... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat: Serangan AS ke Suriah Tak Akan Banyak Untungkan Oposisi

Foto: Jet tempur koalisi AS/ilustrasi

KIBLAT.NET, Damaskus – Pengamat melihat bahwa ancaman serangan militer yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada rezim Suriah menyusul serangan kimia di Kota Douma, Ghouta Timur, tidak akan banyak menguntungkan oposisi Suriah. Alasannya, seluruh gerakan kelompok oposisi hari ini tergadai oleh kekuatan dunia.

Menurut pengamat, seperti dilansir portal Arabi21.com pada Kamis (12/04), serangan udara AS tersebut tidak akan berpengaruh banyak bagi peta kekuatan militer oposisi karena seluruh keputusan faksi-faksi harus tunduk pada negara-negara internasional. Hal itu tidak memungkinkan faksi-faksi pejuang membuka front baru yang mungkin kesempatan itu dapat dimanfaatkan oleh pejuang bersamaan dengan dimulainya serangan udara AS.

Selain itu, peta kontrol di Suriah saat ini sudah seperti garis merah. Masing-masing pihak tidak boleh menyerang atau melintasi garis itu. Bagi yang melanggar, akan berhadapan dengan negara-negara yang menjalin kesepakatan.

Dalam hal ini, mantan anggota Koalisi Nasional Oposisi Suriah, Samir Nashar, mengungkapkan bahwa tanpa melihat sengitnya gempuran dan tujuan serangan yang akan diluncurkan, kampanye militer ini dilakukan untuk kepentingan revolusi Suriah. Akan tetapi, tegasnya, bukan dalam rangka mengubah peta militer.

“Melemahkan dan merusak rezim, meskipun hanya sedikit, merupakan kepentingan revolusi secara politik. Namun secara militer, dominasi dan kontrol pihak-pihak internasional terhadap faksi-faksi oposisi mencegah inisiatif membuka pertempuran apapun,” jelas Nashar kepada Arabi21.com.

BACA JUGA  Menlu Korea Utara Kunjungi Bashar Assad

Dengan kondisi seperti itu, ia pun yakin kelompok-kelompok pejuang tidak berani menggelar operasi militer sendirian, baik di wilayah selatan, utara atau timur Suriah.

Namun Nashar percaya bahwa serangan udara AS itu akan berpengaruh banyak pada rezim jika tidak ada lobi-lobi politik di belakangan angara kubu rezim Assad dan Barat.

Pada bagiannya, ahli militer dan strategis Timur Tengah, Kolonel Hatem Al-Rawai, mengesampingkan oposisi akan mendapat manfaat langsung dari serangan udara yang direncakan AS itu. Bahkan, menurutnya, indikasi dan realitas di lapangan bisa terjadi sebaliknya.

Dia melanjutkan, serangan udara AS itu kemungkinan besar menargetkan markas militer rezim dan juga Iran. Hal itu mungkin dapat membuka jalan bagi oposisi untuk menawarkan ide-ide solusi politik. “Tapi apakah oposisi dengan kondisinya saat ini dan struktur yang lemah dapat berurusan dengan Rusia dan AS?” katanya di sisi lain.

Untuk itu, jelas Al-Rawai, AS saat ini menunjukkan diri sebagai kekuatan yang paling bisa mengancam rezim, khususnya terhadap ibukota Damaskus dan sekitarnya.

Al-Rawai mengimbau faksi-faksi oposisi tidak keluar dari kesepakatan “Zona De-eskalasi” meskipun kesempatan tersebut terbuka. Karena oposisi saat ini sudah nyaman dengan kesepakatan itu.

Di sisi lain, negosiator senior oposisi sekaligus anggota Dewan Tinggi untuk Oposisi Suriah, Muhammad Shabra, yakin serangan AS itu dapat mengurangi kemampuan rezim dan Iran. Sedikit banyak operasi militer Barat itu memberi keuntungan, sebagaimana dikatakannya.

BACA JUGA  Secara Sepihak, Rezim Assad Vonis Mati Pemimpin HTS

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Close