... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bantah Ada Pemecatan, Sekjen MUI Akan Ajak Dr Abdul Chair Berdialog

Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas (sumber foto: Mi'rajnews)

KIBLAT.NET, Jakarta- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan tabayun dengan anggota Komisi Hukum MUI, Dr. Abdul Chair Ramadhan soal orasinya di aksi tuntut proses hukum Sukmawati beberap waktu lalu.

Ia mengatakan, tabayun tersebut untuk membahas apakah orasinya melanggar disiplin organisasi atau tidak. Jika tidak, kata dia, tidak perlu minta maaf.

“Saya sebagai Sekjen menindaklanjuti ini. Bukan panggil istilahnya, tapi tabayun. Saya ajak untuk bicara bersama, ini kira-kira pelanggaran disiplin organisasi atau tidak,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (10/04/2018).

“Kalau melanggar yang minta maaf. Kalau nggak melanggar nggak usah minta maaf, gitu aja,” sambungnya.

Menurutnya, ia akan membiarkan Dr. Abdul Chair menilai sendiri apakah melanggar disiplin organisasi atau tidak. Namun, ia menegaskan tidak ada pemecatan.

“Saya minta dia sendiri menilai kalau dari disiplin organisasi, melanggar nggak kira-kira, saya minta jawab sendiri. Tapi saya panduannya sudah di dari Kiai Ma’ruf, tidak ada pemecatan,” tuturnya.

Anwar menekankan bahwa disiplin organisasi sangatlah penting. Maka, ia meminta kepada siapapun anggota MUI untuk menghormati disiplin organisasi.

“Kan ada disiplin organisasi, disiplin organisasi itu harus tertib. Oleh karena itu tegakkan, dan disiplin organisasi itu harus kita jaga nanti,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Tak Sekadar Merakyat, Beginilah Gaya Memimpin Umar bin Khattab

Ketua DPP PDI-P Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, memberikan penilaian bahwa Jokowi merupakan sosok yang mirip Umar bin Khattab.

Selasa, 10/04/2018 22:04 0

Video News

Ketua MUI: Abdul Chair Tidak Dipecat

"Orang berbeda pendapat nggak ada masalah," sambung Rais Aam PBNU ini.

Selasa, 10/04/2018 18:07 0

Opini

Membaca Peta Suara Umat Islam dalam Demokrasi

KIBLAT.NET – Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang besar. Sejarah...

Selasa, 10/04/2018 14:45 0

News

Ramai Isu 2019 Ganti Presiden, Sekjen PBNU: Saya Tidak Setuju

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengaku tidak setuju dengan gerakan #2019 Ganti Presiden.

Selasa, 10/04/2018 14:16 0

Suriah

Dokumen Resmi Mengungkap Assad Sembunyikan Senjata Kimia di Suriah

Pemindahan dilakukan dari Institute 1000 di Jamraya kepada Brigade 105 di dekat Istana Presiden di Damaskus.

Selasa, 10/04/2018 13:01 0

Video News

Abdul Chair: Orasi Saya Tidak Menyerang Kiai H. Ma’ruf Amin

KIBLAT.NET – Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH. MH. menampik tuduhan orasinya menyerang Kiai H. Ma’ruf...

Selasa, 10/04/2018 11:59 0

Suriah

HTS dan JTS Janji Balas Serangan Kimia di Douma

"Rezim kriminal (Suriah) dan sekutunya, Iran dan Rusia, aman dari segala hukuman atau kecaman atas kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat tak berdaya," tegas HTS.

Selasa, 10/04/2018 09:37 0

Afrika

Operasi Udara AS terhadap Al-Syabab Fokus di Jilib, Kenapa?

Sejak Januari 2018, AS mengkonsentrasikan serangan di daerah Jilib dan sekitarnya, termasuk di daerah dekat Jamaame dan sebuah lokasi tertentu di luar wilayah Kismayo. Namun sebagian besar serangan selama 2018 dan satu dekade terakhir memang terjadi di Jilib.

Selasa, 10/04/2018 06:30 0

Munaqosyah

Melecehkan Syariat, Tanda Hilangnya Pengagungan Allah dari dalam Hati

ika kita melihat lebih jauh, apa yang dilakukan oleh putri Soekarno tersebut berasal dari nihilnya “iman” dalam dirinya tentang pengagungan terhadap syariat.

Selasa, 10/04/2018 06:00 0

Manhaj

Menganalisa Faktor Kemunduran Umat Islam

Meski mereka kalah pada perang Salib dan agresi Tartar, amun kekalahan tersebut tidak membuat mereka ragu akan Islam sebagai akidah dan sistem pemerintahan. Kekalahan mereka, tidak membuat mereka ingin mengkuti pola hidup, norma, nilai, falsafah hidup dan budaya musuh-musuh mereka.

Selasa, 10/04/2018 05:10 1

Close