... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini 2 Cara Penyelesaian Kasus Sukmawati Menurut Pakar Hukum

Foto: Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia

KIBLAT.NET, Solo- Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Absori menuturkan bahwa polemik yang ditimbulkan akibat puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri hanya bisa diselesaikan dengan 2 cara.

Pertama, menurutnya, jika aparat kepolisian tidak melanjutkan proses hukum terhadap Sukmawati, maka aparat juga harus menghentikan proses hukum sejumlah tokoh agama dan aktivis. Pasalnya, dengan demikian tidak ada saling curita di tengah masyarakat dan aparat akan terlihat netral dalam penegakan hukum.

“Kemungkinan ada dua penyelesaian masalah itu, yang pertama itu kompromi yang mengangkut komplekisasi umat Islam, terkait ulama-ulama itu dihentikan. Kan banyak itu ada Habib Rieziq, Alfian Tanjung, banyak. Itu dihentikan dan proses Bu Sukmawati juga baru bisa dihentikan itu namanya timplikasi solusion,” katanya kepada kiblat.net Senin malam di Pabelan, Kartasura, Surakarta pada (09/04/2018).

Bila hal itu tidak dilakukan, ia menambahkan cara kedua yaitu proses hukum harus jalan. Sukmawati harus mendapatkan hukuman sesuai pidana yang ia langgar yakni Pasal 156 dan Pasal 156 A. Di dalam Pasal 156 berkaitan dengan SARA bisa sampai empat tahun dan Pasal 156 A terkait penodaan agama selama lima tahun.

“Cuma kalau proses hukum ini berjalan, kira-kira aparat itu adil tidak? Karena melihat selama ini kasus-kasus yang menyangkut kalau orang-orang luar Islam atau yang melegalkan (menghina) Islam itu prosesnya melambat. Harus makai tekanan, dan yang menghujat Islam itu tidak ada proses,” ujarnya.

BACA JUGA  Tengku Zulkarnain: Diskualifikasi Atlet Judo Indonesia karena Berhijab Tunjukkan Kebencian ke Islam

Dalam hal ini, ia memberikan contoh seperti kasus Victor yang tidak diproses. Padahal, katanya, kasus yang menimpa Vicktor tersebut sudah sangat jelas sekali dan melanggar hukum. Begitu juga dengan Ade Armando, dari dua pelaku tersebut saja seolah tidak ada kelanjutan hukum.

Namun, walau demikian ia optimis aparat keamanan akan bergerak dengan baik. Sementara itu, ia juga menghimbaui kepada umat untuk menunggu tindakan dari aparat keamanan. Ia tetap percaya bahwa seluruh orang dipandang di mata hukum.

“Kalau dalam hal ini nampaknya polisi mau bergerak, berjalan sesuai jalan on the track aturan hukum. Tapi ya kita tunggu saja, betul-betul berjalan sesuai hukum atau tidak, kalau tidak ya tidak menutup kemungkinan umat Islam akan bergerak mengawal kasus ini dari proses penyidikan, penuntutan sampai sidang berlangsung berjalan atau tidak,” katanya.

Reporter: Reno Aldino
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Membaca Peta Suara Umat Islam dalam Demokrasi

KIBLAT.NET – Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar. Sejarah...

Selasa, 10/04/2018 14:45 0

News

Ramai Isu 2019 Ganti Presiden, Sekjen PBNU: Saya Tidak Setuju

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengaku tidak setuju dengan gerakan #2019 Ganti Presiden.

Selasa, 10/04/2018 14:16 0

Suriah

Dokumen Resmi Mengungkap Assad Sembunyikan Senjata Kimia di Suriah

Pemindahan dilakukan dari Institute 1000 di Jamraya kepada Brigade 105 di dekat Istana Presiden di Damaskus.

Selasa, 10/04/2018 13:01 0

Video News

Abdul Chair: Orasi Saya Tidak Menyerang Kiai H. Ma’ruf Amin

KIBLAT.NET – Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH. MH. menampik tuduhan orasinya menyerang Kiai H. Ma’ruf...

Selasa, 10/04/2018 11:59 0

Suriah

HTS dan JTS Janji Balas Serangan Kimia di Douma

"Rezim kriminal (Suriah) dan sekutunya, Iran dan Rusia, aman dari segala hukuman atau kecaman atas kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat tak berdaya," tegas HTS.

Selasa, 10/04/2018 09:37 0

Somalia

Operasi Udara AS terhadap Al-Syabab Fokus di Jilib, Kenapa?

Sejak Januari 2018, AS mengkonsentrasikan serangan di daerah Jilib dan sekitarnya, termasuk di daerah dekat Jamaame dan sebuah lokasi tertentu di luar wilayah Kismayo. Namun sebagian besar serangan selama 2018 dan satu dekade terakhir memang terjadi di Jilib.

Selasa, 10/04/2018 06:30 0

Munaqosyah

Melecehkan Syariat, Tanda Hilangnya Pengagungan Allah dari dalam Hati

ika kita melihat lebih jauh, apa yang dilakukan oleh putri Soekarno tersebut berasal dari nihilnya “iman” dalam dirinya tentang pengagungan terhadap syariat.

Selasa, 10/04/2018 06:00 0

Manhaj

Menganalisa Faktor Kemunduran Umat Islam

Meski mereka kalah pada perang Salib dan agresi Tartar, amun kekalahan tersebut tidak membuat mereka ragu akan Islam sebagai akidah dan sistem pemerintahan. Kekalahan mereka, tidak membuat mereka ingin mengkuti pola hidup, norma, nilai, falsafah hidup dan budaya musuh-musuh mereka.

Selasa, 10/04/2018 05:10 1

Tarbiyah Jihadiyah

Sifat Zuhud, Modal Awal Perjuangan

Oleh karenanya di antara modal mereka yang ingin berjuang di jalan Allah adalah menghilangkan kecintaan dunia dengan sifat zuhud. Kalau kita berkaca pada generasi terbaik umat ini, teladan-teladan mulia akan kita temukan di setiap perjalanan hidup mereka. Salah satunya kezuhudannya terhadap dunia membuat Allah mencintai mereka.

Senin, 09/04/2018 20:05 0

Suriah

70 Korban Mati Lemas akibat Gas Beracun Rezim Suriah

Serangan gas beracun di Douma menjadi serangan paling mematikan di dekat ibukota Suriah, Damaskus. Sedikitnya 70 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya terpapar gas.

Senin, 09/04/2018 18:33 0

Close