... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dokumen Resmi Mengungkap Assad Sembunyikan Senjata Kimia di Suriah

Foto: Senjata Kimia yang Digunakan Rezim Suriah

KIBLAT.NET, Ghouta – Sebuah dokumen resmi mengungkapkan setelah serangan gas sarin yang mematikan di pinggiran Ghouta Timur tahun 2013, rezim Suriah memindahkan sebagian besar stok senjata kimia ke gudang rahasia yang dimiliki oleh Maher Assad, komandan militer de-facto Suriah.

Pemindahan dilakukan dari Institute 1000 di Jamraya kepada Brigade 105 di dekat Istana Presiden di Damaskus pada 19 September 2013. Pemindahan pada hari yang sama ketika Rezim menyerahkan daftar penempatan bahan kimia ke organisasi PBB untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), setelah serangan kimia di Ghouta Timur pada 21 Agustus 2013 yang memakan korban lebih dari 1.460 tewas, dua minggu sebelum kedatangan inspektur PBB pada 3 Oktober.

Gambar-gambar mengerikan yang dipublikasikan setelah serangan membuat kemarahan global. Pada 27 September, DK PBB dengan suara bulat mengadopsi resolusi 2118 (2013) dalam suatu pertemuan sore yang cepat. Dewan menetapkan bahwa penggunaan senjata kimia merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional. Dewan juga menyerukan penerapan penuh dari Keputusan 27 September OPCW yang berisi prosedur khusus untuk penghancuran senjata kimia Suriah yang cepat dan dapat diverifikasi.

Proses Pemindahan Senjata Kimia

Institute 1000, pusat penelitian yang berafiliasi dengan Cabang 410, didirikan oleh Soviet pada 1980-an untuk memproduksi senjata kimia di desa Jamraya, 2 km (3 mil) ke barat laut ibu kota Suriah, di luar Gunung Qasioun.

BACA JUGA  Pejuang Suriah Luncurkan Empat Operasi Serentak di Hama dan Lattakia

Dokumen pemindahan yang diperoleh Zaman el-Wasl ini dikeluarkan oleh Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah Institute 1000 (Institute of Electronics) pada 22 September 2013 No. 793 yang ditandatangani oleh Direktur Institut, Dr. Mohammed Khalid Nasri.

Nasri menunjuk Letnan Kolonel Insinyur Firas Ahmed sebagai kepala komite pengawas untuk memindahkan tumpukan yang disimpan di gudang Institute ke gudang Brigade 105 dari Pasukan Nasional Suriah yang dipimpin oleh Jenderal Maher Assad, saudara laki-laki Bashar Assad.

Nasri meminta Ahmed yang juga sebagai kepala keamanan Institute untuk memilih siapa yang dianggap pantas untuk mengemban misi pemindahan dengan cara yang paling tepat dan rahasia.

Pemindahan dilakukan pada 19 September 2013 oleh 50 tentara Bashar Assad di Latakia. Mereka datang kurang dari sebulan setelah serangan Ghouta. Pemilihan pasukan didasarkan pada kesetiaan mereka kepada Syiah Nushairiyah di bawah pengawasan Brigadir Yusuf Ajib, petugas keamanan Pusat Studi dan Penelitian.

Salah satu pasukan yang berpartisipasi dalam ‘misi rahasia’ itu mengatakan bahwa proses pemindahan dimulai pada 24 September dan dilakukan selama seminggu. Saksi menegaskan bahwa misi dimulai dengan membagi elemen menjadi lima kelompok dengan 10 orang per kelompok. Setelah dipindahkan dari pinggiran Barzah di utara Damaskus ke Jamraya pada 24 September, misi pemindahan ke Brigade 105 dimulai pada malam 25 September.

Bahan-bahan kimia dimuat ke dalam “timbangan” di lima truk penyimpanan yang terisi penuh untuk kemudian dipindahkan secara berkelompok ke gudang Brigade 105. Barang-barang ditempatkan dengan “koper” di dalam truk selama proses pemindahan dan pembongkaran dilakukan di bawah terowongan bawah tanah di gudang brigade.

BACA JUGA  Pemerintah Darurat Idlib Seru Pegawainya Turun ke Front Pertempuran

Saksi mengatakan operasi paralel sedang berlangsung pada saat yang sama untuk mentransfer persediaan lain dari ‘Institute 2000’ di Barzah ke Brigade 105.

Laporan-laporan Zaman al-Wasl sebelumnya mengungkapkan bagaimana rezim Assad menyembunyikan beberapa senjata kimia. Sebagian besar bahan dasar senjata kimia impor disembunyikan, terutama yang sulit diproduksi secara lokal. Sebagian dari bahan-bahan ini telah dipindahkan ke gudang-gudang lain di wilayah pesisir dan gudang yang dikuasai Syiah Hizbullah di kota Qusayr dekat perbatasan Lebanon.

Sumber: Zaman el-Wasl
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Abdul Chair: Orasi Saya Tidak Menyerang Kiai H. Ma’ruf Amin

KIBLAT.NET – Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH. MH. menampik tuduhan orasinya menyerang Kiai H. Ma’ruf...

Selasa, 10/04/2018 11:59 0

Indonesia

Jadi Tuan Rumah KTT Cendikia Dunia, Indonesia Usung Islam Wasatiyah

"Sejatinya Wasatiyyah menekankan jalan tengah, menyelesaikan masalah dengan konsultasi, berpegang pada prinsip kebenaran, dan dinamika serta kemajuan dalam peradaban Islam dunia," kata Din dalam jumpa pers di kantornya, Senin (09/04).

Selasa, 10/04/2018 08:00 0

Indonesia

Ini Alasan Aparat Minta Data Dosen dan Khatib di STIE Ahmad Dahlan

"Kalau misalnya saya mengundang, kan personal. Yang dimaksud mengundang sebagai dosen kami, tapi kenapa kok di bawahnya (anak buah-red) minta data!?” tuturnya.

Selasa, 10/04/2018 07:30 0

Indonesia

YPSI Luncurkan Aplikasi Pantau Salat Subuh Anggotanya

Dewan Syuro YPSI, Arisakti Prihatwono, mengatakan bahwa aplikasi tersebut diperuntukkan bagi anggota Pejuang Subuh di seluruh dunia dan dilengkapi dengan kode registrasi khusus.

Selasa, 10/04/2018 07:00 2

Munaqosyah

Melecehkan Syariat, Tanda Hilangnya Pengagungan Allah dari dalam Hati

ika kita melihat lebih jauh, apa yang dilakukan oleh putri Soekarno tersebut berasal dari nihilnya “iman” dalam dirinya tentang pengagungan terhadap syariat.

Selasa, 10/04/2018 06:00 0

Manhaj

Menganalisa Faktor Kemunduran Umat Islam

Meski mereka kalah pada perang Salib dan agresi Tartar, amun kekalahan tersebut tidak membuat mereka ragu akan Islam sebagai akidah dan sistem pemerintahan. Kekalahan mereka, tidak membuat mereka ingin mengkuti pola hidup, norma, nilai, falsafah hidup dan budaya musuh-musuh mereka.

Selasa, 10/04/2018 05:10 1

Tarbiyah Jihadiyah

Sifat Zuhud, Modal Awal Perjuangan

Oleh karenanya di antara modal mereka yang ingin berjuang di jalan Allah adalah menghilangkan kecintaan dunia dengan sifat zuhud. Kalau kita berkaca pada generasi terbaik umat ini, teladan-teladan mulia akan kita temukan di setiap perjalanan hidup mereka. Salah satunya kezuhudannya terhadap dunia membuat Allah mencintai mereka.

Senin, 09/04/2018 20:05 0

Indonesia

Silatnas Ke-4 di Bogor, Pejuang Subuh Usung Slogan ‘Shalat Subuh Seramai Shalat Jumat’

Yayasan Pejuang Subuh Indonesia akan menyelenggarakan Silaturahim Nasional ke-4 di Bogor, Jawa Barat dalam rangka membentuk karakter para pemuda Islam yang kokoh dan selalu memakmurkan masjid khususnya di waktu Subuh. 

Senin, 09/04/2018 18:18 0

Khazanah

Begini Gaya Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Sederhana dan Merakyat

KIBLAT.NET - Bicara tentang sosok pemimpin yang sederhana dan merakyat, tentu profil Umar bin Khattab menjadi salah satu referensi yang sulit untuk dilewatkan. Selain kepemimpinan, keberanian dan kewibawaannya, Umar bin Khattab dikenal juga sebagai pemimpin yang cukup dekat dengan rakyatnya.

Senin, 09/04/2018 17:46 0

Suara Pembaca

Mari Berdonasi untuk Pengobatan Yasmin Umayyah dari Kelumpuhan Otak

Masa kecil Yasmin Umayyah tak seceria teman-teman seusianya. Penyakit yang ia derita menyebabkan Yasmin hanya bisa terbaring lemah di rumah kontrakan di Kavling Rawa Bambu Bulak, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi.

Senin, 09/04/2018 17:42 0

Close