... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat Politik: 2019 Ganti Presiden adalah Gerakan Kreatif

Foto: Pengamat politik Ujang Komarudin.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat politik dari Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang konstitusional. Menurutnya, itu adalah gerakan yang kreatif.

“#2019GantiPresiden adalah sebuah gerakan yang cerdas dan kreatif. Karena sosialisasi atau kampanye gerakan tersebut dilakukan dengan cara membuat kaos, gelang dan lain-lain, dan terbukti viral di media sosial,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (11/04/2018).

“Gerakan tersebut bukan sesuatu yang haram dan kriminal,” sambung Dosen FISIP Universitas Al-Azhar ini.

Ia juga menilai bahwa gerakan tersebut membuat Presiden Joko Widodo jengkel. Namun, kata dia, di Indonesia, masyarakat diajak untuk bebas memilih presidennya.

“Termasuk untuk mengganti presiden di 2019. Karena ujung dari gerakan tersebut sudah pasti untuk mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti,” tuturnya.

Kendati demikian, Ujang mengimbau agar gerakan tersebut dilakukan dengan cara konstitusional. Yaitu melalui Pilpres 2019 dengan cara mengalahkan Jokowi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Bin Salman: Jika Dibutuhkan, Arab Saudi Akan Terlibat Opsi Militer di Suriah

Arab Saudi bisa diikutkan dalam aksi militer di Suriah setelah terjadi serangan senjata kimia yang menewaskan sedikitnya 60 orang di wilayah Ghouta Timur pada akhir pekan lalu.

Rabu, 11/04/2018 13:02 0

Opini

Antara Kemiskinan, Zakat dan Sustainable Development Goals

Zakat mampu mewujudkan Sustainable Development Goals, bahkan jauh sebelum program ini ada zakat telah memberi damapak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rabu, 11/04/2018 10:52 0

Amerika

AS dan Rusia “Perang” di DK PBB terkait Serangan Kimia di Douma

Kedua negara sepakat dilakukan penyelidikan di Douma namun berselisih tajam mengenai tim yang akan melakukan penyelidikan. AS mengusulkan membuat tim penyelidik baru sementara Rusia ngotot dengan tim yang sudah ada.

Rabu, 11/04/2018 07:34 0

Amerika

Ini Draf Proposal AS di DK PBB Sikapi Serangan Kimia di Douma

“Washington akan membalas serangan kimia terhadap Douma meskipun DK PBB bergerak atau tidak,” kata Heili seraya menegaskan bahwa negaranya akan menentukan siapa di balik serangan terlarang itu.

Rabu, 11/04/2018 06:22 0

Artikel

Tak Sekadar Merakyat, Beginilah Gaya Memimpin Umar bin Khattab

Ketua DPP PDI-P Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, memberikan penilaian bahwa Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab.

Selasa, 10/04/2018 22:04 0

Video News

Ketua MUI: Abdul Chair Tidak Dipecat

"Orang berbeda pendapat nggak ada masalah," sambung Rais Aam PBNU ini.

Selasa, 10/04/2018 18:07 0

Opini

Membaca Peta Suara Umat Islam dalam Demokrasi

KIBLAT.NET – Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar. Sejarah...

Selasa, 10/04/2018 14:45 0

News

Ramai Isu 2019 Ganti Presiden, Sekjen PBNU: Saya Tidak Setuju

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengaku tidak setuju dengan gerakan #2019 Ganti Presiden.

Selasa, 10/04/2018 14:16 0

Suriah

Dokumen Resmi Mengungkap Assad Sembunyikan Senjata Kimia di Suriah

Pemindahan dilakukan dari Institute 1000 di Jamraya kepada Brigade 105 di dekat Istana Presiden di Damaskus.

Selasa, 10/04/2018 13:01 0

Video News

Abdul Chair: Orasi Saya Tidak Menyerang Kiai H. Ma’ruf Amin

KIBLAT.NET – Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH. MH. menampik tuduhan orasinya menyerang Kiai H. Ma’ruf...

Selasa, 10/04/2018 11:59 0

Close