... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Antara Kemiskinan, Zakat dan Sustainable Development Goals

Foto: Zakat.

KIBLAT.NET – Keberlangsungan kehidupan di dunia semakin hari semakin banyak menuai berbagai permasalahan, mulai dari permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun dari berbagai permasalahan yang dihadapi, terdapat tiga masalah terbesar dalam kehidupan manusia saat ini, yaitu kemiskinan, kesenjangan dan perubahan iklim. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bersama tokoh pemimpin dunia mencanangkan program pengembangan yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015.

Program tersebut adalah,  Sustainable Development Goals (SDGs) dengan  17 tujuan yaitu tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan yang sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, membangun industri, inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ekosistem laut, ekosistem darat, perdamaian, keadilan dan lembaga yang tangguh, kemitraan untuk mencapai tujuan, pelaksanaan pembangunan ini direncanakan hingga tahun 2030. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh manusia di penjuru dunia.

Tanpa kemiskinan, menduduki urutan pertama dari 17 program yang dicanangkan. Kemiskinan merupakan masalah besar yang dihadapi oleh dunia saat ini, Bank Dunia dalam publikasinya mengenai data kemiskinan menunjukkan bahwa 10,7 % dari populasi dunia berada dalam kemiskinan. Untuk mencukupi kebutuhannya mereka mengeluarkan US$ 1,90 atau sekitar Rp.25.000 per hari. Kemiskinan tertinggi berada di sub Shara Afrika dengan kemiskinan mencapai 388,7 juta orang, diikuti Asia bagian selatan dengan jumlah 256,2 juta orang yang berada dalam kemiskinan, Eropa dan Asia tengah adalah kawasan dengan tingkat kemiskinan terendah yaitu sebanyak 10,8 juta orang, dari total populasi dunia, 44% orang miskin ialah anak-anak berusia 14 tahun ke bawah, 80% dari mereka tinggal di daerah kumuh dan 39% dari mereka tidak memperoleh pendidikan secara formal.

BACA JUGA  Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Bagaiamanakah kondisi kemiskinan di Indonesia? Hingga Maret 2017 dari Badan Pusat Statistik kemiskinan mencapai 27,77 % juta orang atau sekitar 10,64 %, jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 6,9 ribu orang dibandingkan jumlah pada september 2016.  Wilayah kemiskinan tertinggi adalah pulau Jawa yang mencapai 14,79 juta orang dan terendah di Kalimantan yaitu sebesar 0,99 juta orang. Kemiskinan bukan hal baru yang dihadapi oleh dunia, kemiskinan adalah permasalahan yang bahkan sangat sulit untuk dihilangkan.

Aceh, sebagai daerah istimewa meski memiliki dana otonomi khusus dan pedapatan asli daerah yang nyaris mencapai 2 triliun. Kemiskinan di Aceh meningkat pada September 2016 berjumlah 841 ribu orang, sedangkan Maret 2017 sebesar 872 ribu orang. Hal ini sungguh sangat disayangkan seharusnya dana tersebut dapat dioptimalkan sehingga dapat menurunkan kemiskinan di Aceh.

Dalam perkonomian terdapat dua kebijakan untuk mengatur permasalahan ekonomi yaitu kebijakan fiskal dan moneter, dalam ekonomi Islam salah satu instrumen kebijakan fiskal, dalam pengentasan kemiskinan adalah zakat. Di Aceh sendiri terdapat lembaga yang mengorganisir zakat, wakaf, infaq, sedekah, dan harta keagamaan lainnya yaitu Baitul Mal. Dalam 10 tahun (2006-2015) Baitul Mal telah membina 2083 mustahik kelompok usaha kecil di Banda Aceh dan Aceh beasar yang memberikan dampak yang sangat besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh. Mereka yang awalnya merupakan penerima zakat setelah mendapat zakat mampu menjadi pemberi zakat, ini menunjukkan bahwa zakat mampu memberikan pemberdayaan perekonomian yang nyata dalam masyarakat.

Menelisik kehidupan di negara terkaya keempat di dunia Brunei Darusallam, dengan tingkat kemiskinan yang sangat rendah, zakat di Brunei Darusallam dikelola langsung oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak atau lembaga lain yang mengelolanya. Seluruh penghimpunan dan pendistribusian dilakukan oleh pemerintah. Pada tahun 2016 saja zakat yang terkumpul mencapai  17,5 juta dolar brunei, atau sekitar 16,55 miliar, sementara untuk fitrah mencapai 8,87 miliar. Namun berdasarkan penelitian oleh PIRAC menyatakan bahwa potensi dana zakat di Indonesia mencapai 20 triliun di luar wakaf.

BACA JUGA  Entah Apa yang Merasuki Sukmawati

Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, bahkan Indonesia memiliki beberapa lembaga amil zakat yang telah bekerja untuk berkontribusi secara nyata terhadap pemberdayaan ekonomi. Melalui potensi zakat ini seharusnya kita mampu untuk mengentaskan kemiskinan.

Zakat mampu mewujudkan Sustainable Development Goals, bahkan jauh sebelum program ini ada zakat telah memberi damapak terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan bukan hanya kemiskinan zakat bahkan mampu menjawab tujuan dari Sustainable Development Goals yang lain, seperti tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak, pendidikan yang layak, serta berkurangnya kesenjangan.

Zakat bukan sekedar kewajiban, dan ibadah, zakat mampu memberi dampak kehidupan yang sangat luar biasa di dunia, dana zakat tidak terbatas pada pemberdayaan ekonomi atau usaha kecil. Dana zakat dapat disalurkan kepada pendidikan, hal ini dapat memberi solusi kepada 39 % dari total populasi di dunia yang miskin akibat tidak mendapat pendidikan formal bahkan menjawab permasalahan kelaparan dengan zakat pertanian, dan zakat fitrah.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “ Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari no 13 dan Muslim no 45).  Solidaritas dan kepedulian sesama akan menjadikan kehidupan di dunia lebih baik. Bahkan PBB menyampaikan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) tidak dapat terwujud jika perdamaian dan kepedulian tidak ada di dunia. Manusia adalah khalifah di muka bumi, tugas kita menjaga dan memelihara bumi dengan baik secara bersama.

Penulis : M. Maulana Rizky (Duta Bahasa Provinsi Aceh 2016)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PKS: Perpres Nomor 20 Permudah TKA Ilegal ke Indonesia

DPP Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) menilai Perpres tersebut mmembuka peluang besar masuknya TKA ilegal, yang berpotensi melanggar Undang-undang.

Rabu, 11/04/2018 10:37 0

Amerika

AS dan Rusia “Perang” di DK PBB terkait Serangan Kimia di Douma

Kedua negara sepakat dilakukan penyelidikan di Douma namun berselisih tajam mengenai tim yang akan melakukan penyelidikan. AS mengusulkan membuat tim penyelidik baru sementara Rusia ngotot dengan tim yang sudah ada.

Rabu, 11/04/2018 07:34 0

Amerika

Ini Draf Proposal AS di DK PBB Sikapi Serangan Kimia di Douma

“Washington akan membalas serangan kimia terhadap Douma meskipun DK PBB bergerak atau tidak,” kata Heili seraya menegaskan bahwa negaranya akan menentukan siapa di balik serangan terlarang itu.

Rabu, 11/04/2018 06:22 0

Indonesia

Pendataan Khatib Kampus Muhammadiyah oleh Aparat Timbulkan Kegaduhan

PP Muhammadiyah tidak setuju dengan tindakan aparat keamanan yang meminta data khatib dan dosen STIE Ahmad Dahlan, Tangerang.

Selasa, 10/04/2018 22:15 0

Indonesia

Bantah Ada Pemecatan, Sekjen MUI Akan Ajak Dr Abdul Chair Berdialog

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan tabayun dengan anggota Komisi Hukum MUI, Dr. Abdul Chair Ramadhan soal orasinya di aksi tuntut proses hukum Sukmawati beberap waktu lalu.

Selasa, 10/04/2018 22:11 0

Artikel

Tak Sekadar Merakyat, Beginilah Gaya Memimpin Umar bin Khattab

Ketua DPP PDI-P Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, memberikan penilaian bahwa Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab.

Selasa, 10/04/2018 22:04 0

Indonesia

Cetak Trainer Handal, FSLDK Solo Raya Gelar TFT

FSLDK Solo Raya menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) dalam rangka peningkatan kompetensi trainer. Ratusan peserta datang dari beberapa wilayah.

Selasa, 10/04/2018 20:17 0

Indonesia

KH. Ma’ruf Amin: Silahkan Proses Hukum Sukmawati, Saya Tidak Melarang

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin angkat bicara karena dituding melindungi Sukmawati. Ia menegaskan bahwa ajakan untuk memaafkan hanya bersifat harapan.

Selasa, 10/04/2018 19:15 2

Video News

Ketua MUI: Abdul Chair Tidak Dipecat

"Orang berbeda pendapat nggak ada masalah," sambung Rais Aam PBNU ini.

Selasa, 10/04/2018 18:07 0

Indonesia

Jokowi-JK Dikekang Mafia saat Demo BBM Mahasiswa

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) hari ini, Selasa (10/04/2018) berdemo didepan Istana Negara.

Selasa, 10/04/2018 17:47 0

Close