... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KSPI: Perpres Tenaga Kerja Asing Sulitkan Rakyat

Foto: Perpres Tentang Tenaga Kerja Asing

KIBLAT.NET, Jakarta- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak memihak kepada rakyat. Deputi Presiden KSPI, Muhammad Rusdi menyebutkan bahwa salah-satu poin yang ia kritisi ialah meniadakan syarat bagi tenaga asing untuk bekerja di Indonesia.

“Fakta di ketenagakerjaan Indonesia pemerintah menyulitkan rakyatnya misal pada tahap magang, anak magang ini mudah di PHK dan tidak diberikan upah hanya diberikan uang saku,” katanya dalam diskusi “Pengangguran Banyak, Jokowi Impor Tenaga Kerja”, Jakarta, Kamis, (12/04/2018).

Rusdi juga menilai Perpres 20/2018 bukti Jokowi tidak berpihakan kepada buruh Indonesia. Implikasinya ialah sulitnya mendapat pekerjaan di Indonesia, pengangguran meningkat, kenaikan upah tak sebanding dengan pengeluaran.

“Jadi anehnya di Indonesia itu bekerja malah jadi miskin. Bagaimana tidak, satu sisi semua harga akomodasi hidup naik, tetapi upah tak sebanding dengan pengeluaran,” ungkapnya.

Dampaknya industri Indonesia akan menurun karena berkurangnya daya beli. Rusdi mengatakan, klaim pembangunan infrastruktur meningkatkan industri semen dan kontraktor, faktanya barang yang dipakai adalah barang asal Cina.

“Jadi tenaga kerjanya dari luar, bahan materialnya dari luar. Jadi Rezim ini gak mampu bekerja tapi belagu. Negara ini gak punya uang, tetapi ngotot melakukan pembangunan. Akhirnya dipermainkan oleh orang asing,” pungkasnya.

Rusdi juga mengungkapkan sebelumnya dalam Permenakertrans 35/2015 pemerintah malah menghilangkan prasyarat-prasyarat yang sebelumnya sudah diatur dengan baik oleh Permenakertrans Nomor 16 Tentang TKA.

BACA JUGA  Dufi Pria Tewas dalam Tong Ternyata Marketing Freelance TV Muhammadiyah

Salah satu prasyarat yang dihilangkan, menurut dia, adalah tidak ada lagi aturan yang mengharuskan TKA harus bisa berbahasa Indonesia. Padahal, dalam dunia kerja, berkomunikasi dengan rekan sejawat merupakan hal yang sangat penting.

“Nah, kalau seorang pekerja itu tidak bisa bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris, ini menjadi aneh, menjadi masalah buat perusahaan itu sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Arab Saudi CS Keukeuh Qatar Harus Penuhi 13 Tuntutan

Para Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengadakan pertemuan di sela-sela KTT Liga Arab ke-29 pada Kamis (12/04/2018) di Riyadh.

Jum'at, 13/04/2018 15:05 0

Suara Pembaca

Mari Bantu Pembangunan Rumah Keluarga Muslim Layak Huni

Riyadi dan ketiga anaknya saat ini tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, ketika hujan turun hampir bisa dipastikan seluruh bagian rumahnya akan bocor, belum lagi hembusan angin masuk melalui celah dinding rumah yang berbuat dari anyaman bambu.

Jum'at, 13/04/2018 13:03 0

Suara Pembaca

Doa dan Donasi untuk Ananda Umar

Setelah menjalani operasi Tonggue-Tie beberapa waktu yang lalu, Adik Umar, putra dari Bapak Faruq Nurani, Penggiat Gerakan Ngaji Gratis dan penggerak Gerakan Peduli Guru Ngaji, kembal diuji dengan sakit.

Jum'at, 13/04/2018 10:18 0

Irak

Bom Meledak di Pemakaman Milisi Syiah Iraq, Belasan Pelayat Tewas

Seorang pejabat setempat, Shalahudin Al-Syaklani, mengatakan bahwa ledakan terjadi dua kali.

Jum'at, 13/04/2018 09:30 0

Amerika

Gedung Putih: Belum Ada Keputusan Menyerang Suriah

AS masih terus menggalang dukungan negara-negara sekutu untuk menyerang Suriah.

Jum'at, 13/04/2018 08:23 0

Suriah

Pengamat: Serangan AS ke Suriah Tak Akan Banyak Untungkan Oposisi

"Namun secara militer, dominasi dan kontrol pihak-pihak internasional terhadap faksi-faksi oposisi mencegah inisiatif membuka pertempuran apapun,” jelas Nashar kepada Arabi21.com.

Jum'at, 13/04/2018 07:13 0

Rusia

Balas Ancaman Trump, Rusia: Kami Tidak Berdiplomasi Lewat Twitter

Rusia meyakini AS sengaja membuat tudingan soal senjata kimia sebagai justifikasi bagi Washington untuk menyerang Suriah.

Jum'at, 13/04/2018 06:09 0

Amerika

Trump: Serangan ke Suriah Bisa Jadi Lebih Cepat

Presiden AS Donald Trump kembali berkicau di akun Twitternya bahwa dia tidak pernah mengatakan kapan serangan terhadap Suriah akan terjadi. Katanya, serangan itu bisa terjadi kapan saja.

Kamis, 12/04/2018 20:45 0

Suriah

Putin-Netanyahu dan Trump-Erdogan Bersamaan Bahas Suriah Lewat Telepon

Pada hari Rabu (11/04/2018) terjadi percakapan antara empat pemimpin negara yang membicarakan kondisi Suriah melalui sambungan telepon.

Kamis, 12/04/2018 17:51 0

Suriah

5 Pertanyaan Penting Tentang Rencana Serangan AS ke Suriah

Menanggapi kasus ini sejumlah analis melontarkan pandangan mereka terkait langkah AS tersebut. Berikut 5 pertanyaan penting yang dijawab oleh analis perang dunia:

Kamis, 12/04/2018 16:49 0

Close