... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS dan Rusia “Perang” di DK PBB terkait Serangan Kimia di Douma

Foto: Tim medis tengah melakukan pertolongan terhadap seorang anak kecil yang menghirup gas beracun setelah tentara rezim Assad menjatuhkan bom di Douma [sumber: Reuters]

KIBLAT.NET, New York – Amerika Serikat “perang” dengan Rusia di Dewan Keamanan PBB saat sidang darurat pada Selasa (10/04) membahas serangan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, pedesaan Damaskus. Kedua negara adidaya itu menolak satu sama lain tentang usulan penyelidikan penggunaan senjata kimia di Douma.

Kedua negara sepakat dilakukan penyelidikan di Douma namun berselisih tajam mengenai tim yang akan melakukan penyelidikan. AS mengusulkan membuat tim penyelidik baru sementara Rusia ngotot dengan tim yang sudah ada.

Akibat perbedaan itu, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya sedang mempertimbangkan tindakan militer sebagai tanggapan terhadap serangan gas beracun di wilayah oposisi Suriah di Domua yang terjadi Sabtu.

Rusia memveto rancangan resolusi AS yang berusaha untuk membentuk komite baru di PBB yang nantinya paling bertanggung jawab menyelidiki serangan seperti ini. Sementara AS dan negara-negara lain kemudian memblokir upaya Rusia untuk melakukan penyelidikan yang berbeda, yang akan meminta Dewan Keamanan menunjuk satu pihak yang paling bertanggung jawab menyelidiki.

Moskow menentang setiap serangan Barat terhadap sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad. Duta besar Rusia untuk PBB, Vasily Nibenzia, mengatakan keputusan Washington untuk mengajukan rancangan resolusi yang telah disiapkan mungkin merupakan pendahuluan bagi serangan Barat terhadap Suriah.

“Amerika Serikat sekali lagi mencoba menyesatkan komunitas internasional dan mengambil langkah lain menuju konfrontasi,” kata duta besar Rusia di dewan polisi dunia yang beranggotakan 15 negara itu.

BACA JUGA  Pasca Kematian Al-Baghdadi, Fokus Koalisi Anti-ISIS Beralih ke Afrika

“Jelas bahwa langkah provokatif tidak ada hubungannya dengan keinginan untuk menyelidiki apa yang terjadi,” katanya.

Setidaknya 60 orang tewas dan lebih dari seribu luka-luka dalam serangan senjata kimia di wilayah oposisi di Kota Douma, Ghouta Timur.

Dokter dan saksi mengatakan bahwa para korban memiliki gejala keracunan yang kemungkinan disebabkan oleh gas saraf dan mereka juga berbicara tentang bau gas klorin.

Nicky Healy, duta besar AS untuk PBB, mengatakan bahwa putusan rancangan resolusi AS merupakan upaya paling minimal yang dapat dilakukan oleh negara-negara anggota.

“Sejarah akan mencatat bahwa pada hari ini Rusia lebih suka monster terhadap kehidupan rakyat Suriah,” katanya, mengacu pada presiden Suriah.

Dua belas dari lima belas negara mendukung rersolusi AS, sementara Bolivia bergabung dengan Rusia dalam pemungutan suara menentang rancangan resolusi dan Cina abstain.

Resolusi itu bisa menjadi putusan DK PBB masih membutuhkan Sembilan suara lagi dengan syarat, anggota tetap—Rusia, Cina, Perancis, Inggris dan Amerika Serikat— tidak menggunakan hak veto.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pendataan Khatib Kampus Muhammadiyah oleh Aparat Timbulkan Kegaduhan

PP Muhammadiyah tidak setuju dengan tindakan aparat keamanan yang meminta data khatib dan dosen STIE Ahmad Dahlan, Tangerang.

Selasa, 10/04/2018 22:15 0

Indonesia

Bantah Ada Pemecatan, Sekjen MUI Akan Ajak Dr Abdul Chair Berdialog

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan tabayun dengan anggota Komisi Hukum MUI, Dr. Abdul Chair Ramadhan soal orasinya di aksi tuntut proses hukum Sukmawati beberap waktu lalu.

Selasa, 10/04/2018 22:11 0

Artikel

Tak Sekadar Merakyat, Beginilah Gaya Memimpin Umar bin Khattab

Ketua DPP PDI-P Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, memberikan penilaian bahwa Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab.

Selasa, 10/04/2018 22:04 0

Indonesia

Cetak Trainer Handal, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

FSLDK Solo Raya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) dalam rangka peningkatan kompetensi trainer. Ratusan peserta datang dari beberapa wilayah.

Selasa, 10/04/2018 20:17 0

Indonesia

KH. Ma’ruf Amin: Silahkan Proses Hukum Sukmawati, Saya Tidak Melarang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin angkat bicara karena dituding melindungi Sukmawati. Ia menegaskan bahwa ajakan untuk memaafkan hanya bersifat harapan.

Selasa, 10/04/2018 19:15 2

Video News

Ketua MUI: Abdul Chair Tidak Dipecat

"Orang berbeda pendapat nggak ada masalah," sambung Rais Aam PBNU ini.

Selasa, 10/04/2018 18:07 0

Indonesia

Jokowi-JK Dikekang Mafia saat Demo BBM Mahasiswa

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) hari ini, Selasa (10/04/2018) berdemo didepan Istana Negara.

Selasa, 10/04/2018 17:47 0

Indonesia

Ini 2 Cara Penyelesaian Kasus Sukmawati Menurut Pakar Hukum

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Absori menuturkan bahwa polemik yang ditimbulkan akibat puisi "Ibu Indonesia" yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri hanya bisa diselesaikan dengan 2 cara.

Selasa, 10/04/2018 17:44 0

Indonesia

Ketua FPI Optimistis Polisi Akan Proses Ade Armando

Jika kepolisian tidak segera menindak Ade Armando, maka ditakutkan akan muncul reaksi-reaksi dari umat Islam

Selasa, 10/04/2018 16:59 0

Indonesia

Ketua FPI Laporkan Ade Armando ke Polisi

Ketua Umum Front Pembela Islam, KH. Shobri Lubis mendatangi kantor Bareskrim Polri hari ini, Selasa (10/04/2018) untuk melaporkan Ade Armando

Selasa, 10/04/2018 16:25 0

Close