... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Reuters: Lokasi Suriah yang Disasar Rudal AS Sudah Dikosongkan

Foto: Militer Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Damaskus – Kantor berita Reuters, Sabtu (14/04), mengatakan bahwa lokasi-lokasi pemerintah Suriah yang menjadi target rudal AS, Inggris dan Prancis sudah dikosongkan. Rezim Assad telah memindahkan seluruh barang penting setelah mendapat peringatan dari Rusia.

Melansir dari sumber pejabat senior pendukung Bashar Assad, Reuters menyebutkan bahwa rezim Assad telah mengetahui titik-titik serangan yang direncanakan Barat tersebut beberapa hari sebelumnya. Rezim mendapat seluruh informasi itu dari sekutunya, Moskow.

“Kami telah menerima peringatan dini dari Rusia. Jauh-jauh hari seluruh lokasi militer telah dikosongkan,” ujar sumber yang tidak disebutkan namanya itu.

Ia mengungkapkan bahwa  sedikitnya 30 roket ditembakkan koalisi AS ke Suriah. Namun sepertiganya berhasil dihadang melalui sistem pertahanan udara.

“Kami sedang mendata kerusakan materi. Sejumlah fasilitas di lokasi yang ditargetkan mengalami kerusakan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, rezim Suriah dilaporkan memindahkan peralatan tempur dari pangkalan-pangkalan militernya ke pangkalan yang dikelola Rusia. Pemindahan senjata-senjata itu terpantau menyusul ancaman Donald Trump akan menyerang Suriah.

AS dan sekutunya berniat menyerang Suriah setelah rezim Assad kembali menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur. Washington dan sekutunya ingin menghukum pemerintah Suriah.

Washington telah meluncurkan serangan militer terbatas terhadap rezim Suriah dengan partisipasi Inggris dan Perancis, sebagaimana pengumuman Donald Trump. Serangan itu menargetkan beberapa lokasi militer di Damaskus dan pedesaannya, Homs dan pusat penelitian ilmiah di distrik Barza.

BACA JUGA  Komandan Tandzim Hurrasuddin Dibunuh Orang Tak Dikenal

Menurut kantor berita resmi (SANA) bahwa rudal yang menargetkan situs militer di Homs berhasil dihalau sehingga jatuh ke wilayah sipil dan menyebabkan korban.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa serangan terbatas itu sudah selesai. Tujuan serangan ini ingin menyampaikan pesan kuat kepada rezim Bashar Assad.

Sementara itu, Duta besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov, mengatakan bahwa serangan militer yang dipimpin AS itu merupakan penghinaan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Antonov mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa “menghina presiden Rusia tidak dapat diterima dan harus ditolak.”

“Sekali lagi kami diancam. Kami telah memperingatkan bahwa tindakan seperti itu tidak akan berjalan tanpa konsekuensi. Kami sedang menyusun skenario untuk membalas,” tulisnya mengancam.

Di sisi lain, pengamat melihat serangan AS dan sekutunya terhadap rezim Assad itu tidak memberi banyak manfaat bagi kelompok-kelompok oposisi. Mereka hanya bisa menyaksikan tanpa bisa melakukan langkah militer. Pasalnya, seluruh gerakan mereka harus mendapat persetujuan negara-negara yang mempengaruhi mereka.

Sumber: Reuters, Enabbaladi
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Banjir TKA, Rakyat Terasingkan di Negara Sendiri

"Negara anti komunis tetapi mengapa di era ini, Pemerintah Jokowi begitu dekat dengan negara komunis dalam kebijakannya," katanya dalam diskusi "Pengangguran Banyak, Jokowi Impor Tenaga Kerja" di Gedung DPP PKS, Jakarta, Kamis, (12/4/2018).

Sabtu, 14/04/2018 15:57 0

Indonesia

Taliban Serbu Pusat Distrik Khwaja Omari di Tenggara Afghanistan

Pejuang Taliban dilaporkan kembali menyerbu sebuah distrik, yaitu Khwaja Omari, di bagian tenggara Afghanistan

Sabtu, 14/04/2018 14:24 0

Khazanah

Inilah Peristiwa yang Dialami Nabi Saat Isra Mi’raj

KIBLAT.NET - Isra Mi’raj ialah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Haram di Makah menuju ke Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. Kemudian dilanjutkan menuju lapisan langit tertinggi lalu ke Sidratul Muntaha dengan tujuan menerima wahyu dari Allah Ta’ala. 

Sabtu, 14/04/2018 08:15 0

Indonesia

KSPI: Perpres Tenaga Kerja Asing Sulitkan Rakyat

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak memihak kepada rakyat.

Jum'at, 13/04/2018 16:58 0

Indonesia

LPMA Rilis Font Standar Indonesia untuk Penulisan Al Quran

Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) telah merilis font (jenis huruf) penulisan mushaf Al Quran standar Indonesia.

Jum'at, 13/04/2018 16:19 0

Indonesia

DPR Minta Pemerintah Kaji Rencana Impor Dosen Asing

Bamsoet berharap agar Komisi X DPR mendorong Kemenristekdikti untuk membenahi terlebih dahulu permasalahan-permasalahan dosen yang masih ada.

Jum'at, 13/04/2018 14:23 0

Suara Pembaca

Mari Bantu Pembangunan Rumah Keluarga Muslim Layak Huni

Riyadi dan ketiga anaknya saat ini tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, ketika hujan turun hampir bisa dipastikan seluruh bagian rumahnya akan bocor, belum lagi hembusan angin masuk melalui celah dinding rumah yang berbuat dari anyaman bambu.

Jum'at, 13/04/2018 13:03 0

Indonesia

Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Arya Sandhiyudha mengatakan kaitan TKA dengan kebijakan orang asing secara umum memiliki celah besar dalam banyak aspek.

Jum'at, 13/04/2018 11:50 0

Indonesia

Situasi Suriah Dinilai Membaik Pasca Tumbangnya ISIS

Dino Patti Djalal dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menilai bahwa situasi keamanan di Suriah semakin membaik pasca dikalahkannya organisasi Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). 

Jum'at, 13/04/2018 11:11 0

Indonesia

FPCI: Serangan AS ke Suriah Bisa Memperkeruh Suasana

Serangan Amerika Serikat dinilai akan memperkeruh situasi di Suriah. Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Pati Djalal berharap hal itu tidak terjadi.

Jum'at, 13/04/2018 10:31 0

Close