... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Serangan AS, Assad Pindahkan Armada Udaranya ke Pangkalan Rusia

Foto: Pangkalan udara Hmeimim milik Rusia di Suriah.

KIBLAT.NET, Damaskus – Angkatan Udara Suriah menyembunyikan jet tempurnya di pangkalan udara Hmeimim Rusia di provinsi Latakia. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump bertekad untuk meluncurkan serangan udara pasca serangan gas beracun yang mematikan di Douma.

Menurut laporan Zaman el Wasl pada Rabu (11/04/2018), yang mengutip seorang sumber lokal, meyakinkan bahwa jet tempur MiG-29 dan Su-24 dipindahkan dari pangkalan udara al-Seen dan T4 di gurun Suriah ke pangkalan udara Hmeimim pada hari Selasa. Jet tempur MiG-23 dan Su-22 jet telah mendarat di pangkalan al-Nayrab dan Kuweiris.

Para ahli Rusia dan personil militer juga dievakuasi dari pangkalan udara militer al-Dumary ke Damaskus. Said Seif, juru bicara unit brigade Ahmed la-Abdu, mengatakan pasukan rezim telah mengosongkan bandara al-Seen (Sayqal) yang terletak di wilayah Timur Qalamoun.

Seorang sumber militer mengatakan bahwa pasukan rezim sedang bersiaga menghadapi kemungkinan serangan AS yang akan segera terjadi. Pasukan menyebarkan sistem rudal pertahanan udara di sekitar ibu kota dan dekat Istana Assad.

Sistem pertahanan udara paling maju dikerahkan di bandara militer Mezzeh. “Enam sistem pertahanan digunakan, termasuk sistem pertahanan Rusia Pantsir-S2 yang merupakan gabungan antara rudal permukaan-ke-udara dan senjata anti-pesawat,” kata sumber itu.

Para pejabat AS telah berkonsultasi dengan sekutunyal tentang kemungkinan tanggapan militer bersama terhadap serangan gas beracun di pinggiran Ghouta Timur. Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin militer negara itu apda Senin malam.

BACA JUGA  Penyelidik PBB: Koalisi AS, Rusia, Suriah dan Milisi Kurdi Lakukan Kejahatan Perang

The White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Suriah atas serangan di Douma Ghouta Timur yang menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan korban lainnya.

Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menegaskan bahwa tim pencari fakta sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad.

Sumber: Zaman el-Wasl
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Indonesia

Setahun Berlalu, Polisi Tak Lagi Dipercaya Tuntaskan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tak lagi percaya polisi mau tuntaskan kasus Novel Baswedan

Rabu, 11/04/2018 18:59 0

Indonesia

Jokowi Diminta Tak Berlebihan Tanggapi Gerakan 2019 Ganti Presiden

Ujang menilai, selama Jokowi memiliki kinerja yang baik, pasti rakyat akan mempertahankannya. Dan begitu juga sebaliknya. Ia mengimbau kepada para pendukung Jokowi tidak berlebihan menanggapi gerakan tersebut.

Rabu, 11/04/2018 14:39 0

Close