... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gedung Putih: Belum Ada Keputusan Menyerang Suriah

Foto: Gedung Putih

KIBLAT.NET, Washington – Gedung Putih mengumumkan, Kamis (12/04), Presiden AS Donald Trump menutup pertemuan dengan tim keamanan nasional tanpa membuat keputusan akhir tentang reaksi terhadap penggunaan senjata kimia di kota Douma, Ghouta timur, dekat Damaskus. AS masih terus menggalang dukungan negara-negara sekutu untuk menyerang Suriah.

Gedung Putih mengatakan akan terus mengkaji informasi intelijen dan berkonsultasi dengan negara sekutu. Hari ini, lanjut pernyataan Gedung Putih, Trump bermusyawarah dengan Perdana Menteri Inggris, Theresa Mai, dan juga akan berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel licik mengenai perkembangan Suriah.

kantor perdana menteri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan Mai setuju membahas pentingnya merumuskan balasan internasional terhadap rezim Assad mengenai penggunaan kembali senjata kimia di Suriah. Kedua kepala negara setuju untuk terus bekerja sama untuk merumuskan tanggapan internasional.

Trump dan Mai berbicara setelah pejabat senior Inggris mendukung langkah-langkah bekerja sama dengan AS dan Perancis untuk menghukum rezim Assad.

Beberapa saat sebelumnya, Trump kembali menulis di Twitternya,”Saya belum pernah mengatakan kapan serangan ke Suriah akan dimulai. Bisa jadi dalam waktu dekat atau mungkin tidak terjadi.”

Di tempat berbeda, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan di sidang Komite Pelayanan Bersenjata di Dewan Senat AS bahwa salah hal yang menyibukkan sebelum menyerang Suriah munculnya kekhawatiran perang nantinya tidak terkendali. Dia mengisyaratkan bahwa serangan itu akan ditunda.

BACA JUGA  Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Mattis juga berjanji akan terus berhubungan dengan Kongres sebelum meluncurkan serangan militer ke Suriah. Dia menambahkan, sementara Amerika Serikat sedang mempertimbangkan tindakan militer, pihaknya berusaha menghindari eskalasi “di luar kendali”.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Close