... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Arab Saudi CS Keukeuh Qatar Harus Penuhi 13 Tuntutan

Foto: Para Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengadakan pertemuan di sela-sela Ktt Liga Arab ke-29. (Foto: ArabSummit2018)

KIBLAT.NET, Riyadh – Para Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengadakan pertemuan di sela-sela KTT Liga Arab ke-29 pada Kamis (12/04/2018) di Riyadh. Para pejabat senior Arab membahas berbagai perkembangan politik, keamanan, dan militer yang dihadapi wilayah tersebut dalam KTT tersebut.

Mereka juga membahas perkembangan mengenai krisis Qatar. Keempat negara menekankan perlunya Qatar memenuhi ke-13 tuntutan yang telah diajukan, serta ketaatannya pada Enam Prinsip Pertemuan Kairo dan Deklarasi Manama sebagai landasan yang diperlukan untuk normalisasi hubungan.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada Juni tahun lalu. Mereka menuduh Qatar mendukung terorisme dan campur tangan dalam urusan internal mereka, dan memicu perselisihan diplomatik terburuk di kawasan itu selama bertahun-tahun. Hal yang dibantah tegas oleh Qatar.

Selama pertemuan itu, para menteri mengukuhkan solidaritas dan melanjutkan koordinasi antar negara untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Arab secara keseluruhan dan menolak segala upaya campur tangan eksternal dalam urusan negara-negara Arab.

Dikutip dari situs Hidayatullah.com, 13 tuntutan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran dan menutup misi diplomatik Iran di Qatar, mengusir anggota Garda Revolusi Iran dan memutus kerja sama militer dan intelejen dengan Iran. Perdagangan dengan Iran harus sesuai dengan sanksi AS dan internasional dengan cara yang tidak membahayakan keamanan Dewan Kerjasama Teluk.
  2. Segera menutup pangkalan militer Turki, yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan menghentikan kerja sama militer dengan Turki di dalam Qatar.
  3. Memutus hubungan dengan semua “organisasi teroris, sektarian dan ideologis,” khususnya Ikhwanul Muslimin, ISIS, al-Qaeda, Fateh al-Sham (dulunya bernama Jabhah Nusrah) dan Hizbullah Libanon. Secara resmi menyatakan pihak-pihak ini sebagai kelompok teror seperti yang diumumkan oleh Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir, dan menyetujui semua perbaharuan daftar ini di masa yang akan datang.
  4. Menghentikan semua pendanan bagi individu, kelompok ataupun organisasi yang telah dianggap sebagai teroris oleh Arab Saudi, UEA, Mesir, Bahrain, AS dan negara lain.
  5. Menyerahkan “tokoh-tokoh teroris”, buronan dan individu yang dicari Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain ke negara asal mereka. Membekukan aset mereka, dan memberikan informasi yang diinginkan mengenai tempat tinggal, gerakan dan keuangan mereka.
  6. Menutup Aljazeera dan stasiun afiliasinya.
  7. Menghentikan intervensi hubungan internal kedaulatan negara. Berhenti memberikan kewarganegaraan pada buronan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain. Mencabut kewarganegaraan Qatar bagi warga negara yang melanggar hukum di negara-negara tersebut.
  8. Membayar perbaikan dan kompensasi kerugian nyawa dan kerugian finansial lain yang disebabkan oleh kebijakan Qatar di tahun-tahun ini. Jumlahnya akan ditentukan setelah kordinasi dengan Qatar.
  9. Meluruskan kebijakan militer, politik, sosial dan ekonomi Qatar dengan negara Arab dan Teluk lainnya, serta masalah ekonomi, sesuai kesepakatan tahun 2014 yang dicapai dengan Arab Saudi.
  10. Menghentikan komunikasi dengan oposisi politik di Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain. Menyerahkan berkas mengenai kontak Qatar dan dukungan pada kelompok oposisi, serta menyerahkan rincian terkait informasi pribadi mereka dan dukungan Qatar yang diberikan pada mereka.
  11. Menutup semua kantor berita yang didanai secara langsung dan tidak langsung oleh Qatar, termasuk Arabi21, Rassd, Al Araby Al Jadeed, Mekameleen dan Middle East Eye (MEE), dll.
  12. Menyetujui semua permintaan dalam waktu 10 hari setelah daftar diberikan pada Qatar, atau daftar ini akan menjadi tidak valid.
  13. Menyetujui audit kepatuhan bulanan pada tahun pertama setelah menyetujui permintaan tersebut, diikuti oleh audit empat bulan sekali pada tahun kedua, dan audit tahunan di 10 tahun setelahnya.
BACA JUGA  Saudi Larang Imam Masjidil Haram Syaikh Khalid Al-Ghamidi Berdakwah

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

DPR Minta Pemerintah Kaji Rencana Impor Dosen Asing

Bamsoet berharap agar Komisi X DPR mendorong Kemenristekdikti untuk membenahi terlebih dahulu permasalahan-permasalahan dosen yang masih ada.

Jum'at, 13/04/2018 14:23 0

Suara Pembaca

Mari Bantu Pembangunan Rumah Keluarga Muslim Layak Huni

Riyadi dan ketiga anaknya saat ini tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, ketika hujan turun hampir bisa dipastikan seluruh bagian rumahnya akan bocor, belum lagi hembusan angin masuk melalui celah dinding rumah yang berbuat dari anyaman bambu.

Jum'at, 13/04/2018 13:03 0

Indonesia

Perpres Tenaga Kerja Asing Dinilai Berbahaya, Ini Alasannya

Arya Sandhiyudha mengatakan kaitan TKA dengan kebijakan orang asing secara umum memiliki celah besar dalam banyak aspek.

Jum'at, 13/04/2018 11:50 0

Indonesia

Situasi Suriah Dinilai Membaik Pasca Tumbangnya ISIS

Dino Patti Djalal dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menilai bahwa situasi keamanan di Suriah semakin membaik pasca dikalahkannya organisasi Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). 

Jum'at, 13/04/2018 11:11 0

Indonesia

FPCI: Serangan AS ke Suriah Bisa Memperkeruh Suasana

Serangan Amerika Serikat dinilai akan memperkeruh situasi di Suriah. Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Pati Djalal berharap hal itu tidak terjadi.

Jum'at, 13/04/2018 10:31 0

Suara Pembaca

Doa dan Donasi untuk Ananda Umar

Setelah menjalani operasi Tonggue-Tie beberapa waktu yang lalu, Adik Umar, putra dari Bapak Faruq Nurani, Penggiat Gerakan Ngaji Gratis dan penggerak Gerakan Peduli Guru Ngaji, kembal diuji dengan sakit.

Jum'at, 13/04/2018 10:18 0

Suara Pembaca

Sinergi Foundation Gelar Peletakan Batu Pertama RS Wakaf Ibu dan Anak

Dalam ikhtiar membantu masyarakat menengah ke bawah yang kesulitan mendapat akses kesehatan memadai, Sinergi Foundation berencana membangun Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA).

Jum'at, 13/04/2018 10:07 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Close