... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Munculkan Konspirasi terkait Pelaku Serangan Kimia di Douma

Foto: Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov

KIBLAT.NET, Moskow- Di tengah ramainya isu serangan kimia di Douma yang menewaskan hingga 70 jiwa, negara-negara barat menyakini pelakunya adalah rezim Suriah dan sekutunya. Namun keterangan berbeda dimunculkan oleh sekutu setia Bashar Al Assad yaitu Rusia.

Seperti dikutip dari Anadolu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebutkan bahwa serangan di Douma dilakukan oleh negara-negara yang menyuarakan sentimen anti-Rusia. Ia mengklaim memiliki bukti atas informasi itu.

“Kami memiliki bukti kuat bahwa itu adalah pertunjukan. Dan pekerjaan khusus dari satu negara yang kini berada di garis depan menyuarakan sentimen anti-Rusia,” kata Sergey Lavrov kepada wartawan di Moskow pada Jumat (13/04/2018) tanpa merincikan negara yang diduga terlibat.

Sementara itu, terkait rencana serangan oleh AS ke Suriah, Lavrov berharap agar segala tindakan tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia mengatakan, “Saya harap tidak ada yang berani mengambil langkah ceroboh seperti itu. Namun, meskipun demikian, bahkan ekses minor akan kembali menyebabkan gelombang migran baru ke Eropa.”

Ia pun meminta agar semua pihak menunggu hasil analisis dari badan pengawas senjata kimia OPCW yang telah mengirimkan tim khusus ke Douma untuk mengumpulkan bukti serangan 8 April lalu,

Sebagaimana diketahui, pasukan rezim Suriah telah menyerang Douma, Ghouta Timur dengan menggunakan gas beracun. Menurut White Helmets, lebih dari 70 sipil dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka.

BACA JUGA  Nasib Wanita Terduga ISIS: Tak Dapat KTP dan Terancam Dieksploitasi

Pada 24 Februari lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah terutama di Ghouta Timur untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun demikian, resolusi itu tak diindahkan oleh rezim Suriah dan sekutunya. Di mana awal bulan ini telah berlangsung operasi besar untuk merebut Ghouta Timur dari tangan oposisi. Diperkirakan terdapat 400.000 orang yang hidup di Ghouta, daerah yang terletak di pinggiran Damaskus dan dikepung oleh rezim Suriah dalam lima tahun terakhir.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KSPI: Perpres Tenaga Kerja Asing Sulitkan Rakyat

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak memihak kepada rakyat.

Jum'at, 13/04/2018 16:58 0

Indonesia

LPMA Rilis Font Standar Indonesia untuk Penulisan Al Quran

Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) telah merilis font (jenis huruf) penulisan mushaf Al Quran standar Indonesia.

Jum'at, 13/04/2018 16:19 0

Indonesia

DPR Minta Pemerintah Kaji Rencana Impor Dosen Asing

Bamsoet berharap agar Komisi X DPR mendorong Kemenristekdikti untuk membenahi terlebih dahulu permasalahan-permasalahan dosen yang masih ada.

Jum'at, 13/04/2018 14:23 0

Suara Pembaca

Mari Bantu Pembangunan Rumah Keluarga Muslim Layak Huni

Riyadi dan ketiga anaknya saat ini tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, ketika hujan turun hampir bisa dipastikan seluruh bagian rumahnya akan bocor, belum lagi hembusan angin masuk melalui celah dinding rumah yang berbuat dari anyaman bambu.

Jum'at, 13/04/2018 13:03 0

Indonesia

Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Arya Sandhiyudha mengatakan kaitan TKA dengan kebijakan orang asing secara umum memiliki celah besar dalam banyak aspek.

Jum'at, 13/04/2018 11:50 0

Indonesia

Situasi Suriah Dinilai Membaik Pasca Tumbangnya ISIS

Dino Patti Djalal dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menilai bahwa situasi keamanan di Suriah semakin membaik pasca dikalahkannya organisasi Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). 

Jum'at, 13/04/2018 11:11 0

Indonesia

FPCI: Serangan AS ke Suriah Bisa Memperkeruh Suasana

Serangan Amerika Serikat dinilai akan memperkeruh situasi di Suriah. Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Pati Djalal berharap hal itu tidak terjadi.

Jum'at, 13/04/2018 10:31 0

Suara Pembaca

Doa dan Donasi untuk Ananda Umar

Setelah menjalani operasi Tonggue-Tie beberapa waktu yang lalu, Adik Umar, putra dari Bapak Faruq Nurani, Penggiat Gerakan Ngaji Gratis dan penggerak Gerakan Peduli Guru Ngaji, kembal diuji dengan sakit.

Jum'at, 13/04/2018 10:18 0

Suara Pembaca

Sinergi Foundation Gelar Peletakan Batu Pertama RS Wakaf Ibu dan Anak

Dalam ikhtiar membantu masyarakat menengah ke bawah yang kesulitan mendapat akses kesehatan memadai, Sinergi Foundation berencana membangun Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA).

Jum'at, 13/04/2018 10:07 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Close