... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

5 Pertanyaan Penting Tentang Rencana Serangan AS ke Suriah

Foto: Serangan rudal Tomahawk oleh kapal tempur AS di Laut Mediterranea pada 7 April 2017

KIBLAT.NET, Damaskus- Rencana penyerangan Amerika Serikat terhadap Suriah menjadi pembicaraan hangat balakangan ini. Amerika Serikat telah berjanji akan menyerang Suriah dengan rudal sebagai bentuk balasan atas penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah di Douma, kawasan yang dikuasai oleh oposisi.

Sementara itu, Rusia selaku sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, berjanji akan membalas jika Pentagon benar-benar akan melakukan operasi tersebut. Menanggapi kasus ini sejumlah analis melontarkan pandangan mereka terkait langkah AS tersebut. Berikut 5 pertanyaan penting yang dijawab oleh analis perang dunia:

1. Rudal jenis apa yang akan ditembakan AS?

Lawrence Korb, mentan asisten menteri pertahanan AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Amerika Serikat kemungkinan akan menggunakan rudal Tomahawk. Kesimpulan itu diambil, mengingat jenis rudal yang sama pernah digunakan AS tahun lalu pasca serangan kimia di Khan Syaikhoun, Idlib.

Pada saat itu, sekitar 59 rudal Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang AS di Mediaterania ke pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs. Lokasi yang diduga kuat menjadi titik awal penerbangan pesawat tempur yang menyerang Khan Syaikhoun.

2. Apa kemungkinan yang menjadi target?

Fuad Shahbazov pakar keamanan dan militer yang berbasis di Azerbaijan mengatakan bahwa Amerika Serikat kemungkinan besar akan menyerang markas komando dan kontrol angkatan bersenjata Suriah. Selain itu, lokasi yang diduga kuat akan ditarget oleh AS adalah gudang penyimpanan senjata kimia.

BACA JUGA  Perbatasan Suriah-Yordania Jatuh ke Tangan Rezim Assad

Sementara itu, Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme mengataka kepada Al Jazeera bahwa kemungkinan besar Presiden Donald Trump akan menggunakan strategi berbeda dengan serangan yang sebelumnya.

“Mereka biasanya tidak suka menyatakan apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka akan melakukan sebelumnya. Jadi militer AS mungkin memutuskan untuk menggunakan metode lain,” kata Ashraf.

3. Apa tujuan serangan itu?

Kemungkinan besar tujuan utama dari serangan itu adalah mencegah penggunaan senjata kimia di Suriah. Namun Ashraf menampik pandangan itu. Menurutnya, belum ada kejelasan apakah AS tahun di mana gudang penyimpangan senjata di Suriah.

“Jika kita tahu di mana senjata kimia itu tentunya dengan mudah dapat dihancurkan. Jika mereka berhasil menyerang instalasi senjata kimia, pertanyaan yang akan muncul, mengapa hal itu tidak dilakukan sebelumnya. Saya masih meragukan ada gudang senjata kimia yang diketahui Barat. Tampaknya, serangan ini akan menjadi target militer umum,” katanya.

4. Apa reaksi Rusia?

Sejauh ini, Rusia hanya menilai bahwa rencana serangan AS ke Suriah sebagai gertakan. Sementara itu Lawrence Korb menyebutkan bila serangan ini terjadi tan menargetkan militer Rusia, kemungkinan reaksi Moskow hanya sebatas kecamana publik.

Namun pendangan berbeda dilontarkan oleh Fuad Shahbazov. Menurutnya, Rusia akan melakukan pembalasan atas serangan AS ke Suriah. Target balasan diduga akan menyasar pasukan oposisi.

BACA JUGA  Pengosongan Dua Kota Syiah di Pedesaan Idlib Selesai

“[Tanggapan Rusia] akan mencakup serangan rudal terhadap pasukan oposisi dan posisi militer pasukan khusus AS,” katanya, menambahkan operasi darat jangka panjang terhadap pemberontak sangat tidak mungkin.

5. Apa jenis sistem anti-rudal yang dimiliki Moskow di Suriah? Bisakah menandingi serangan AS?

Shahbazov mengatakan sistem anti-rudal utama Rusia di Suriah adalah S300 Gladiator. Alat itu pernah dikerahkan di Suriah pada akhir 2016.

“Namun, mungkin juga Rusia akan menggunakan sistem S400 modernnya yang juga telah ada di Suriah selama lebih dari satu tahun. Sistem ini mungkin menghalau semua jet tempur modern. Tetapi Rusia belum menggunakan sistem ini di Suriah,” katanya. kata.

Sedangkan Korb mengatakan tidak mungkin Rusia akan dapat melawan serangan AS. Pandangan itu didukung oleh Ashraf. Ia mengatakan banyak target AS di Suriah kemungkinan akan terpukul.

“Jika Rusia benar untuk kata-kata mereka, beberapa dari rudal itu akan dihadang. Tidak ada sistem pertahanan udara yang penuh-bukti, jadi saya kira proporsi yang cukup signifikan akan lolos ke target mereka,” katanya.

“Juga kemungkinan serangan dengan jet tempur harus dipertimbangkan karena AS memiliki pangkalan udara besar di negara-negara Teluk,” tambahnya.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian

Khutbah Jumat: Nasihat Mujarab Untuk Hadapi Kematian. Orang yang berzina itu imannya hilang saat melakukannya. Setelah itu, entah kembali atau tidak keimanan pada pelakunya. Lalu bagaimana dengan orang yang mati di lokalisasi, yang sering kita dengar kadang dalam kondisi tanpa busana dan sebagainya?

Kamis, 12/04/2018 15:20 0

Artikel

Paradoks Nasionalisme Indonesia

Ideologi bangsa selalu berdiri di atas mitos dan mitos seperti kita pahami tidak segaris dengan realitas. Setiap masyarakat yang memiliki identitas memiliki mitos. Karena identitas adalah mitos yang terinstitusionalisasi. Nasionalisme dimanapun selalu berpijak pada mitos. Dia dapat merujuk pada ancaman, utopia, atau superioritas ras.

Kamis, 12/04/2018 13:37 1

Indonesia

IKAMI: Kasus Puisi Sukmawati Bisa Dibawa ke Mahkamah Internasional

"Dia (kasus puisi Sukamawati.Red) bisa pakai Mahkamah Internasional. Jadi adalah suatu yang tidak mungkin dilakukan penyelesaian secara restorative justice dalam perkara yang dihadapi oleh Sukmawati seperti yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Al Katiri.

Kamis, 12/04/2018 10:38 1

Indonesia

IKAMI Tak Akan Cabut Laporan Dugaan Penistaan Agama Sukmawati

"IKAMI punya sikap tegas bahwa penghinaan agama ini tidak main-main," ujar Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 10:05 0

Video Kajian

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam

Kiblat Review: Peran Turki di Tanah Syam. Selain itu Turki juga berbatasan dengan Suriah, wilayah konflik yang terus berlanjut sampai tujuh tahun ini. Saat ini, sebagian masyarakat kita sedang menunggu peran Turki untuk penyelesaian konflik di wilayah yang secara historis disebut Syam itu.

Kamis, 12/04/2018 09:26 0

Indonesia

Alfian: PKI Tinggal Tunggu Pencabutan TAP MPRS

"Buku yang saya sampaikan di persidangan tadi adalah buku-buku khusus tentang pembekalan kepada kader PKI pemula," ungkapnya.

Kamis, 12/04/2018 08:50 0

Indonesia

Ini Argumen Alfian Tanjung Yakini 85% PKI Ada di PDIP

"Keluarnya angka tersebut dari perhitungan matematikanya, bahwa pada tahun 2002 di Lativi (sekarang tvOne) ada salah satu kader PDIP yang namanya, Ribka Tjiptaning, yang menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itu pun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut (PDIP)," katanya kepada Kiblat.net seusai persidangan lanjutan kasus yang menderanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (11/04/2018).

Kamis, 12/04/2018 07:23 0

Indonesia

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

Rabu, 11/04/2018 21:35 0

Indonesia

Ini Daftar 26 Travel Umrah yang Disanksi Kemenag Sejak 2015

Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pengawasan terus diperkuat dan penjatuhan sanksi terhadap PPIU nakal juga dilakukan.

Rabu, 11/04/2018 21:25 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Jokowi Komitmen Tuntaskan Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Terus Desak Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Rabu, 11/04/2018 19:38 0

Close