... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rusia Umumkan Rezim Suriah Kuasai Penuh Ghouta Timur

Foto: Kondisi di salah satu sudut kota di Ghouta Timur. Kota tersebut hancur setelah dibombardir berhari-hari sehingga memaksa pejuang mundur

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bashar Assad memastikan diri menguasai seluruh wilayah Ghouta Timur setelah pejuang dan warga Kota Douma, kota terakhir yang diikuasai oposisi, meninggalkan kota tersebut. Di saat yang sama, Rusia dilaporkan menyebar polisi militer dan mengirim dokter serta ahli kimia untuk menyelidiki serangan senjata pemusnah massal di Douma.

Kepala Pusat Perdamaian dan Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Mayjen Yuri Yiftoshenko, mengatakan, seperti dinukil France24 dari kantor berita Rusia pada Kamis (12/04), Kota Douma saat ini sepenuhnya di bawah kendali pasukan rezim Suriah. Kota itu merupakan wilayah terakhir oposisi di Ghouta Timur di dekat Damaskus.

“Rezim sekarang boleh mengibarkan benderanya di atas gedung di Kota Douma dengan direbutnya kota ini dan selanjutnya kota-kota lain di Ghouta Timur,” katanya.

Dalam konteks terkait, media Rusia juga menyebutkan bahwa polisi militer Moskow dikerahkan ke Douma pada hari ini. Moskow juga mengatakan tengah mengirim tim medis serta ahli untuk menyelidiki serangan kimia di Douma.

Faksi oposisi di kota terakhir di Ghouta Timur, Jaisyul Islam, akhirnya menyepakati keluar dari Kota Douma setelah terjadinya serangan kimia pada Sabtu lalu. Puluhan orang tewas dan ratusan mengalami sesak nafas dan luka-luka.

Kendati laporan-laporan aktivis, media serta lembaga kemanusiaan telah meyakinkan terjadinya serangan kimia, rezim Assad dan Rusia tidak mau mengaku. Bahkan, hal tersebut menyebabkan kembali memanasnya ketangan antara Rusia dan AS. Washington mengancam merudal Suriah, sementara Rusia menanggapi akan melindungi sekutunya itu.

BACA JUGA  Rusia Dirikan Pangkalan Militer di Bekas Wilayah Kurdi Suriah

Sumber: France24, Al-Arabiya
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Indonesia

Setahun Berlalu, Polisi Tak Lagi Dipercaya Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tak lagi percaya polisi mau tuntaskan kasus Novel Baswedan

Rabu, 11/04/2018 18:59 0

Close