internasional, Ali Akbar Velayati mengatakan Presiden Suriah, Bashar Assad telah mengeluarkan keputusan untuk membuka cabang Universitas Azad Iran di Suriah.

Selasa, 17/04/2018 10:55 0

Turki

AS-Turki Capai Kesepahaman terkait Kota Manbij, Suriah

Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, di Ankara, Senin (16/04), Cavusoglu mengatakan bahwa bahwa peta itu akan derealiasikan ketika Menlu AS baru Mike Pompeo resmi menjalankan tugasnya.

Selasa, 17/04/2018 09:56 0

Suriah

Tim Penyelidik Kimia OPCW Gagal Masuki Douma, Ghouta Timur

"Tim belum dikirim ke Douma," kata Ahmed Uzumcu, Direktur Jenderal OPCW, dalam pertemuan darurat.

Selasa, 17/04/2018 08:47 0

Close