... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS: Rusia Mungkin Rusak Bukti Serangan Kimia di Douma

Foto: Tim medis tengah melakukan pertolongan terhadap seorang anak kecil yang menghirup gas beracun setelah tentara rezim Assad menjatuhkan bom di Douma [sumber: Reuters]

KIBLAT.NET, Washington – Utusan AS di Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia PBB mengatakan, Senin (16/04), Rusia mungkin telah rusak lokasi yang dicurigai terkena serangan kimia di Kota Douma, Ghoutah Timur, pedesaan Damaskus. Sebagaimana diketahui, kota itu saat ini sepenuhnya di bawah kontrol rezim dan Rusia.

“Dewan ini telah sangat terlambat mengutuk pemerintah Suriah karena mempraktikkan pemerintahan terorisme kimia dan menuntut pertanggungjawaban internasional atas tindakan keji itu,” kata Kenneth Ward, Utusan AS di Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia PBB dalam pertemuan tertutup, seperti dilansir Reuters Arabic.

Dia menambahkan, yang kami pahami bahwa Rusia mungkin telah mengunjungi lokasi. Kami khawatir mereka mungkin telah merusak bukti-bukti dengan tujuan mengacaukan upaya misi pencari fakta untuk melakukan penyelidikan yang efektif.

Sumber diplomat AS lainnya mengatakan kepada Reuters bahwa mungkin Rusia menghilangkan bukti-bukti penggunaan kimia di saat PBB dan rezim Assad bernegosiasi untuk mengizinkan tim penyidik PBB masuk Douma.

Sebagaimana diberitakan, tim penyidik PBB yang dijadwalkan masuk Douma pada Senin kemarin masih tertahan. AS menuding rezim dan Rusia mencoba menghalang-halangi sementara dua negara sekutu itu membantah.

Lebih dari sepekan serangan kimia terjadi Douma. Menurut saksi mata, senjata mematikan itu dijatuhkan melalui helikopter ke wilayah oposisi. Puluhan anak-anak dan wanita tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Akibat serangan itu, oposisi akhirnya menyepakati keluar sepenuhnya dari Douma kecuali yang ingin bertahan. Douma sendiri telah terkepung sejak lima tahun lalu.

BACA JUGA  Provinsi di Belgia Larang Penyembelihan Halal

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melancarkan serangan dengan lebih dari 100 roket ke tiga lokasi milik rezim Suriah yang diduga lokasi penyimpanan senjata kimia, pada Sabtu dini hari lalu. Barat mengklaim serangan, yang tidak menimbulkan banyak kerugian bagi rezim menurut Rusia ini, sebagai hukuman terhadap rezim Assad.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komnas HAM: Masih Ada Pelanggaran dalam Penanganan Terorisme

"Data kekerasan yang dimiliki Komnas HAM dalam kasus terorisme disebabkan tidak diketahuinya tempat penahanan," kata Choirul Anam.

Selasa, 17/04/2018 06:58 0

Indonesia

Dari Serambi Mekah, 1.000 Ton Beras Diberangkatkan ke Suriah

Bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia itu dibawa dengan truk besar dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menuju ke pelabuhan Belawan, Medan.

Senin, 16/04/2018 12:22 0

Info Event

Amanatul Ummah Poso Gelar Lomba Olahraga Antar Majelis Taklim

Apresiasi disampaikan kepada bidang dakwah Yayasan Wakaf Amanatul Ummah karena telah mengadakan kegiatan lomba.

Senin, 16/04/2018 09:41 0

Indonesia

Kapitra: Pasal Penodaan Agama Harus Ada, untuk Jaga Keutuhan Republik

"Kalau dihapus, semua orang bebas menghina agama lain. Pecah negara ini," tuturnya

Senin, 16/04/2018 08:01 0

Indonesia

Kapitra Yakin Ada Intervensi di Proses Hukum Sukmawati

"Pasti, saya yakin interfensinya. Interfensi pihak polisian sangat luar biasa, saya percaya itu. Kalau polisi dibiarkan bebas menegakkan hukum saya pikir sudah selesai," katanya kepada Kiblat.net di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan pada Ahad (15/04/2018).

Senin, 16/04/2018 06:20 0

Indonesia

Kisah Pengayuh Becak dan Masyarakat Aceh Bantu Rakyat Suriah

Sore ini (15/4/2018), ribuan masyarakat Aceh berbondong-bondong menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Ahad, 15/04/2018 21:17 0

Indonesia

Dewan Pers: Isi Khutbah Tidak Bisa Langsung Jadi Berita

"Kami dari Dewan Pers tidak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khutbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers," ujar Jimmy.

Ahad, 15/04/2018 10:22 0

Indonesia

Peneliti Timteng: Trump Berikan Harapan Palsu kepada Rakyat Suriah

"(Serangan) ini hanya sebuah bentuk penyegaran, seseorang yang melarang warga Suriah memasuki negaranya tidak mungkin peduli dengan mereka yang mati di tempat yang jaraknya ribuan mil jauhnya," ujar Chabkoun.

Ahad, 15/04/2018 09:17 0

Manhaj

Bukan Fiksi, Al-Qur’an Otentik Hingga Akhir Zaman

Umat Islam meyakini Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam.

Ahad, 15/04/2018 07:43 0

Indonesia

Banjir TKA, Rakyat Terasingkan di Negara Sendiri

"Negara anti komunis tetapi mengapa di era ini, Pemerintah Jokowi begitu dekat dengan negara komunis dalam kebijakannya," katanya dalam diskusi "Pengangguran Banyak, Jokowi Impor Tenaga Kerja" di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis, (12/4/2018).

Sabtu, 14/04/2018 15:57 0

Close