... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM: Masih Ada Pelanggaran dalam Penanganan Terorisme

Foto: Jenazah Siyono saat dishalatkan. Dia termasuk satu dari 121 orang yang tewas di tangan Densus 88

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, mengatakan bahwa dalam kurun waktu enam tahun terakhir, pihaknya menemukan sejumlah peristiwa yang diduga terdapat pelanggaran HAM dalam penanganan tindak pidana terorisme. Pelanggaran itu berupa penganiayaan dan penyiksaan.

“Sulitnya akses bagi kuasa hukum atau keluarga tersangka, dan hak mendapatkan informasi kebebasan terduga teroris,” ungkapnya menunjukkan salah satu pelanggaran penanganan terorisme dalam diskusi ‘Revisi RUU Terorisme dalam Perspektif HAM’ di gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Senin (16/04/2018).

Selain itu, komisioner Komnas HAM tersebut juga menjelaskan, pihaknya telah mendata kekerasan terhadap terduga teroris yang dilakukan aparat. Dari hasil pantauan, terdapat 11 kasus yang dilakukan aparat terhadap terduga teroris di Jawa Tengah.

“Data kekerasan yang dimiliki Komnas HAM dalam kasus terorisme disebabkan tidak diketahuinya tempat penahanan,” kata Choirul Anam.

“Bila hal ini tidak dijelaskan, akan berpotensi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan,” sambungnya.

Komnas HAM, dikatakan Choirul juga turut mempermasalahkan panjangnya waktu penahanan terhadap terduga teroris. Dalam RUU Terorisme Pasal 28 ayat 1 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, diberikan waktu 14 hari dan perpanjangan 7 hari.

“Menurut saya, dari segi waktu itu, kepanjangan. Standarnya, itu kalau tidak ada pemberitahuan atau macam-macam, itu 1×24 jam, baru diperpanjang lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, RUU Terorisme telah melewati beberapa kali masa sidang DPR. Sampai saat ini RUU Terorisme masih dalam pembahasan di Komisi I dan Komisi III DPR RI. Pembahasan revisi UU No 15 Tahun 2003 diketahui pula telah dilakukan lebih dari setahun lalu.

BACA JUGA  KSHUMI: Mengibarkan Bendera Tauhid Bukan Perbuatan Pidana

Reporter: Afriza DS
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

China Luncurkan Situs Aduan yang Diklaim Cegah Ancaman Nasional

hina meluncurkan sebuah situs dalam bahasa Mandarin dan Inggris untuk meningkatkan kampanye melawan aktivitas spionase asing yang dapat mengancam negara berbasis sosialis tersebut.

Senin, 16/04/2018 17:44 0

Turki

Seorang Pastor AS Diadili di Turki Atas Kasus Terorisme

Seorang pastor Amerika akan diadili di Turki karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teror dan mata-mata.

Senin, 16/04/2018 16:52 0

Suriah

Trump Bilang “Misi (Serangan di Suriah) Selesai”, Apa Maksudnya?

Pernyataan Trump di Twitter muncul beberapa jam setelah pasukan AS, Perancis dan Inggris melancarkan serangan terhadap tiga target yang disebut sebagai basis senjata kimia Assad di Suriah.

Senin, 16/04/2018 11:44 0

Rusia

Pasca Ungkap Tentara Bayaran Wagner di Suriah, Jurnalis Rusia Bunuh Diri?

Borodin menulis untuk situs berita Novy Den tentang kejahatan dan korupsi. Dia baru-baru ini membantu mengungkap cerita kematian tentara bayaran Rusia Wagner Group dari Asbest yang tewas di Suriah pada bulan Februari.

Senin, 16/04/2018 10:38 0

Info Event

Amanatul Ummah Poso Gelar Lomba Olahraga Antar Majelis Taklim

Apresiasi disampaikan kepada bidang dakwah Yayasan Wakaf Amanatul Ummah karena telah mengadakan kegiatan lomba.

Senin, 16/04/2018 09:41 0

Suriah

Sebelum Serang Suriah, AS ke Oposisi: Ini Bukan Perang terhadap Assad

“kami tidak dalam perang menghadapi rezim. Janganlah kalian menggelar operasi menyerang pasukan rezim. Jika di antara kalian ada yang menyerang, kalian tidak dapat dukungan lagi dari pasukan koalisi.”

Senin, 16/04/2018 08:46 0

Inggris

Inggris: Tak Ada Rencana Serangan Lanjutan ke Suriah

Jika Assad kembali menggunakan senjata kimia, lanjutnya, pihaknya baru akan membahas pilihan-pilihan tindakan.

Senin, 16/04/2018 07:14 0

Palestina

Empat Warga Palestina Tewas Akibat Ledakan di Gaza

Empat warga Palestina dari kelompok Jihad Islam tewas akibat suatu ledakan yang tak disengaja di perbatasan Gaza-Israel. Insiden yang terjadi pada Sabtu (14/04/2018) itu dibenarkan oleh kelompok Jihad Islam.

Ahad, 15/04/2018 20:53 0

Turki

Erdogan Dukung Serangan AS, Prancis dan Inggris ke Suriah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik serangan gabungan terhadap Suriah. Ia berpendapat operasi ini mensiratkan pesan untuk Presiden Bashar Al Assad.

Ahad, 15/04/2018 18:36 0

Myanmar

Tak Ada Jaminan Bagi Pengungsi Rohingya yang Dipulangkan

PBB dan lembaga HAM mengkritisi bahwa belum ada jaminan keamanan bagi korban yang dipulangkan mengingat kondisi di Rakhine masih belum aman bagi Rohingya.

Ahad, 15/04/2018 18:04 0

Close