... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Balas Ancaman Trump, Rusia: Kami Tidak Berdiplomasi Lewat Twitter

Foto: Presiden Rusia, Vladimir Putin.

KIBLAT.NET, Moskow – Komentar ofensif Presiden Donald Trump via Twitter pada hari Rabu (11/04), termasuk peringatannya kepada Rusia supaya bersiap menghadapi serangan rudal AS yang ditembakkan atas perintah Trump, telah mengagetkan banyak pihak. Sementara itu, Rusia nampaknya sedang mencoba untuk bersikap tenang dengan memberi nasehat. Kepada Trump, Rusia mengatakan mereka tidak menggunakan “diplomasi Twitter”.

Pernyataan juru bicara Rusia, Dmitry Peskov, memperingatkan AS untuk tidak mengambil langkah yang mengancam situasi yang sudah sedemikian rapuh di Suriah. Menurutnya, saat ini diperlukan cara pendekatan yang lebih serius di Suriah. Peskov menambahkan, Rusia meyakini AS sengaja membuat tudingan soal senjata kimia sebagai justifikasi bagi Washington untuk menyerang Suriah.

Dalam sejumlah pernyataannya di Twitter, Donald Trump banyak menyinggung soal Rusia sekaligus menggambarkan hubungan yang semakin buruk antara Washington dengan Kremlin. Dan nampaknya memang situasi dibuat semakin memburuk sebagaimana pernyataan kandidat Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahwa kebijakan lunak AS terhadap Rusia saat ini telah berakhir.

Pompeo juga disebut-sebut ingin menyatakan Rusia sebagai sebuah negara yang berbahaya bagi Amerika. Hal itu terungkap setelah duta besar Nikki Haley menyebut Trump sebagai presiden AS yang sangat anti-Rusia sejak era Ronald Reagen. Beberapa komentar Pompeo jelas hanya akan membuat situasi menjadi lebih buruk. Bagian yang paling bermasalah adalah Trump sendiri mengakui lewat cuitannya di Twitter bahwa hubungan AS-Rusia saat ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah, dan bahkan lebih parah dari Perang Dingin.

BACA JUGA  Pastikan Perjanjian Idlib Terlaksana, Erdogan-Putin Sepakati Langkah Baru

Sumber: Antiwar
Redaktur: YasinMuslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Close