... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indonesia Tak Punya UU untuk Lindungi Data Pribadi di Medsos

Foto: UU ITE. (Foto: Selular.id)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang saat ini berlaku belum bisa mengatur dan memberikan perlindungan terhadap data pribadi masyarakat Indonesia. Karenanya, perlu segera dilakukan revisi UU ITE atau dibuat undang-undang baru tentang perlindungan data pribadi.

“Sampai saat ini UU ITE belum mampu menjamin terlindunginya data pribadi masyarakat. Kebocoran lebih dari satu juta data pribadi orang Indonesia di Facebook salah satu contohnya ,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net Rabu (11/04/2018).

“Begitupun ketika data pribadi kita di bank dipergunakan, bahkan diperjual-belikan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang undang-undang ITE belum memberikan perlindungan,” sambungnya.

Bamsoet mengingatkan perkembangan teknologi yang kian pesat memiliki pengaruh besar di masyarakat. Masyarakat harus mewaspadai dampak negatif yang timbul dari perkembangan teknologi.

“Di era milenial ini pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya memberikan implikasi positif. Dampak buruk yang ditimbulkan pun sangat banyak. Hoaks dan fake news setiap hari banyak berseliweran di depan kita,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menuturkan, pengaruh perkembangan teknologi menjadi fokus DPR dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, teknologi dianggap menjadi ancaman kuat di bidang sosial dan budaya. “Pengaruh teknologi ini harus kita waspadai secara serius, karena berpengaruh pada sosial-budaya masyarakat,” kata Bamsoet.

Namun, Politisi Partai Golkar ini menilai bukan berarti masyarakat harus menghindar dari kemajuan teknologi. Tetapi masyarakat harus lebih dewasa dan cerdas dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal yang positif.

BACA JUGA  Akhir Hayat Idris dalam Pelukan Bendera Tauhid

Bamsoet mencontohkan, jaman dulu, untuk promosi dan menjual produk bisnis dibutuhkan modal yang besar. Namun, dengan maraknya penggunaan media sosial saat ini, untuk mempromosikan dan menjual produk tinggal dikirim melalui media sosial sehingga dapat menekan jauh biaya yang dikeluarkan.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat, tentu tidak terbendung lagi. Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Saya yakin GMNI mampu mengajak masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal positif,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Rencana Serangan AS ke Suriah Pengaruhi Harga Minyak Dunia

KIBLAT.NET, Jakarta- Meskipun Suriah bukan produsen minyak utama, rencana Amerika Serikat dan sekutunya untuk menggelar...

Rabu, 11/04/2018 21:13 0

Eropa

72 Jam Jelang Serangan Trump ke Suriah, Rute Penerbangan Komersil Diubah

Eurocontrol memperingatkan pesawat yang terbang di Mediterania timur untuk berhati-hati karena kemungkinan serangan udara di Suriah.

Rabu, 11/04/2018 20:06 0

Suriah

Bersiap Serbu Suriah, Donald Trump Tantang Rusia

Suasana konflik Suriah tampaknya semakin mencekam. Pada Rabu (11/04/2018), Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingati Rusia untuk bersiap menghadapi serangan dari AS di Suriah.

Rabu, 11/04/2018 19:29 0

Arab Saudi

Bin Salman: Jika Dibutuhkan, Arab Saudi Akan Terlibat Opsi Militer di Suriah

Arab Saudi bisa diikutkan dalam aksi militer di Suriah setelah terjadi serangan senjata kimia yang menewaskan sedikitnya 60 orang di wilayah Ghouta Timur pada akhir pekan lalu.

Rabu, 11/04/2018 13:02 0

Opini

Antara Kemiskinan, Zakat dan Sustainable Development Goals

Zakat mampu mewujudkan Sustainable Development Goals, bahkan jauh sebelum program ini ada zakat telah memberi damapak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rabu, 11/04/2018 10:52 0

Amerika

AS dan Rusia “Perang” di DK PBB terkait Serangan Kimia di Douma

Kedua negara sepakat dilakukan penyelidikan di Douma namun berselisih tajam mengenai tim yang akan melakukan penyelidikan. AS mengusulkan membuat tim penyelidik baru sementara Rusia ngotot dengan tim yang sudah ada.

Rabu, 11/04/2018 07:34 0

Amerika

Ini Draf Proposal AS di DK PBB Sikapi Serangan Kimia di Douma

“Washington akan membalas serangan kimia terhadap Douma meskipun DK PBB bergerak atau tidak,” kata Heili seraya menegaskan bahwa negaranya akan menentukan siapa di balik serangan terlarang itu.

Rabu, 11/04/2018 06:22 0

Artikel

Tak Sekadar Merakyat, Beginilah Gaya Memimpin Umar bin Khattab

Ketua DPP PDI-P Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, memberikan penilaian bahwa Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab.

Selasa, 10/04/2018 22:04 0

Video News

Ketua MUI: Abdul Chair Tidak Dipecat

"Orang berbeda pendapat nggak ada masalah," sambung Rais Aam PBNU ini.

Selasa, 10/04/2018 18:07 0

Opini

Membaca Peta Suara Umat Islam dalam Demokrasi

KIBLAT.NET – Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar. Sejarah...

Selasa, 10/04/2018 14:45 0

Close