... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Daftar Hitam PBB Cantumkan Militer Myanmar

Foto: Pengungsi Rohingya (Sumber: Aljazeera)

KIBLAT.NET, Washington- PBB memasukan militer Myanmar ke daftar hitam terkait kejahatan seksual yang marak terjadi di Rakhine. Pencantuman ini merupakan pertama kali dan dirilis pada Senin (16/04/2018) seperti dikutip dari Anadolu.

“Ancaman luas dan penggunaan kekerasan seksual merupakan bagian integral dari strategi milter Myanmar, bertujuan untuk mempermalukan, meneror dan menghukum komunitas Rohingya secara kolektif diperhitungkan sebagai cara untuk memaksa mereka melarikan diri dari tanah kelahiran dan mencegah kembalinya mereka,” ungkap PBB.

 

Razia Sultana, pengacara Rohingya mengatakan kepada PBB di New York, Amerika Serikat bahwa kasus kekerasan seksual ini melibatkan ratusan militer Myanmar, sebagian besar terjadi di provinsi Rakhine.

“Skala dan masifnya tindakan itu memberikan bukti bahwa pemerkosaan direncanakan secara sistematis dan sengaja digunakan sebagai senjata terhadap etnis kami,” ungkapnya.

Sultana juga mengungkapkan, selain memperkosa dan melakukan kekerasan militer Myanmar juga merusak alat reproduksi korban. Ia pun memohon kepada PBB untuk bertemu langsung dengan wanita korban kekerasan untuk menyelidiki tragedi tersebut.

“Pola mutilasi bagian pribadi wanita setelah perkosaan menunjukkan arahan khusus untuk menanamkan teror di antara orang-orang Rohingya tetapi juga untuk menghancurkan alat reproduksi mereka,” tukasnya.

PBB menyebutkan, etnis Muslim Rohingya merupakan kaum yang paling teraniaya di dunia. Mereka dalam kondisi ketakutan setelah puluhan orang dibunuh dan diteror saat kekerasan pada tahun 2012.

BACA JUGA  Tak Ditahan, Ustadz Rahmat Baequni Kena Wajib Lapor

Sejak 25 Agustus 2017, diperkirakan sekitar 750.000 Rohingya menjadi pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Mereka melarikan diri dari Myanmar setelah militer Myanmar melakukan kekerasan dan pembunuhan secara masif.

Menurut laporan Dokter Tanpa Batas, setidaknya 9.000 jiwa melayang dalam kurun waktu antara 25 Agustus hingga 24 September 2017. Lebih rinci, organisasi kemanusiaan global itu menjelaskan, 71,7 persen atau 6.700 korban tewas akibat kekerasan, diantaranya 730 anak-anak balita.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Sulitnya Soal UNBK

KPAI Ungkap Aduan Siswa SMA Keluhkan Kesulitan Kerjakan Soal UNBK

Selasa, 17/04/2018 17:44 0

Indonesia

Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

"Satu tahun itu menurut saya tidak memiliki logika penegakan hukum," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam

Selasa, 17/04/2018 16:41 0

Video Kajian

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam?

Puisi Sukmawati; Mengapa Mereka Benci Syariat Islam? Ejekan terhadap syariat Islam adalah perkara yang tidak pantas dibiarkan, apalagi di Indonesia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Belum lama ini, Ahok dijebloskan ke penjara karena terbukti menghina ayat Al-Qur'an. Tetapi mengapa hari ini terulang?

Selasa, 17/04/2018 16:32 0

Indonesia

Ombudsman: Penipuan Travel Umroh Akibat Maladministrasi Kementerian Agama

Ombudsman menemukan ada empat maladministrasi yang dilakukan Kementerian Agama dan satu maladministrasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata.

Selasa, 17/04/2018 14:13 0

Indonesia

Komnas HAM: Masih Ada Pelanggaran dalam Penanganan Terorisme

"Data kekerasan yang dimiliki Komnas HAM dalam kasus terorisme disebabkan tidak diketahuinya tempat penahanan," kata Choirul Anam.

Selasa, 17/04/2018 06:58 0

Indonesia

Dari Serambi Mekah, 1.000 Ton Beras Diberangkatkan ke Suriah

Bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia itu dibawa dengan truk besar dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menuju ke pelabuhan Belawan, Medan.

Senin, 16/04/2018 12:22 0

Info Event

Amanatul Ummah Poso Gelar Lomba Olahraga Antar Majelis Taklim

Apresiasi disampaikan kepada bidang dakwah Yayasan Wakaf Amanatul Ummah karena telah mengadakan kegiatan lomba.

Senin, 16/04/2018 09:41 0

Indonesia

Kapitra: Pasal Penodaan Agama Harus Ada, untuk Jaga Keutuhan Republik

"Kalau dihapus, semua orang bebas menghina agama lain. Pecah negara ini," tuturnya

Senin, 16/04/2018 08:01 0

Indonesia

Kapitra Yakin Ada Intervensi di Proses Hukum Sukmawati

"Pasti, saya yakin interfensinya. Interfensi pihak polisian sangat luar biasa, saya percaya itu. Kalau polisi dibiarkan bebas menegakkan hukum saya pikir sudah selesai," katanya kepada Kiblat.net di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan pada Ahad (15/04/2018).

Senin, 16/04/2018 06:20 0

Indonesia

Kisah Pengayuh Becak dan Masyarakat Aceh Bantu Rakyat Suriah

Sore ini (15/4/2018), ribuan masyarakat Aceh berbondong-bondong menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Ahad, 15/04/2018 21:17 0

Close