... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sebelum Serang Suriah, AS ke Oposisi: Ini Bukan Perang terhadap Assad

Foto: Faksi dukungan koalisi AS di Suriah selatan

KIBLAT.NET, Daraa – Amerika Serikat mengirim surat kepada kelompok oposisi Suriah dukungannya sebelum dan sesudah meluncurkan serangan rudal ke rezim Bashar Al-Assad. Surat itu mewanti-wanti kepada oposisi binaannya untuk tidak melakuan operasi militer terhadap rezim saat serangan Barat diluncurkan.

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari harian Wall Street Journal, Ahad (15/04), mengatakan bahwa surat itu menginstruksikan kepada kelompok oposisi Suriah pro Barat untuk tidak menafsirkan serangan AS ke rezim Assad sebagai perang. AS meminta untuk tetap fokus memerangi Daulah Islamiyah (ISIS).

“Koalisi AS takut kami juga meluncurkan operasi militer menyerang rezim,” kata komandan di faksi Mughawir Al-Tsaurah—faksi di Suriah selatan yang didukung AS—, Muhannid Tala, kepada Wall Street Journal.

Mantan juru bicara Mughawir Al-Tsaurah, Mazaim Salaom, juga mengonfirmasi surat itu. Ia mengatakan bahwa surat itu untuk dibagi-bagikan kepada seluruh anggota. Surat selesai disebar melalui Facebook, Twitter dan Whatsapp.

Menurut Salaom, koalisi AS mengatakan dalam surat itu, “kami tidak dalam perang menghadapi rezim. Janganlah kalian menggelar operasi menyerang pasukan rezim. Jika di antara kalian ada yang menyerang, kalian tidak dapat dukungan lagi dari pasukan koalisi.”

Wall Street Journal mengatakan bahwa pihaknya telah meminta konfirmasi ke Pusat Komando AS yang bertanggung jawab operasi di Timur Tengah. Namun pejabat di lembaga itu enggan berkomentar.

BACA JUGA  Al-Muhaisini Beberkan Motif Amerika Ingin Serang Suriah

Sebelumnya, para pengamat melihat bahwa serangan udara AS ke Suriah tak banyak menguntungkan oposisi dalam peta militer. Pasalnya, seakan saat ini terdapat garis merah yang memisahkan masing-masing wilayah. Setiap wilayah dikelola di bawah pengaruh negara-negara asing. Faksi yang mengontrol pun harus tunduk dengan negara pendukung.

Seperti diketahui, AS, Inggris dan negara sekutunya membina faksi oposisi di Suriah selatan, yang berbatasan dengan Yordania. Tak hanya senjata, anggota faksi-faksi tersebut juga mendapat gaji bulanan. Namun segela operasi dan keputusan mereka harus tunduk di bawah Barat.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kapitra: Pasal Penodaan Agama Harus Ada, untuk Jaga Keutuhan Republik

"Kalau dihapus, semua orang bebas menghina agama lain. Pecah negara ini," tuturnya

Senin, 16/04/2018 08:01 0

Indonesia

Kapitra Yakin Ada Intervensi di Proses Hukum Sukmawati

"Pasti, saya yakin interfensinya. Interfensi pihak polisian sangat luar biasa, saya percaya itu. Kalau polisi dibiarkan bebas menegakkan hukum saya pikir sudah selesai," katanya kepada Kiblat.net di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan pada Ahad (15/04/2018).

Senin, 16/04/2018 06:20 0

Indonesia

Kisah Pengayuh Becak dan Masyarakat Aceh Bantu Rakyat Suriah

Sore ini (15/4/2018), ribuan masyarakat Aceh berbondong-bondong menghadiri acara tabligh akbar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Ahad, 15/04/2018 21:17 0

Indonesia

Dewan Pers: Isi Khutbah Tidak Bisa Langsung Jadi Berita

"Kami dari Dewan Pers tidak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khutbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers," ujar Jimmy.

Ahad, 15/04/2018 10:22 0

Indonesia

Peneliti Timteng: Trump Berikan Harapan Palsu kepada Rakyat Suriah

"(Serangan) ini hanya sebuah bentuk penyegaran, seseorang yang melarang warga Suriah memasuki negaranya tidak mungkin peduli dengan mereka yang mati di tempat yang jaraknya ribuan mil jauhnya," ujar Chabkoun.

Ahad, 15/04/2018 09:17 0

Indonesia

Banjir TKA, Rakyat Terasingkan di Negara Sendiri

"Negara anti komunis tetapi mengapa di era ini, Pemerintah Jokowi begitu dekat dengan negara komunis dalam kebijakannya," katanya dalam diskusi "Pengangguran Banyak, Jokowi Impor Tenaga Kerja" di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis, (12/4/2018).

Sabtu, 14/04/2018 15:57 0

Indonesia

Taliban Serbu Pusat Distrik Khwaja Omari di Tenggara Afghanistan

Pejuang Taliban dilaporkan kembali menyerbu sebuah distrik, yaitu Khwaja Omari, di bagian tenggara Afghanistan

Sabtu, 14/04/2018 14:24 0

Khazanah

Inilah Peristiwa yang Dialami Nabi Saat Isra Mi’raj

KIBLAT.NET - Isra Mi’raj ialah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Haram di Makah menuju ke Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. Kemudian dilanjutkan menuju lapisan langit tertinggi lalu ke Sidratul Muntaha dengan tujuan menerima wahyu dari Allah Ta’ala. 

Sabtu, 14/04/2018 08:15 0

Indonesia

KSPI: Perpres Tenaga Kerja Asing Sulitkan Rakyat

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak memihak kepada rakyat.

Jum'at, 13/04/2018 16:58 0

Indonesia

LPMA Rilis Font Standar Indonesia untuk Penulisan Al Quran

Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) telah merilis font (jenis huruf) penulisan mushaf Al Quran standar Indonesia.

Jum'at, 13/04/2018 16:19 0

Close